Editorial Topic
AI & Data Center

ManageEngine Dorong ROI AI lewat Manajemen TI Terpadu

3 menit baca
AdvertisementResponsive Banner

Ringkasan Cepat

  • ManageEngine mendorong perusahaan mengukur dampak bisnis dari adopsi AI.
  • Manajemen TI terpadu menyatukan data endpoint, jaringan, aplikasi, dan layanan TI.
  • Endpoint Central mencatat ROI 442 persen dalam studi yang dipesan ManageEngine.
  • Angka tersebut tidak menjamin setiap proyek AI menghasilkan keuntungan serupa.

ManageEngine, divisi manajemen teknologi informasi milik Zoho Corporation, menawarkan pendekatan manajemen TI terpadu untuk membantu perusahaan mengubah adopsi kecerdasan buatan atau AI menjadi hasil bisnis yang terukur.

ManageEngine menilai perusahaan tidak cukup menghitung jumlah alat AI atau pengguna aktif. Perusahaan perlu mengukur dampaknya terhadap produktivitas, biaya operasional, waktu henti sistem, kualitas layanan, dan pertumbuhan bisnis.

Survei PwC Global Workforce Hopes and Fears 2025 menunjukkan 69 persen pekerja Indonesia memakai AI untuk bekerja dalam 12 bulan terakhir. Sebanyak 16 persen menggunakan AI generatif setiap hari. Dari kelompok pengguna harian itu, 96 persen mengaku lebih produktif, sedangkan pengguna yang jarang memakai GenAI mencatat 75 persen.

Namun, peningkatan produktivitas yang pekerja rasakan belum otomatis menghasilkan keuntungan. Perusahaan baru memperoleh nilai ketika AI mempercepat proses, menambah output, menurunkan biaya, atau menjaga layanan tetap berjalan.

ManageEngine Andalkan Manajemen TI Terpadu

ManageEngine melihat kompleksitas sistem sebagai salah satu penghambat ROI AI. Perusahaan kini mengoperasikan aplikasi, endpoint, jaringan, cloud, sistem lokal, dan layanan hybrid secara bersamaan.

Tim TI sulit menemukan sumber masalah ketika setiap sistem memakai alat dan data yang terpisah. Gangguan akses aplikasi, misalnya, bisa berasal dari jaringan, perangkat pengguna, autentikasi, atau infrastruktur pendukung.

“Pembicaraan kini bergerak melampaui seberapa cepat organisasi dapat menerapkan teknologi baru menuju seberapa efektif mereka mengubahnya menjadi hasil bisnis yang terukur,” kata Hanief Bastian, Technical Manager ManageEngine.

AdvertisementIn-Article Banner

Menurut Hanief, tim TI membutuhkan visibilitas yang lebih luas, operasi yang lebih sederhana, dan keselarasan antara investasi teknologi dengan kebutuhan bisnis.

Produk ManageEngine Bantu Mengukur ROI

ManageEngine menyediakan rangkaian produk untuk manajemen endpoint, layanan TI, operasi jaringan, identitas, keamanan, dan analitik. Salah satunya ialah Endpoint Central, platform yang menyatukan pengelolaan dan keamanan perangkat dalam satu konsol.

ManageEngine juga memperluas Zia Agents ke rangkaian produknya pada 21 Mei 2026. Agen AI tersebut membantu tim TI mendiagnosis masalah, menyaring peringatan, menjalankan alur kerja, dan memberikan rekomendasi tindakan.

Sistem terpadu memberi AI lebih banyak konteks untuk membaca pola dan menemukan sumber gangguan. Tim TI kemudian dapat menghubungkan metrik teknis dengan hasil bisnis.

Sebagai contoh, perusahaan dapat menerjemahkan waktu penyelesaian tiket menjadi jam kerja yang kembali produktif. Perusahaan juga dapat menghitung penurunan downtime sebagai transaksi yang tetap berjalan atau layanan pelanggan yang tidak terganggu.

Studi Total Economic Impact dari Forrester Consulting, yang ManageEngine pesan pada 2025, mencatat organisasi komposit pengguna Endpoint Central meraih ROI 442 persen selama tiga tahun. Studi itu juga menghitung manfaat senilai 4,5 juta dollar AS dan periode balik modal kurang dari enam bulan.

Angka tersebut menggambarkan ROI pengelolaan endpoint, bukan bukti bahwa setiap proyek AI akan menghasilkan keuntungan serupa. Forrester menyusun hasil itu melalui wawancara pelanggan dan model organisasi komposit. Hasil setiap perusahaan tetap bergantung pada skala penggunaan, biaya implementasi, kualitas data, kesiapan karyawan, dan target bisnis.

AI Harus Menjawab Masalah Bisnis

Perusahaan perlu menetapkan indikator sebelum menerapkan AI. Indikator itu dapat mencakup waktu kerja, biaya, jumlah tiket, downtime, output, atau kepuasan pelanggan.

Manajemen TI terpadu dapat menyediakan data dan visibilitas untuk mengukur indikator tersebut. Namun, perusahaan tetap harus memilih masalah yang tepat dan mengevaluasi hasilnya secara berkala.

Adopsi AI yang tinggi memberi Indonesia modal awal. Keuntungan baru muncul ketika perusahaan dapat membuktikan bahwa AI memperbaiki operasi, bukan sekadar menambah alat baru.