TokenKu.ai Tawarkan Satu Tagihan untuk 120 Model AI
Ringkasan Cepat
- TokenKu.ai memberi akses ke lebih dari 120 model AI melalui satu gateway API.
- Perusahaan dapat membayar penggunaan AI dalam rupiah melalui satu invoice dan faktur pajak.
- Manajemen dapat mengatur API key, anggaran, dan konsumsi token setiap divisi.
- TokenKu.ai menyasar perusahaan di sektor teknologi, jasa keuangan, dan ritel.
Hypernet Technologies meluncurkan TokenKu.ai, platform yang menyatukan akses ke lebih dari 120 model kecerdasan buatan dalam satu gateway. Perusahaan dapat memakai berbagai model AI melalui satu API serta menerima satu tagihan dalam rupiah lengkap dengan faktur pajak resmi.
Hypernet, perusahaan Managed Service Provider di bawah XLSMART, menghadirkan TokenKu.ai untuk membantu perusahaan mengendalikan biaya dan penggunaan AI. Layanan ini juga mengurangi kebutuhan untuk mengelola banyak akun, kontrak, kartu kredit, dan tagihan dari penyedia AI global.
Satu API untuk 120 model AI
TokenKu.ai menyediakan akses ke model AI dari OpenAI, Anthropic, Google, Meta, dan sejumlah perusahaan teknologi lainnya. Situs resmi TokenKu.ai turut menampilkan model dari DeepSeek, Qwen, dan xAI.

Platform ini bekerja sebagai gateway API, bukan aplikasi chatbot baru atau paket yang memberikan 120 aplikasi AI premium. Tim teknologi perlu menghubungkan API TokenKu.ai dengan aplikasi, chatbot, atau sistem internal perusahaan.
Melalui sistem tersebut, perusahaan dapat memilih model berdasarkan kebutuhan dan biaya. Pekerjaan sederhana tidak harus memakai model premium, sedangkan tugas yang lebih kompleks dapat menggunakan model dengan kemampuan penalaran lebih tinggi.
Satu tagihan rupiah dan faktur pajak
TokenKu.ai menawarkan sistem pay-per-use berdasarkan jumlah token yang benar-benar terpakai. Perusahaan dapat melakukan top-up saldo atau menggabungkan layanan tersebut dengan paket managed service dari Hypernet Technologies.

Skema ini menyederhanakan administrasi karena penyedia AI global umumnya menagih penggunaan API dalam dolar AS dan membutuhkan kartu kredit internasional. Karyawan juga tidak perlu memakai kartu kredit pribadi untuk membayar layanan AI, kemudian mengajukan reimbursement kepada perusahaan.
TokenKu.ai menggabungkan seluruh transaksi ke dalam satu invoice berdenominasi rupiah. Perusahaan juga memperoleh faktur pajak resmi untuk mempermudah pencatatan keuangan dan kepatuhan pajak.
“Dengan TokenKu.ai, manajemen bisa memiliki kontrol penuh atas akses, tata kelola, dan biaya operasional agar lebih tenang dalam mengadopsi AI,” ujar CEO Hypernet Technologies Sudianto Oei.
Anggaran AI dapat dibatasi per divisi
Selain mengurus pembayaran, TokenKu.ai memungkinkan manajemen membuat virtual API key untuk setiap pengguna atau divisi. Perusahaan dapat menentukan model yang boleh tim gunakan, memantau konsumsi token secara real-time, dan memasang batas belanja bulanan.
Fitur tersebut menjawab fenomena Bring Your Own AI atau BYOAI. Fenomena ini muncul ketika karyawan memakai akun dan layanan AI secara mandiri tanpa kebijakan serta pengawasan dari perusahaan.
Penggunaan akun pribadi dapat membuat pengeluaran AI tersebar dan sulit diaudit. Risiko lain muncul ketika karyawan memasukkan informasi perusahaan ke layanan AI tanpa memahami kebijakan penyimpanan data dari penyedia model.
Kebutuhan terhadap tata kelola AI meningkat seiring pertumbuhan adopsinya. Studi Strand Partners untuk AWS mencatat 40 persen bisnis Indonesia telah mengadopsi AI. Dari kelompok tersebut, 75 persen mengaku memperoleh peningkatan produktivitas terukur.
Keamanan data tetap perlu diperiksa
Gateway terpusat dapat meningkatkan pengawasan, tetapi tidak otomatis menghilangkan seluruh risiko keamanan. Perusahaan tetap perlu memeriksa enkripsi, pencatatan metadata, lokasi pemrosesan, masa penyimpanan data, dan kebijakan setiap penyedia model sebelum mengirimkan informasi sensitif.
Hypernet akan memprioritaskan TokenKu.ai untuk sektor telekomunikasi, media dan teknologi, jasa keuangan, serta ritel. Perusahaan berencana memperluas jangkauan layanan tersebut ke sektor lain secara bertahap.
TokenKu.ai menunjukkan bahwa adopsi AI perusahaan tidak lagi bergantung pada banyaknya model yang tersedia. Kemampuan mengendalikan data, biaya, dan penggunaan setiap divisi akan menentukan apakah investasi AI benar-benar menghasilkan manfaat bisnis.