Canva Code 2.0 Bikin Guru Bisa Buat Aplikasi Lewat Vibe Coding
Ringkasan Cepat
- Canva Code 2.0 memungkinkan guru membuat aplikasi dan situs interaktif lewat prompt AI.
- Guru tidak perlu menguasai bahasa pemrograman untuk membuat kuis, game, formulir, atau dashboard.
- Guru di Indonesia sudah memakai Canva Code 2.0 untuk materi belajar dan pengelolaan aktivitas sekolah.
- Canva memperluas posisinya dari aplikasi desain menjadi platform pembuat pengalaman digital interaktif.
Canva memperluas perannya dari platform desain menjadi pembuat aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui Canva Code 2.0. Fitur ini memungkinkan guru membuat situs, kuis, permainan, formulir, hingga aplikasi web interaktif cukup dengan menulis prompt dalam bahasa natural tanpa harus menguasai bahasa pemrograman.
Canva memperkenalkan Code 2.0 secara luas kepada komunitasnya pada Juli 2026. Pengguna dapat memulai proyek melalui prompt, memilih lebih dari 50 template, atau mengimpor HTML dari layanan lain. Setelah AI menghasilkan aplikasi, pengguna dapat mengganti teks, warna, gambar, dan elemen lainnya langsung melalui Canva Editor.
Canva menyebut Code 2.0 memangkas waktu pembuatan kode hingga 75 persen. Perusahaan juga mengklaim median waktu dari prompt sampai publikasi turun 30 persen. Canva menyediakan fitur tersebut untuk pengguna Free, Pro, Business, Enterprise, dan Education.
Canva Code 2.0 Masuk ke Kelas
Di Indonesia, Canva menyoroti sejumlah guru yang memakai Code 2.0 untuk kebutuhan sekolah. Setia Wati, seorang guru sekolah dasar, membuat dashboard untuk memantau rutinitas siswa dalam program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Guru dan orang tua memakai dashboard tersebut untuk mencatat kebiasaan seperti bangun pagi, berolahraga, membaca, dan menjaga kebersihan diri. Menurut Canva, sistem itu telah mencatat lebih dari 2.200 data dari orang tua untuk sekitar 790 siswa.
Lise Setiani juga memanfaatkan Canva Code 2.0 untuk mengubah latihan literasi dan numerasi menjadi aktivitas interaktif yang dapat siswa akses di sekolah maupun di rumah.
“Canva Code 2.0 sangat membantu saya dalam proses pembelajaran, karena memungkinkan saya mewujudkan berbagai ide menjadi materi pembelajaran interaktif tanpa harus memiliki kemampuan coding,” ujar Lise dalam keterangan resmi Canva.
Canva mencatat satu dari 25 siswa di kelas Lise mampu membaca dan berhitung secara mandiri pada awal tahun ajaran. Pada akhir tahun, 21 siswa telah mengembangkan kemampuan tersebut setelah mengikuti latihan rutin menggunakan aktivitas interaktif.
Namun, data tersebut berasal dari studi kasus yang Canva sampaikan dan tidak membuktikan bahwa Canva Code 2.0 menjadi satu-satunya penyebab peningkatan kemampuan siswa.
Canva Mulai Berubah Jadi App Builder
Canva Code 2.0 menunjukkan perubahan fungsi Canva. Platform yang selama ini identik dengan poster, presentasi, dan konten media sosial sekarang memberi pengguna kemampuan membuat perangkat lunak ringan.
Canva menyebut komunitasnya telah membuat lebih dari enam juta situs melalui Canva Code sejak fitur tersebut pertama kali hadir. Perusahaan memosisikan vibe coding sebagai cara agar pengguna nonteknis dapat membuat aplikasi, situs, game, dan pengalaman interaktif melalui perintah bahasa natural.
Bagi guru, pendekatan tersebut membuka kemungkinan membuat perangkat belajar sesuai kebutuhan kelas tanpa bergantung sepenuhnya pada aplikasi pendidikan generik. Guru dapat membuat kuis, dashboard, game pendidikan, atau halaman kelas, kemudian mengubah tampilannya melalui editor Canva yang sudah mereka kenal.
Canva Pendidikan juga tersedia gratis bagi guru dan siswa TK hingga SMA yang memenuhi syarat. Di Indonesia, Canva menyebut kemitraannya dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah berjalan sejak 2022.
Namun, kemudahan membuat aplikasi tetap menuntut guru dan sekolah untuk memeriksa kualitas hasil AI, keamanan, serta pengelolaan data siswa sebelum memakainya dalam kegiatan belajar.
Canva Code 2.0 pada akhirnya memperluas arti “desain” di Canva. Guru tidak lagi hanya merancang tampilan materi belajar, tetapi mulai dapat membangun cara siswa berinteraksi dengan materi tersebut melalui aplikasi yang mereka buat sendiri.