Meta AI Kini Bisa Bertindak Berkat Muse Spark 1.1
Ringkasan Cepat
- Meta AI kini dapat merencanakan dan menjalankan tugas pengguna.
- Kemampuan baru ini ditenagai model Muse Spark 1.1.
- Meta AI dapat terhubung dengan email dan kalender, melakukan riset, serta membuat slide.
- Fitur mulai tersedia di pasar terpilih dan akan diperluas ke WhatsApp.
- Meta belum mengumumkan jadwal peluncurannya di Indonesia.
Meta memperluas kemampuan Meta AI dengan fitur agentic AI yang memungkinkan asisten tersebut menyusun rencana, terhubung dengan email dan kalender, melakukan riset, membuat slide, serta menjalankan tugas untuk pengguna.
Perusahaan mengumumkan fitur baru itu pada 24 Juli 2026 melalui aplikasi Meta AI dan situs meta.ai. Meta mulai menggulirkannya di sejumlah pasar terpilih, lalu berencana memperluas ketersediaan ke lebih banyak negara dan platform, termasuk WhatsApp, dalam beberapa pekan berikutnya.
“Meta AI kini bisa mengambil tindakan langsung untuk menjawab berbagai kebutuhan pengguna,” tulis Meta dalam siaran persnya.
Muse Spark 1.1 Jadi Mesin Agentic AI Meta
Meta mengandalkan Muse Spark 1.1 untuk menjalankan kemampuan agentic AI tersebut. Meta Superintelligence Labs memperkenalkan model ini pada 9 Juli 2026 sebagai model penalaran multimodal yang dirancang untuk tugas berbasis agen.
Muse Spark 1.1 dapat menyusun rencana, menggunakan alat dan aplikasi eksternal, mengoperasikan antarmuka komputer, serta membagi pekerjaan kepada beberapa subagen. Model ini juga memiliki context window hingga satu juta token untuk mempertahankan informasi selama proses kerja yang panjang.
Berbeda dari chatbot biasa yang hanya menjawab prompt, agentic AI dapat menerima tujuan, menentukan langkah, menggunakan alat yang tersedia, lalu menyelesaikan pekerjaan. Pengguna tetap dapat memberikan arahan baru ketika Meta AI sedang menyusun laporan, presentasi, atau rencana.
Meta AI Bisa Menjalankan Tugas Berulang
Meta mencontohkan penggunaan Meta AI untuk menyusun agenda harian berdasarkan kalender, memeriksa jadwal yang bertabrakan, dan mengirimkan ringkasan pada waktu yang ditentukan pengguna.

Pengguna juga dapat membuat tugas berulang, seperti menerima rencana makan mingguan, informasi peluncuran sepatu terbaru, atau pembaruan rutin mengenai topik tertentu. Pengguna cukup menentukan kebutuhan dan jadwalnya satu kali.
Dalam contoh lain, Meta AI dapat membuat program latihan berdasarkan waktu luang pengguna, mencari restoran sesuai jadwal kosong, atau membantu merancang renovasi rumah. Untuk kebutuhan belanja, sistem dapat mencari produk di Facebook Marketplace dan menyusunnya menjadi mood board.
Bisa Melakukan Riset dan Membuat Presentasi
Meta AI juga dapat menghimpun informasi dari web, jurnal penelitian, kreator, dan komunitas di platform Meta. Sistem kemudian merangkum informasi tersebut dan dapat mengubah hasilnya menjadi slide presentasi.
Pengguna tidak perlu menunggu pekerjaan selesai untuk memberikan koreksi. Mereka dapat meminta Meta AI mengubah fokus, mengganti nada tulisan, atau menghapus bagian tertentu ketika proses masih berjalan.
Meta juga menyimpan hasil kerja seperti slide, jadwal latihan, dan mood board dalam satu tempat. Pengguna dapat membuka kembali, mengembangkan, atau membagikan hasil tersebut.
Belum Ada Jadwal Khusus untuk Indonesia
Meta belum mengumumkan daftar lengkap pasar yang menerima fitur agentic AI pada tahap awal. Perusahaan juga belum menjelaskan jadwal peluncuran khusus untuk Indonesia.
Meta hanya memastikan bahwa fitur tersebut mulai tersedia di aplikasi Meta AI dan meta.ai di pasar terpilih. Perusahaan akan membawanya ke lebih banyak negara dan platform, termasuk WhatsApp.
Kehadiran fitur ini menunjukkan bahwa persaingan AI mulai bergeser dari kemampuan menjawab pertanyaan menuju kemampuan menjalankan tindakan. Namun, manfaat agentic AI tetap bergantung pada akurasi, kontrol izin, dan transparansi saat sistem menggunakan data atau aplikasi milik pengguna.