Editorial Topic
Sustainability & CSR

AWS Siapkan Rp8,8 Triliun untuk Pelatihan Mahasiswa

3 menit baca
AdvertisementResponsive Banner

Ringkasan Cepat

  • AWS mengalokasikan sumber daya senilai lebih dari USD 500 juta atau sekitar Rp8,8 triliun untuk mahasiswa global.
  • Program Student Rewards menawarkan pelatihan, kredit AWS, dan voucher sertifikasi dengan nilai maksimal USD 579 per mahasiswa.
  • Mahasiswa berusia minimal 18 tahun harus memverifikasi status akademiknya melalui SheerID.
  • Angka Rp8,8 triliun bukan dana tunai dan bukan alokasi khusus untuk Indonesia.

Amazon Web Services (AWS) menyiapkan sumber daya senilai lebih dari USD 500 juta atau sekitar Rp8,8 triliun untuk membantu mahasiswa mempelajari teknologi cloud dan kecerdasan buatan. AWS menyalurkan komitmen global tersebut melalui program Student Rewards di AWS Builder Center.

Program ini menyasar mahasiswa berusia minimal 18 tahun yang masih menempuh pendidikan di perguruan tinggi terakreditasi. Peserta dapat memperoleh akses pelatihan premium, kredit untuk memakai layanan AWS, serta voucher ujian sertifikasi.

Namun, AWS tidak membagikan dana Rp8,8 triliun secara tunai kepada mahasiswa. Nominal tersebut mencerminkan nilai total sumber daya yang perusahaan alokasikan untuk peserta di seluruh dunia. AWS juga belum membeberkan porsi khusus untuk Indonesia maupun target jumlah mahasiswa Indonesia yang dapat mengikuti program tersebut.

Mahasiswa Bisa Akses 900 Kursus AWS

Mahasiswa yang lolos verifikasi dan melengkapi profil AWS Builder Center akan memperoleh akses AWS Skill Builder Premium selama 12 bulan. AWS menilai langganan ini sebesar USD 449 atau sekitar Rp7,9 juta per mahasiswa.

Skill Builder Premium mencakup lebih dari 900 kursus, laboratorium praktik, materi persiapan ujian sertifikasi, serta pembelajaran berbasis permainan. Materinya meliputi dasar komputasi awan, pengembangan aplikasi, data, keamanan siber, machine learning, dan kecerdasan buatan generatif.

AdvertisementIn-Article Banner

“Kami mengalokasikan lebih dari USD 500 juta untuk mendukung talenta generasi mendatang di bidang cloud dan AI, dengan memberikan workshop praktik langsung, kredit cloud, dan voucher sertifikasi kepada mahasiswa di seluruh dunia agar mereka tidak hanya belajar, tetapi juga dapat berkarya,” kata Vice President of Global Education and Local Government AWS, Kim Majerus.

AWS menilai keseluruhan manfaat Student Rewards dapat mencapai USD 579 atau sekitar Rp10,2 juta per mahasiswa. Nilai tersebut menggabungkan langganan Skill Builder Premium, kredit AWS senilai USD 30, dan voucher ujian sertifikasi senilai USD 100.

Kredit dan Sertifikasi Memerlukan Lencana

Mahasiswa tidak langsung memperoleh seluruh manfaat ketika menyelesaikan pendaftaran. AWS menerapkan sistem lencana untuk mendorong peserta tetap aktif di Builder Center.

Peserta yang mengumpulkan tujuh lencana dapat mengeklaim kredit AWS senilai USD 10. Ketika mencapai 14 lencana, mahasiswa memperoleh tambahan kredit USD 20. Selanjutnya, 21 lencana membuka akses menuju voucher ujian AWS Foundational Certification senilai USD 100.

Mahasiswa dapat mengumpulkan lencana dengan menerbitkan artikel, membagikan proyek, memberikan komentar, dan menjaga aktivitasnya dalam komunitas. Mekanisme ini mendorong peserta membangun profil publik sekaligus menunjukkan pengalaman praktik kepada calon pemberi kerja.

Perkuat Talenta Cloud dan AI Indonesia

Di Indonesia, AWS mengeklaim telah melatih lebih dari 1,3 juta orang sejak 2017. Perusahaan menjalankan program tersebut melalui AWS Educate, AWS Academy, Skill Builder, re/Start, Terampil di Awan, IndonesiapandAI, dan Mastering AI for Nation-building.

Meski demikian, AWS belum merinci jumlah peserta yang menyelesaikan pelatihan, meraih sertifikasi, atau memperoleh pekerjaan setelah mengikuti program-program tersebut.

Student Rewards dapat memperluas akses mahasiswa terhadap pelatihan cloud dan AI tanpa biaya langganan. Namun, dampak akhirnya akan bergantung pada kemampuan peserta mengubah kursus, kredit cloud, dan sertifikasi itu menjadi proyek serta kompetensi nyata yang relevan dengan kebutuhan industri.