Burson Akuisisi Limbik, Perusahaan Dibalik AI Prediksi Audiens
Ringkasan Cepat
- Burson mengakuisisi Limbik, perusahaan AI kognitif pengembang Decipher.
- Decipher memakai AI untuk memprediksi tingkat kepercayaan dan potensi viral sebuah pesan.
- Burson akan membawa teknologi dan tim Limbik ke dalam perusahaan serta memperluas Decipher melalui WPP Open.
- Nilai transaksi akuisisi tidak diungkap.
Burson, agensi komunikasi global di bawah WPP, mengakuisisi Limbik Inc., perusahaan AI kognitif yang ikut mengembangkan Decipher, platform predictive intelligence untuk memprediksi respons audiens terhadap sebuah pesan.
Burson mengumumkan transaksi tersebut di New York pada 12 Agustus 2026. Melalui akuisisi ini, Burson membawa teknologi, tim engineering, dan tim riset AI Limbik ke dalam perusahaan. Kedua perusahaan sebelumnya sudah mengembangkan kekayaan intelektual Decipher bersama selama sekitar dua tahun.
Burson menilai akuisisi ini penting karena Decipher sudah menjadi bagian dari strategi komunikasi berbasis AI perusahaan. Platform tersebut membantu klien menguji pesan sebelum menyampaikannya kepada publik, termasuk memperkirakan tingkat kepercayaan dan potensi sebuah pesan menjadi viral.
Decipher Prediksi Reaksi Audiens dengan AI
Decipher menjadi aset utama dalam akuisisi Limbik. Platform ini memakai AI untuk memperkirakan bagaimana audiens akan menilai komunikasi sebuah brand sebelum pesan benar-benar dipublikasikan.
Burson menjelaskan bahwa Decipher mengukur dua indikator utama, yakni believability dan virality. Believability menunjukkan seberapa besar kemungkinan audiens mempercayai sebuah pesan. Sementara itu, virality memperkirakan potensi pesan menyebar dan menarik respons publik.
Burson menyebut Decipher mampu memprediksi relevansi komunikasi brand terhadap audiens di lebih dari 60 negara. Perusahaan juga sudah memakai mesin prediktif tersebut untuk mendukung sejumlah solusi AI, seperti Reputation Capital, Culture Up, GEO, dan strategi influencer.
Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat menguji pesan lebih awal sebelum menjalankan kampanye, merilis pernyataan, atau mengambil keputusan komunikasi yang berpotensi memengaruhi reputasi.
CEO Burson Corey duBrowa mengatakan Decipher sudah menjadi bagian penting dari layanan perusahaan.
“Inovasi ini bukan lagi layanan tambahan, melainkan fondasi dari setiap pekerjaan yang kami lakukan untuk klien,” kata duBrowa.
Menurut duBrowa, akuisisi Limbik memberi Burson kendali lebih besar terhadap arah pengembangan teknologi sekaligus mempercepat pembuatan solusi baru untuk klien.
Tim Limbik Bergabung dengan Burson
Burson juga akan membawa Decipher lebih jauh ke jaringan WPP melalui WPP Open. Langkah ini memperkuat integrasi teknologi AI Burson ke dalam ekosistem WPP.
Akuisisi ini turut membawa dua pendiri Limbik ke dalam struktur Burson. Zach Schwitzky akan menjabat Global Head of Innovation, AI Platforms and Products. Josh Levin akan menjadi Global Head of Innovation, Clients & Growth. Keduanya akan melapor kepada Chad Latz, Global Chief Innovation Officer.
Tim Limbik juga bergabung dengan tim Innovation Burson untuk mengembangkan konsultasi dan produk berbasis AI di berbagai wilayah operasi perusahaan.
Burson tidak mengungkap nilai transaksi akuisisi Limbik.
AI Mulai Dipakai untuk Menguji Pesan
Bagi industri komunikasi, transaksi ini menunjukkan bahwa penggunaan AI mulai bergerak lebih jauh dari sekadar membuat teks, gambar, atau materi kreatif. Burson ingin memakai AI untuk menguji kemungkinan respons manusia sebelum sebuah pesan menjangkau publik.
Teknologi seperti Decipher berpotensi membantu perusahaan mengurangi risiko komunikasi dan membuat keputusan lebih cepat. Namun, kemampuan memprediksi respons audiens tetap bergantung pada kualitas model, data, serta konteks yang dianalisis.
Dengan mengakuisisi Limbik, Burson tidak hanya membeli perusahaan AI. Perusahaan juga mengamankan teknologi yang kini menjadi bagian penting dari strategi komunikasi berbasis data dan prediksi audiens.