Editorial Topic
AI & Data Center

Lewat Cinghe AI Campus, Wi-Fi Huawei Bisa Deteksi Orang dan Kamera Tersembunyi

3 menit baca
AdvertisementResponsive Banner

Ringkasan Cepat

  • Huawei membawa pembaruan Xinghe AI Campus ke kawasan Asia-Pasifik.
  • Teknologi Wi-Fi CSI dapat mendeteksi keberadaan dan gerakan manusia melalui perubahan sinyal Wi-Fi.
  • Huawei juga menawarkan access point yang dapat mendeteksi kamera tersembunyi dengan pemindaian sinyal dan AI.
  • Kedua fungsi memakai mekanisme berbeda dan tidak berarti Wi-Fi dapat mengenali identitas seseorang.

Huawei membawa teknologi Wi-Fi yang tidak lagi hanya berfungsi untuk menghubungkan perangkat ke internet. Melalui Xinghe AI Campus, perusahaan memanfaatkan access point (AP) untuk mendeteksi keberadaan manusia di dalam ruangan hingga membantu menemukan kamera tersembunyi.

Huawei memperkenalkan pembaruan Xinghe Intelligent Network untuk Asia-Pasifik dalam Huawei Network Summit 2026 Asia-Pacific di Bali, 14 Agustus 2026. Xinghe AI Campus menjadi salah satu dari empat bagian solusi tersebut bersama Xinghe AI Fabric 2.0, Xinghe Intelligent WAN, dan Xinghe AI Network Security.

Huawei mengandalkan teknologi Wi-Fi Channel State Information (CSI) untuk fungsi pendeteksian manusia. Teknologi ini menganalisis perubahan karakteristik sinyal Wi-Fi ketika manusia bergerak atau berada di dalam area jangkauan AP.

Huawei mengklaim teknologi tersebut mampu mendeteksi keberadaan manusia hingga perubahan gerakan dalam skala sentimeter. Perusahaan mengarahkan fitur ini untuk kebutuhan seperti keamanan ruangan, pemantauan area, dan otomatisasi gedung.

Wi-Fi CSI Mendeteksi Keberadaan, Bukan Identitas

Wi-Fi CSI tidak bekerja seperti kamera pengawas. Sistem tidak mengambil gambar wajah atau mengenali identitas seseorang. AP membaca perubahan pada gelombang radio yang terjadi ketika tubuh manusia memengaruhi jalur propagasi sinyal.

Huawei sebelumnya menjelaskan bahwa access point dapat bekerja menyerupai “sonar” dengan mengirim dan menerima sinyal, lalu menganalisis perubahan kanal akibat gerakan di dalam ruangan. Perusahaan menyebut penggunaan Wi-Fi CSI antara lain untuk mendeteksi keberadaan penghuni kamar hotel, intrusi di area terbatas, dan kebutuhan otomatisasi gedung.

AdvertisementIn-Article Banner

Konsep Wi-Fi sensing sendiri tidak hanya berasal dari Huawei. IEEE telah menerbitkan standar IEEE 802.11bf-2025 untuk meningkatkan kemampuan Wireless LAN Sensing pada jaringan Wi-Fi.

Access Point Huawei Bisa Cari Kamera Tersembunyi

Huawei juga membawa fungsi berbeda untuk mendeteksi kamera tersembunyi. Perusahaan memasukkan fitur tersebut ke lini iGuard AP dan sejumlah produk jaringan untuk usaha kecil dan menengah.

Berbeda dari Wi-Fi CSI yang mendeteksi manusia melalui perubahan gelombang radio, fitur pendeteksi kamera memakai pemindaian spektrum dan algoritma AI untuk mencari karakteristik perangkat kamera.

Huawei mengklaim iGuard AP mampu mengidentifikasi 110 model kamera dari 62 merek. Sistem dapat mendeteksi kamera yang memakai Wi-Fi, jaringan seluler, maupun penyimpanan lokal seperti kartu SD.

Dalam pengumuman terbarunya di Bali, Huawei turut memperkenalkan lebih dari 20 produk eKit untuk segmen UKM. Portofolio itu mencakup AP637H dan DF10, yang Huawei tempatkan sebagai perangkat untuk membantu mendeteksi kamera tersembunyi di kantor, toko, sekolah, dan hotel.

Huawei belum menjelaskan tingkat akurasi deteksi kamera pada kondisi penggunaan nyata dalam materi peluncuran Asia-Pasifik tersebut. Karena itu, efektivitas fitur tetap bergantung pada konfigurasi perangkat, lingkungan radio, serta jenis kamera yang pengguna hadapi.

Meski begitu, langkah Huawei menunjukkan perubahan fungsi access point di jaringan modern. Perangkat Wi-Fi kini mulai berkembang dari sekadar penyedia koneksi menjadi sensor ruang dan bagian dari sistem keamanan gedung.