BagusTech – Samsung menegaskan bahwa penguatan teknologi kecerdasan buatan (AI) di kamera smartphone bukan langkah baru yang muncul belakangan. Perusahaan telah mengembangkan dan menyempurnakan AI kamera secara berkelanjutan sejak peluncuran Galaxy S9 pada 2018, jauh sebelum AI generatif menjadi tren utama industri teknologi global.
Dalam siaran pers yang dirilis di Jakarta pada 9 Februari 2026, Samsung menyatakan bahwa AI kini menjadi fondasi utama pengembangan kamera smartphone, khususnya di Galaxy S Series. Teknologi ini berperan penting dalam seluruh proses fotografi, mulai dari pengambilan gambar, pemrosesan, hingga penyuntingan foto dan video secara real-time.
Baca Juga
- Samsung Dorong Ekosistem Home AI Terbuka di CES 2026
- FAST & Samsung TV Plus: Model Streaming yang Kian Menguat di 2026
- Samsung Segera Hadirkan Fitur Perlindungan Layar Privasi di HP Galaxy
Fondasi AI Kamera Samsung Dibangun Sejak 2018
Samsung mulai memperkenalkan AI kamera secara serius melalui Galaxy S9 dengan fitur deteksi pemandangan cerdas (scene detection). Pada fase ini, AI membantu kamera mengenali objek dan kondisi pemotretan secara otomatis agar pengguna dapat langsung memperoleh hasil optimal tanpa pengaturan manual.
Perkembangan tersebut berlanjut di Galaxy S20 Series dengan kehadiran Super Slow-mo berbasis AI dan Space Zoom hingga 100x. Pada generasi ini, AI berperan besar dalam membantu pengguna menangkap momen cepat dan detail jarak jauh yang sebelumnya sulit dicapai oleh kamera smartphone.
Evolusi AI Mengikuti Perubahan Pola Konsumsi Konten
Memasuki era Galaxy S21 dan Galaxy S22, Samsung mengalihkan fokus AI kamera ke stabilisasi video dan fotografi portrait. Tren vlogging dan konten media sosial mendorong kebutuhan akan video yang stabil tanpa perangkat tambahan serta hasil portrait dengan warna kulit yang lebih natural.

Samsung memanfaatkan AI untuk menganalisis gerakan pengguna dan subjek secara real-time melalui fitur Super Steady, sekaligus menyempurnakan pemrosesan portrait agar terlihat lebih konsisten di berbagai kondisi pencahayaan.
Perkembangan ini menandai pergeseran AI dari sekadar fitur otomatis menjadi bagian penting dalam pengalaman pembuatan konten.
Era Nightography dan ProVisual Engine
Pada Galaxy S23 hingga Galaxy S25 Series, Samsung memperluas peran AI melalui teknologi Nightography dan ProVisual Engine. AI tidak hanya meningkatkan hasil foto malam hari, tetapi juga memberi pengguna keleluasaan dalam proses penyuntingan melalui fitur seperti Photo Assist dan Generative Edit.
Samsung menyebut ProVisual Engine sebagai sistem AI komprehensif yang dilatih dengan ratusan juta dataset gambar. Teknologi ini memungkinkan kamera memahami detail, tekstur, dan konteks gambar dengan lebih presisi sebelum menghasilkan output akhir.
Fokus On-Device AI di 2026
Samsung menegaskan bahwa arah pengembangan AI kamera pada 2026 berfokus pada on-device AI. Pendekatan ini memungkinkan pemrosesan berlangsung langsung di perangkat, sehingga kamera dapat bekerja lebih cepat dan responsif untuk kebutuhan real-time.

Menurut Samsung, strategi ini menjawab kebutuhan pengguna di Indonesia yang mengandalkan smartphone untuk foto low light, video stabil, dan pembuatan konten harian tanpa proses rumit.
Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menyatakan bahwa peningkatan AI kamera bertujuan agar siapa pun dapat menghasilkan foto berkualitas dengan mudah. Samsung menggabungkan kekuatan hardware dan software untuk menghadirkan pengalaman fotografi yang lebih praktis dan relevan.
AI sebagai Strategi Jangka Panjang
Samsung menilai AI bukan sekadar fitur tambahan, melainkan strategi jangka panjang dalam pengembangan kamera smartphone. Dengan pendekatan ini, Galaxy S Series berkembang dari alat pengambil gambar menjadi sistem kreatif yang mendukung seluruh alur produksi konten.
Dengan rekam jejak pengembangan sejak Galaxy S9, Samsung memosisikan diri sebagai salah satu produsen yang membangun AI kamera secara bertahap dan konsisten. Strategi tersebut menjadi landasan bagi Samsung untuk menghadapi era baru mobile photography yang semakin mengandalkan kecepatan, kemudahan, dan personalisasi hasil.

