Hypernet Siapkan Marketplace Agentic AI Siap Pakai
Ringkasan Cepat
- Hypernet Technologies menyiapkan AI Skill Marketplace sebagai kelanjutan TokenKu.ai.
- Marketplace itu akan menawarkan template Agentic AI untuk sejumlah industri dan fungsi perusahaan.
- Hypernet menyasar perusahaan yang kekurangan talenta untuk mengembangkan AI sendiri.
- Pengguna hanya perlu melakukan penyesuaian ringan sebelum menjalankan template.
- Hypernet belum mengumumkan jadwal peluncuran, harga, dan katalog perdana layanan tersebut.
Technologies menyiapkan marketplace berisi skill Agentic AI siap pakai untuk membantu perusahaan mengadopsi kecerdasan buatan tanpa membangun sistem dari awal. Perusahaan menempatkan layanan bernama AI Skill Marketplace itu dalam tahap lanjutan pengembangan TokenKu.ai.
CEO Hypernet Technologies Sudianto Oei mengungkap rencana tersebut dalam acara peluncuran TokenKu.ai di Jakarta, Kamis (10/9/2026). Hypernet ingin memperluas bisnisnya dari penyedia token AI menjadi penyedia solusi otomatisasi untuk perusahaan.
“Kami menyiapkan fase berikutnya, yaitu AI Skill Marketplace. Semua orang berlomba-lomba masuk ke AI, tetapi masalahnya adalah bagaimana memulai dan siapa yang memulai,” kata Sudianto.

Meski demikian, Hypernet belum meluncurkan marketplace tersebut. Perusahaan juga belum mengumumkan target waktu peluncuran, harga layanan, katalog awal, serta mitra pengembang yang akan terlibat.
Template Agentic AI untuk Berbagai Industri
Hypernet berencana menyediakan template Agentic AI berdasarkan kebutuhan industri. Sektor yang masuk dalam rencana perusahaan mencakup jasa keuangan, pemerintahan, ritel, kesehatan, pendidikan, dan telekomunikasi.
Selain membagi template berdasarkan industri, Hypernet juga akan menyusunnya menurut fungsi bisnis. Perusahaan menyebut bagian penjualan, keuangan, legal, sumber daya manusia, dan teknologi informasi sebagai beberapa target awal.
“Template dan skill-nya kami siapkan. Pelanggan tinggal melakukan penyesuaian kecil, lalu Agentic AI bisa langsung berjalan secara plug-and-play,” ujar Sudianto.
Pendekatan tersebut dapat memangkas waktu implementasi karena perusahaan tidak perlu merancang alur kerja AI dari nol. Namun, setiap pelanggan tetap perlu menyesuaikan akses data, aturan kerja, dan integrasi aplikasi sesuai proses bisnis masing-masing.
Hypernet Bidik Perusahaan yang Kekurangan Talenta AI
Hypernet melihat keterbatasan talenta digital sebagai salah satu hambatan utama adopsi AI, terutama bagi usaha kecil dan menengah. Pengembangan agen AI membutuhkan tenaga teknis yang memahami model bahasa, integrasi API, keamanan, dan proses bisnis.
Menurut Sudianto, Hypernet ingin menawarkan skill Agentic AI sebagai bagian dari layanan terkelola. Pelanggan dapat menyerahkan proses implementasi dan pemeliharaan kepada Hypernet tanpa harus membentuk tim AI sendiri.
Agentic AI berbeda dari chatbot yang hanya merespons pertanyaan. Agen AI dapat menjalankan rangkaian tindakan, seperti membaca informasi, membuat dokumen, memeriksa sistem, mengelola jadwal, atau menjalankan proses operasional sesuai izin yang perusahaan berikan.
TokenKu.ai Menjadi Sumber Token untuk AI Agent
Hypernet akan menghubungkan AI Skill Marketplace dengan TokenKu.ai. Platform tersebut menyediakan akses API menuju lebih dari 120 model AI melalui satu dasbor dan satu sistem pembayaran dalam rupiah.
Dalam skema ini, template Agentic AI berperan sebagai aplikasi, sedangkan token dari TokenKu.ai menjadi sumber daya untuk menjalankan model AI. Perusahaan dapat memilih model sesuai kebutuhan, performa, dan biaya setiap pekerjaan.
Integrasi tersebut juga memungkinkan administrator memantau konsumsi token untuk setiap pengguna atau fungsi bisnis. Langkah ini dapat membantu perusahaan menghindari pemborosan ketika banyak agen AI menjalankan tugas secara otomatis.
Keamanan dan Jadwal Peluncuran Belum Terungkap
Marketplace Agentic AI tetap membawa tantangan keamanan karena agen dapat mengakses data dan menjalankan tindakan tanpa perintah berulang. Perusahaan perlu menetapkan batas akses, mekanisme persetujuan, pencatatan aktivitas, dan tombol penghentian ketika agen melakukan kesalahan.
Hypernet belum menjelaskan standar keamanan, proses pengujian template, mekanisme audit, dan tanggung jawab ketika agen menghasilkan tindakan yang keliru. Perusahaan juga belum memastikan apakah marketplace hanya akan memuat solusi buatan Hypernet atau membuka akses bagi pengembang pihak ketiga.
Rencana ini menunjukkan bahwa Hypernet tidak ingin berhenti sebagai agregator token AI. Namun, nilai sebenarnya baru akan terlihat ketika perusahaan mengumumkan katalog, harga, keamanan, dan hasil penggunaan nyata dari pelanggan.