Roblox Siapkan AI Pembuat Gim dari Prompt
Ringkasan Cepat
- Roblox memperluas fitur Build untuk membuat gim melalui prompt.
- Pengguna telah menerbitkan sekitar 9.000 gim melalui Build.
- Sebanyak 71 persen pengguna Build belum pernah memakai Roblox Studio.
- Scene Generator dapat membuat layout dari teks dan gambar referensi.
- Roblox belum mengumumkan jadwal ketersediaan fitur ini di Indonesia.
Roblox Corporation memperluas penggunaan kecerdasan buatan untuk membantu pengguna mengembangkan gim melalui prompt. Perusahaan mengandalkan fitur Build dan Scene Generator untuk memangkas proses pembuatan konsep, aset, serta layout permainan.
Roblox memperkenalkan pembaruan tersebut dalam Roblox Developers Conference (RDC) 2026. Perusahaan ingin menurunkan hambatan teknis agar lebih banyak pengguna dapat membuat gim tanpa harus langsung menguasai seluruh fungsi Roblox Studio.
Roblox Build Ubah Prompt Menjadi Gim
Build hadir sebagai tab di dalam aplikasi Roblox. Pengguna dapat memasukkan instruksi melalui prompt, kemudian memakai hasilnya sebagai dasar untuk membuat dan menerbitkan gim.
“Build memungkinkan siapa pun membuat dan menerbitkan gim hanya dengan memberikan prompt,” tulis Roblox dalam siaran persnya.
Roblox pertama kali menguji Build melalui program alpha di Selandia Baru. Perusahaan kini memperluas public alpha ke Serbia dan Singapura.
Sejak uji coba tersebut, pengguna telah menerbitkan sekitar 9.000 gim melalui Build. Roblox juga mencatat 71 persen pengguna yang membuat gim dengan fitur ini sebelumnya belum pernah memakai Roblox Studio. Perusahaan menghitung data tersebut hingga 1 September 2026.
Angka itu menunjukkan bahwa Build tidak hanya mempercepat pekerjaan kreator lama. Fitur tersebut juga membawa kelompok pengguna baru ke proses pengembangan gim.
Scene Generator Buat Layout dari Teks dan Gambar
Roblox juga menyiapkan Scene Generator untuk Build dan Roblox Studio. Perusahaan menargetkan fitur tersebut hadir sebelum akhir 2026.
Scene Generator dapat menerima prompt teks dan gambar referensi. Sistem AI kemudian membuat layout permainan yang berfungsi berdasarkan instruksi pengguna. Kreator dapat membawa hasil tersebut ke Roblox Studio untuk menyesuaikan desain, mekanisme, dan detail teknisnya.
Kemampuan ini berbeda dari generator gambar biasa. Scene Generator tidak hanya menghasilkan tampilan visual, tetapi juga menyusun lingkungan yang dapat menjadi bagian dari permainan.
Meski demikian, hasil AI tidak otomatis menjadi gim komersial yang siap terbit. Kreator tetap perlu memeriksa alur permainan, performa, interaksi, keamanan, dan kualitas aset sebelum membagikannya kepada pemain.
Roblox Tambah Kontrol bagi Kreator
Roblox menambah sejumlah fitur agar kreator memiliki kendali lebih besar terhadap hasil Build. Pembaruan itu mencakup pustaka aset, akses melalui desktop, serta kontrol untuk melakukan iterasi terhadap gim.
Kreator juga dapat melihat data analitik dan menambahkan monetisasi. Dalam waktu dekat, Roblox akan mengizinkan kreator menjalankan iklan untuk gim langsung melalui ponsel.
Perusahaan ingin menghubungkan Build dan Roblox Studio dengan lebih erat. Pengguna dapat memulai konsep melalui prompt di aplikasi, lalu melanjutkan pengembangan yang lebih rumit melalui Studio.
Roblox turut menyiapkan kemampuan NPC baru. Salah satu kemampuan tersebut memungkinkan karakter nonpemain menjalankan playtest untuk membantu kreator memeriksa jalannya permainan. Roblox menargetkan fitur NPC ini hadir sebelum akhir 2026.
Indonesia Belum Mendapat Jadwal Peluncuran
Saat ini, Roblox belum memasukkan Indonesia ke dalam wilayah public alpha Build. Perusahaan juga belum mengumumkan jadwal ekspansi Scene Generator untuk setiap negara.
Roblox belum menjelaskan bahasa prompt yang didukung, batas penggunaan, biaya komputasi, hak atas aset buatan AI, serta data yang perusahaan gunakan untuk melatih modelnya. Penjelasan tersebut penting bagi kreator yang ingin memakai hasil AI untuk proyek komersial.
Build dan Scene Generator dapat mempercepat proses dari ide menuju prototipe. Namun, kualitas gim tetap bergantung pada keputusan kreator dalam menyusun mekanisme, menguji permainan, serta memperbaiki hasil yang AI buat.