Canva Code 2.0 Bikin Website Interaktif Tanpa Coding
Ringkasan Cepat
- Canva Code 2.0 resmi tersedia di Indonesia mulai 17 Juli 2026.
- Pengguna dapat membuat website dan pengalaman interaktif melalui prompt.
- Canva mendukung impor HTML dan pengeditan visual lewat drag-and-drop.
- Fitur ini menyasar UMKM, marketer, kreator, dan pendidik.
- Pengguna tetap perlu memeriksa fungsi dan keamanan hasil buatan AI.
Canva resmi menghadirkan Canva Code 2.0 di Indonesia pada 17 Juli 2026. Fitur berbasis kecerdasan buatan ini memungkinkan pengguna membuat website, kuis, formulir, learning hub, halaman booking, gim, dan pengalaman interaktif melalui perintah bahasa sehari-hari.
Canva menempatkan fitur tersebut di dalam Canva Visual Suite sebagai format desain baru. Perusahaan menyasar marketer, pendidik, pelaku usaha, kreator, dan pengguna umum yang ingin membangun pengalaman digital tanpa menguasai bahasa pemrograman.
Canva Code 2.0 Dukung Vibe Coding
Canva Code 2.0 mendukung vibe coding, yaitu proses membuat produk digital dengan menjelaskan kebutuhan melalui prompt. AI kemudian menyusun kode dan tampilan awal berdasarkan instruksi pengguna.

Pengguna dapat memulai proyek dari prompt, template Canva, atau file HTML yang sudah ada. Fitur impor HTML juga memungkinkan pengguna membawa hasil dari platform AI lain ke Canva, lalu melanjutkan pengeditan tanpa membangun ulang halaman dari awal.
Canva membedakan layanannya dari generator kode AI biasa melalui editor visual. Pengguna dapat mengubah teks, gambar, warna, font, dan tata letak dengan sistem drag-and-drop. Mereka juga dapat menerapkan Brand Kit atau meminta Canva AI memperbaiki elemen tertentu.
“Canva Code 2.0 membantu menghilangkan hambatan tersebut, sehingga siapa pun dapat membangun website, kuis, maupun pengalaman interaktif lainnya hanya dengan menuangkan ide mereka,” kata Country Manager Canva Indonesia, Stefani Herlie.
Website Bisa Langsung Tayang dari Canva
Canva menggabungkan proses pembuatan, pengeditan, kolaborasi, dan publikasi dalam satu platform. Anggota tim dapat memberi komentar, meninjau halaman, dan melakukan revisi secara real-time sebelum menerbitkannya.
Canva Code 2.0 juga membuat tampilan yang responsif untuk desktop dan perangkat seluler. Pengguna dapat memublikasikan proyek melalui domain gratis Canva, memakai domain khusus, atau membagikannya di lingkungan organisasi.

Canva mengklaim sistem generasi terbaru memangkas waktu pembuatan kode hingga 75 persen dibandingkan versi awal. Perusahaan juga mencatat penurunan sekitar 30 persen pada median waktu dari prompt hingga publikasi. Sejak meluncurkan Canva Code, pengguna telah membuat lebih dari enam juta situs melalui layanan tersebut.
Canva Code 2.0 Menyasar UMKM dan Pendidik
Canva menawarkan fitur ini untuk kebutuhan yang dekat dengan pengguna sehari-hari. Pelaku UMKM dapat membuat katalog interaktif, microsite promosi, formulir pelanggan, atau halaman booking. Marketer dapat membangun landing page dan alat rekomendasi produk tanpa selalu menunggu tim pengembang.
Pendidik dapat membuat portal kelas, kuis, gim edukasi, dan halaman registrasi kegiatan. Canva menyebut ribuan guru Indonesia telah memakai Canva Code melalui Hackathon Rumah Pendidikan 2025 untuk mengembangkan sumber belajar digital.
Meski mempercepat pembuatan website, Canva Code 2.0 belum otomatis menggantikan developer. Canva belum merinci dukungan untuk database kompleks, autentikasi, pembayaran, keamanan tingkat lanjut, dan integrasi backend.
Fitur ini paling relevan untuk landing page, katalog, prototipe, kuis, dan pengalaman interaktif ringan. Pengguna tetap perlu memeriksa fungsi, keamanan, akurasi informasi, serta pengalaman pengguna sebelum menayangkan hasil buatan AI.