Editorial Topic
Tech & AI

SpaceX Dilaporkan Incar Boost Mobile, Ada Ganjalan Izin

• • 3 menit baca
AdvertisementResponsive Banner

Ringkasan Cepat

  • SpaceX dilaporkan berunding dengan EchoStar untuk membeli Boost Mobile atau memakai jaringannya.
  • Boost punya sekitar 7,38 juta pelanggan, tetapi jaringannya disewa dari AT&T dan T-Mobile.
  • Kontrak sewa tersebut umumnya butuh persetujuan operator induk sebelum bisa dialihkan ke pemilik baru.
  • Verizon, AT&T, dan T-Mobile sebelumnya menolak memberi SpaceX akses jaringan.
  • SpaceX maupun EchoStar belum mengonfirmasi kesepakatan apa pun.

SpaceX dilaporkan sedang berunding dengan EchoStar untuk membeli Boost Mobile atau memakai jaringannya, demi menjadikan Starlink Mobile operator seluler penuh di Amerika Serikat. Namun, jalan pintas ini punya ganjalan. Jaringan Boost adalah sewaan dari AT&T dan T-Mobile, dua operator yang sudah menolak bekerja sama dengan SpaceX.

Kabar ini berasal dari laporan The Washington Post pada Senin (2/11/2026) waktu AS, yang mengutip orang-orang yang mengetahui negosiasi. SpaceX belum menanggapi, sedangkan EchoStar menolak berkomentar.

Apa yang Dirundingkan SpaceX dan EchoStar

SpaceX punya dua opsi: membeli Boost Mobile secara utuh, atau hanya mendapat akses ke jaringan yang dipakai Boost. Menurut laporan tersebut, pembicaraan sudah berjalan beberapa bulan. Elon Musk juga disebut bertemu langsung dengan pendiri sekaligus chairman EchoStar, Charlie Ergen, pada Oktober 2026.

Boost menawarkan basis pelanggan siap pakai. EchoStar mencatat sekitar 7,38 juta pelanggan seluler per akhir Juni 2026, sebagian besar di bawah merek Boost Mobile dan Gen Mobile.

Kedua perusahaan juga bukan mitra baru. Pada September 2025, SpaceX setuju membeli spektrum AWS-4 dan H-block milik EchoStar senilai sekitar 17 miliar dolar AS, setara Rp308 triliun. Kesepakatan itu sekaligus menjanjikan akses pelanggan Boost ke layanan satelit Starlink generasi berikutnya.

Kenapa Membeli Boost Belum Tentu Membuka Jaringan

Kendala utamanya ada di kontrak. Boost berstatus mobile virtual network operator (MVNO), yaitu operator yang mengandalkan kapasitas jaringan milik operator lain. Dalam kasus Boost, pemilik jaringan itu adalah AT&T dan T-Mobile.

Kontrak sewa semacam ini umumnya tidak bisa dialihkan ke pemilik baru tanpa persetujuan operator induk. Artinya, membeli Boost tidak otomatis memberi SpaceX hak memakai jaringan AT&T dan T-Mobile.

Persetujuan itu sulit didapat. Musk dilaporkan sudah meminta akses jaringan kepada pimpinan Verizon, AT&T, dan T-Mobile, dan ketiganya menolak. CEO T-Mobile Srini Gopalan menyatakan dalam paparan kinerja kuartal III bahwa ia tidak melihat ruang bagi kerja sama MVNO dengan SpaceX. CEO Verizon Dan Schulman juga menutup pintu MVNO bagi penyedia satelit mana pun.

AdvertisementIn-Article Banner

Analis New Street Research David Barden menilai laporan Washington Post masih terlalu meremehkan soal persetujuan ini. Di pasar saham, EchoStar naik sekitar 3,4 persen pada perdagangan pra-pasar Senin, sementara T-Mobile turun 2 persen.

Kenapa SpaceX Butuh Jaringan Darat

Satelit saja tidak cukup untuk menyaingi operator besar. Sinyal Starlink Mobile saat ini belum cukup kuat untuk melayani pengguna di dalam gedung dan kawasan perkotaan.

SpaceX berusaha menutup celah itu dari dua arah. Pada 8 Oktober 2026, perusahaan mengumumkan kesepakatan membeli spektrum 800 MHz dari Grain Management untuk menjangkau pengguna di dalam ruangan. Kesepakatan ini masih menunggu persetujuan FCC. Selain itu, Bloomberg melaporkan SpaceX tengah membicarakan akses ke setidaknya 80.000 lokasi menara seluler di AS.

Jika disetujui, akses ke jaringan Boost bisa memangkas waktu pembangunan tersebut. Schulman memperkirakan SpaceX butuh minimal empat hingga enam tahun untuk membangun jaringan darat sendiri, sedangkan Musk menyebut cukup dua atau tiga tahun.

Hingga kini, belum ada kesepakatan resmi antara SpaceX dan EchoStar. SpaceX juga belum mengumumkan jadwal, tarif, maupun cakupan Starlink Mobile sebagai operator mandiri.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah SpaceX sudah resmi membeli Boost Mobile?

Belum. Kabar ini masih berupa laporan The Washington Post berdasarkan sumber anonim, dan kedua perusahaan belum mengumumkan kesepakatan. Negosiasinya pun bisa berakhir hanya dengan akses jaringan, bukan pembelian.

Apa itu MVNO dalam bisnis seluler?

MVNO adalah operator yang menjual layanan seluler dengan menyewa kapasitas jaringan milik operator lain, tanpa memiliki seluruh infrastruktur sendiri. Pelanggan tetap mendapat nomor dan paket dari MVNO, tetapi sinyalnya datang dari jaringan operator induk.

Apakah Starlink Mobile sudah bisa dipakai di Indonesia?

Belum. Izin Starlink di Indonesia saat ini terbatas sebagai penyelenggara VSAT dan penyedia jasa internet, sedangkan layanan langsung ke ponsel membutuhkan spektrum seluler. Belum ada operator lokal yang mengumumkan kerja sama untuk layanan tersebut.

Berapa lama SpaceX bisa membangun jaringan seluler sendiri?

Perkiraannya berbeda jauh tergantung siapa yang ditanya. CEO Verizon menaksir minimal empat hingga enam tahun dengan biaya 300–500 miliar dolar AS, sementara Elon Musk mengklaim dua atau tiga tahun. SpaceX belum merilis jadwal resminya.