Editorial Topic
AI & Data Center

BSSN-Huawei Siapkan Keamanan Siber Era AI dan Quantum

3 menit baca
AdvertisementResponsive Banner

Ringkasan Cepat

  • BSSN dan Huawei memperbarui kerja sama keamanan siber pada 10 Agustus 2026.
  • Fokus kolaborasi kini mencakup pertahanan berbasis AI, keamanan siber industri, dan tantangan komputasi kuantum.
  • Sejak 2019, kedua pihak mencatat lebih dari 200 kegiatan dengan lebih dari 39.000 peserta.
  • MoU terbaru belum merinci implementasi teknis terkait post-quantum cryptography.

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Huawei Indonesia memperluas kerja sama keamanan siber untuk menghadapi perkembangan ancaman di era kecerdasan buatan atau AI dan komputasi kuantum.

Kedua pihak memperbarui Nota Kesepahaman (MoU) mengenai pengembangan keamanan siber di Jakarta pada 10 Agustus 2026. Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi dan CEO Huawei Indonesia Guo Hailong menandatangani kesepakatan tersebut, sementara Huawei Global Cybersecurity and Privacy Officer Sean Yang turut menyaksikan proses penandatanganan.

Kerja sama BSSN-Huawei sebenarnya sudah berjalan sejak 29 Oktober 2019. Kedua pihak kemudian memperbarui kesepakatan pada 2021, 2023, dan kembali pada 2026.

“Pembaruan Nota Kesepahaman ini bukan sekadar memperpanjang masa kerja sama, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam membangun kapasitas keamanan siber nasional,” kata Nugroho.

BSSN-Huawei Masuk ke Pertahanan Berbasis AI

Pembaruan kali ini memperluas cakupan kerja sama. BSSN dan Huawei tidak hanya menjalankan pelatihan keamanan siber, tetapi juga memasukkan pengembangan keterampilan di bidang pertahanan berbasis AI dan keamanan siber industri.

AdvertisementIn-Article Banner

Kedua pihak juga memasukkan AI dan komputasi kuantum sebagai tantangan yang perlu mereka antisipasi melalui pertukaran pengetahuan lintas negara dan pengembangan talenta.

Perkembangan tersebut sejalan dengan perubahan lanskap keamanan siber global. National Institute of Standards and Technology (NIST) membagi hubungan AI dan keamanan siber ke tiga fokus utama: mengamankan sistem AI, menggunakan AI untuk membantu pertahanan siber, serta menghadapi serangan siber yang memanfaatkan AI.

AI juga membawa karakter dual-use. Teknologi ini dapat membantu organisasi mendeteksi anomali dan merespons insiden, tetapi pelaku serangan juga dapat memakainya untuk memperbesar skala dan mengotomatisasi serangan.

Sudah Gelar Lebih dari 200 Kegiatan Siber

BSSN dan Huawei mencatat lebih dari 200 kegiatan dengan lebih dari 39.000 peserta sejak kerja sama mereka berjalan.

Kegiatannya mencakup seminar, pelatihan, kampanye peningkatan kesadaran, penyusunan makalah riset bersama, maturity assessment, pengembangan kapabilitas, serta pertukaran praktik terbaik berdasarkan standar global.

Menurut BSSN, keterlibatan sektor swasta menjadi bagian penting dalam pendekatan quad-helix untuk memperkuat keamanan ruang siber nasional. BSSN berharap kerja sama tersebut dapat mendorong lebih banyak program yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Quantum Mulai Jadi Perhatian Keamanan Siber

Komputasi kuantum menjadi perhatian karena komputer kuantum yang cukup kuat pada masa depan berpotensi mematahkan sejumlah sistem kriptografi kunci publik yang sekarang melindungi komunikasi dan data digital. NIST karena itu telah menerbitkan tiga standar utama post-quantum cryptography dan mendorong organisasi mulai menyiapkan migrasi ke kriptografi yang tahan terhadap ancaman quantum.

Namun, BSSN dan Huawei belum menyatakan bahwa kerja sama terbaru mencakup penerapan post-quantum cryptography. Keterangan resmi hanya memasukkan komputasi kuantum sebagai salah satu tantangan keamanan yang menjadi perhatian, tanpa merinci teknologi, algoritma, target implementasi, maupun jadwal penerapannya.

Karena itu, tantangan berikutnya terletak pada implementasi. Setelah menjalankan lebih dari 200 kegiatan dan menjangkau puluhan ribu peserta, ukuran keberhasilan kerja sama BSSN-Huawei akan bergeser dari jumlah pelatihan menuju kemampuan menghadapi ancaman nyata yang muncul bersama AI, keamanan industri, dan perkembangan komputasi kuantum.