Meta dan Shopee Uji Iklan Afiliasi di Asia Tenggara
Ringkasan Cepat
- Meta dan Shopee menguji iklan afiliasi di beberapa pasar Asia Tenggara.
- Brand dapat mempromosikan konten afiliasi kreator sebagai iklan berbayar.
- Kreator harus memberikan persetujuan sebelum brand memakai kontennya.
- Meta akan mendistribusikan iklan kepada audiens yang relevan.
- Shopee dan Meta belum mengungkap negara serta jadwal perluasan fitur.
Meta dan Shopee mulai menguji solusi iklan afiliasi di sejumlah pasar Asia Tenggara. Fitur ini memungkinkan penjual dan brand di Shopee memperluas jangkauan konten afiliasi kreator melalui iklan berbayar di platform Meta.
Shopee dan Meta menjalankan uji coba tersebut secara terbatas. Keduanya berencana membawa fitur ini ke lebih banyak pasar dalam beberapa bulan mendatang, tetapi belum mengungkap daftar negara, jadwal peluncuran, dan kriteria peserta uji coba.
Uji coba iklan afiliasi melengkapi kemitraan Shopee Affiliate di Instagram. Melalui integrasi tersebut, kreator yang memenuhi syarat dapat menautkan produk Shopee langsung ke konten Reels dan Feed, kemudian mendapat komisi ketika audiens menyelesaikan pembelian yang memenuhi ketentuan.
Brand Bisa Promosikan Konten Kreator
Dalam skema iklan afiliasi, penjual dan brand dapat memilih konten kreator yang menghasilkan respons positif dari audiens. Mereka kemudian dapat memperluas konten tersebut sebagai promosi berbayar melalui sistem iklan Meta.
Brand tetap harus meminta persetujuan kreator sebelum menggunakan kontennya. Meta juga akan memberikan label yang jelas untuk membedakan iklan berbayar dari konten organik. Sistem periklanan Meta selanjutnya membantu brand menjangkau kelompok pengguna yang relevan.
Langkah ini memberi brand cara baru untuk memanfaatkan konten afiliasi yang sudah terbukti menarik perhatian atau mendorong transaksi. Brand tidak perlu selalu membuat materi iklan dari awal karena mereka dapat memperkuat konten kreator yang telah beredar secara organik.
Bagi kreator, fitur ini berpotensi memperluas jangkauan konten sekaligus membuka peluang pendapatan dari transaksi afiliasi. Namun, Shopee dan Meta belum menjelaskan apakah kreator akan mendapat bayaran tambahan ketika brand memakai kontennya sebagai iklan.
Keduanya juga belum mengungkap aturan mengenai durasi penggunaan konten, hak penyuntingan, pembagian komisi, dan mekanisme pencabutan izin.
Shopee Perluas Iklan di Luar Aplikasi
Shopee sebelumnya telah menyediakan Meta Collaborative Ads atau CPAS bagi penjual. Layanan tersebut memungkinkan penjual menayangkan iklan produk Shopee di luar aplikasi marketplace melalui ekosistem Meta.
Iklan afiliasi membawa pendekatan berbeda karena materi utamanya berasal dari kreator. Brand dapat memakai video ulasan, rekomendasi, tutorial, atau demonstrasi produk sebagai materi promosi berbayar setelah memperoleh izin.
Strategi ini menggabungkan jangkauan iklan Meta, katalog produk Shopee, dan pengaruh kreator dalam satu jalur pemasaran. Instagram menangani penemuan produk melalui konten, sedangkan Shopee memproses transaksi dan mencatat komisi afiliasi.
Managing Director Meta Singapore, Nicole Tan, mengatakan kemitraan tersebut bertujuan membuka lebih banyak peluang pendapatan bagi kreator dari konten yang mereka buat.
Uji coba ini menunjukkan bahwa Meta dan Shopee tidak lagi melihat kreator hanya sebagai penyebar tautan produk. Keduanya mulai menempatkan konten kreator sebagai materi iklan berbasis performa. Keberhasilannya akan bergantung pada transparansi iklan, perlindungan hak kreator, dan kejelasan pembagian nilai ketika brand memakai konten tersebut untuk mendorong penjualan.