Editorial Topic
Gadget

STEPX Neo Jadi HP Agentic, Apa Bedanya dari HP Biasa?

3 menit baca
AdvertisementResponsive Banner

Ringkasan Cepat

  • StepFun memperkenalkan STEPX Neo sebagai smartphone berbasis AI agent.
  • AI Amoo dapat memahami tujuan, merencanakan langkah, dan menjalankan tugas lintas aplikasi.
  • Step AOS memberi AI akses lebih dalam ke sistem, file, aplikasi, dan pengaturan.
  • Harga, spesifikasi, jadwal penjualan, dan ketersediaan global belum diumumkan.

Perusahaan kecerdasan buatan asal China, StepFun, memperkenalkan STEPX Neo sebagai smartphone dengan konsep agentic AI. Perusahaan mengklaim perangkat ini sebagai ponsel pertama yang mengintegrasikan model AI, sistem operasi, dan hardware untuk menjalankan tugas pengguna secara mandiri.

StepFun memperkenalkan STEPX Neo dalam acara peluncuran yang berlangsung di Shanghai pada 13 Juli 2026. Ponsel tersebut menjalankan sistem operasi Step AOS dan membawa agen AI personal bernama Amoo.

Namun, StepFun belum mengungkap spesifikasi utama seperti chipset, kapasitas baterai, kamera, memori, harga, dan jadwal penjualan. Karena itu, STEPX Neo saat ini masih berstatus perangkat yang diperkenalkan, bukan produk yang sudah tersedia secara luas.

Apa Itu HP Agentic?

Smartphone biasa menunggu pengguna menjalankan setiap langkah. Pengguna harus membuka aplikasi, memilih menu, memasukkan informasi, lalu mengonfirmasi tindakan.

HP agentic menawarkan cara kerja berbeda. Pengguna cukup menyampaikan tujuan melalui bahasa alami. AI kemudian memahami permintaan, menyusun rencana, memilih layanan, dan menjalankan beberapa langkah untuk menyelesaikan tugas.

Sebagai contoh, pengguna dapat meminta ponsel mencari tiket perjalanan, memilih hotel, membuat jadwal, lalu menyiapkan pembayaran. Pada smartphone biasa, pengguna harus berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain. Pada STEPX Neo, Amoo secara teori dapat mengatur rangkaian tugas tersebut dari satu perintah.

AdvertisementIn-Article Banner

Amoo Bisa Menjalankan Tugas Lintas Aplikasi

Amoo bekerja sebagai agen AI tingkat sistem, bukan sekadar chatbot yang menjawab pertanyaan. StepFun merancang Step AOS agar AI dapat memanggil fungsi komunikasi, aplikasi, file, dan pengaturan perangkat.

Sistem tersebut memecah kemampuan ponsel menjadi unit kecil melalui standar Model Context Protocol atau MCP. Amoo kemudian dapat menggabungkan kemampuan tersebut sesuai kebutuhan pengguna.

StepFun juga menggandeng sejumlah layanan China, termasuk Alipay, Meituan, Didi, Ctrip, Baidu, JD.com, WPS, dan CapCut. Kerja sama itu membuka peluang bagi Amoo untuk memesan transportasi, mencari makanan, merencanakan perjalanan, mengolah dokumen, dan membuat konten lintas layanan.

AI Mengingat Kebiasaan Pengguna

Step AOS membawa sistem memori yang dapat menyimpan konteks, kebiasaan, dan preferensi pengguna. StepFun mengklaim sistem tersebut dapat mengambil informasi dari memori dalam waktu mulai 15 milidetik.

STEPX Neo juga memakai model lokal bernama Step Edge. Model tersebut menangani tugas ringan langsung di perangkat, sedangkan sistem cloud membantu menyelesaikan tugas yang membutuhkan pemrosesan lebih kompleks.

Pendekatan ini membedakan STEPX Neo dari ponsel yang hanya menambahkan chatbot atau fitur penyuntingan foto berbasis AI. StepFun menempatkan AI sebagai pengendali utama interaksi antara pengguna, sistem operasi, dan aplikasi.

Akses AI Memunculkan Risiko Keamanan

Kemampuan menjalankan tindakan secara mandiri juga membawa risiko. AI dapat mengakses pesan, file, lokasi, aplikasi, dan layanan pembayaran.

StepFun mengklaim Step AOS memberikan izin sesuai kebutuhan dan mencabutnya setelah tugas selesai. Sistem juga mencatat setiap tindakan, menyediakan opsi penghapusan memori, dan memungkinkan pengguna membatalkan kesalahan dengan satu perintah.

Meski begitu, StepFun masih perlu membuktikan keamanan, konsistensi, dan akurasi Amoo dalam penggunaan nyata. Klaim sebagai ponsel agentic pertama juga berasal dari perusahaan dan belum memiliki definisi industri yang dapat membedakannya secara mutlak dari ponsel AI lain.

STEPX Neo memperlihatkan arah baru industri smartphone: pengguna tidak lagi mengoperasikan setiap aplikasi, tetapi menyerahkan rangkaian tugas kepada AI. Keberhasilannya akan bergantung pada seberapa aman dan akurat Amoo menjalankan perintah, bukan hanya pada seberapa pintar AI menjawab pertanyaan.