Editorial Topic
Sustainability & CSR

Electrician Academy Buka Jalur SKTTK untuk Teknisi Listrik

• • 3 menit baca
AdvertisementResponsive Banner

Ringkasan Cepat

  • Electrician Academy 2026 menargetkan 8.000 teknisi listrik dan 1.500 retailer.
  • Ditjen Gatrik ESDM mendukung sertifikasi SKTTK hingga Level 3 di bidang pemeliharaan instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan rendah.
  • Sekitar 400 teknisi ditargetkan ikut proses sertifikasi pada tahap awal.
  • Pendaftaran lewat aplikasi MySchneider, dengan batas penyelesaian modul Maret 2027.
  • Biaya program dan uji kompetensi belum diumumkan.

Teknisi listrik yang mengerjakan instalasi tegangan rendah kini punya jalur baru untuk memperoleh Sertifikat Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan (SKTTK). Schneider Electric meluncurkan Electrician Academy 2026 bersama Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik) Kementerian ESDM di Jakarta pada Selasa, 27 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Listrik Nasional.

Program ini menargetkan 9.500 peserta, terdiri atas 8.000 teknisi listrik dan 1.500 retailer. Ditjen Gatrik mendukung sertifikasi SKTTK hingga Level 3, sertifikat yang menurut regulasi ESDM wajib dimiliki setiap tenaga teknik dalam usaha ketenagalistrikan.

    SKTTK Wajib, Bukan Sekadar Pelengkap

    SKTTK adalah bukti formal bahwa seorang teknisi kompeten di bidang ketenagalistrikan. Kewajibannya diatur dalam regulasi Kementerian ESDM, termasuk Peraturan Menteri ESDM Nomor 6 Tahun 2021 tentang Standardisasi Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan.

    Dalam materi sosialisasi Ditjen Gatrik, instalasi pemanfaatan tegangan rendah, termasuk instalasi rumah, wajib dipasang oleh tenaga teknik yang memiliki sertifikat kompetensi. Sertifikat diterbitkan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) setelah teknisi lulus uji kompetensi. Standarnya disusun mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

    Di lapangan, kebutuhan itu belum terpenuhi. Pada 2023, Kementerian ESDM menyebut jumlah tenaga teknik kompeten di Indonesia belum sebanding dengan kebutuhan di subsektor ketenagalistrikan.

    Jalur Sertifikasi di Electrician Academy

    Electrician Academy menghubungkan pelatihan digital Schneider Electric dengan uji kompetensi yang didukung Ditjen Gatrik. Peserta mendaftar lewat aplikasi MySchneider, memilih profil Electrician atau Retailer, lalu mengakses modul dan webinar. Materi juga tersedia di portal desktop.

    Modul teknisi mencakup dasar kelistrikan, pemilihan kabel, keselamatan instalasi, dan fungsi Gawai Proteksi Arus Sisa (GPAS). Retailer mempelajari dasar kelistrikan, pembumian, dan perangkat proteksi.

    AdvertisementIn-Article Banner

    “Ditjen Gatrik mendukung pelaksanaan sertifikasi kompetensi hingga Level 3 bagi teknisi di bidang pemeliharaan instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan rendah,” kata Eri Nurcahyanto, Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Ditjen Gatrik, dalam siaran pers yang diterima BagusTech.

    Kuota Sertifikasi Jauh Lebih Kecil dari Jumlah Peserta

    Tidak semua peserta otomatis mendapat SKTTK. Seluruh peserta yang menuntaskan modul memperoleh sertifikat partisipasi pelatihan. Jalur SKTTK hanya terbuka bagi teknisi yang menuntaskan seluruh modul dan memenuhi ketentuan program.

    Siaran pers hanya menyebut “ratusan” teknisi. Kepada ANTARA, Business Vice President Home Solutions Schneider Electric Indonesia, Ahmad Saiful, menyebut target sekitar 400 teknisi pada tahap awal. Angka itu setara sekitar 5 persen dari 8.000 teknisi yang ditargetkan ikut pelatihan.

    Kelulusan pun tidak dijamin. Sertifikat baru terbit setelah peserta dinyatakan kompeten dalam uji kompetensi.

    Melengkapi Program Pemerintah

    Jalur sertifikasi gratis bukan hal baru. Pada 2022, Ditjen Gatrik lewat Program Sertifikasi Kompetensi Rakyat (PROSERAT) membiayai sertifikasi bagi 800 orang melalui APBN. PROSERAT menyasar instalatir Level 2, sedangkan Electrician Academy mendukung hingga Level 3.

    Electrician Academy sendiri sudah berjalan sejak Juli 2026. Saat diperkenalkan di IndoBuildTech Expo 2026, program ini menargetkan hingga 8.000 peserta dengan periode Juli hingga Desember 2026. Kini cakupannya bertambah dengan 1.500 retailer, tenggat modul mundur ke Maret 2027, dan ada jalur sertifikasi bersama Ditjen Gatrik.

    Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

    Apakah Electrician Academy Schneider gratis?

    Belum ada keterangan resmi. Schneider Electric belum mengumumkan apakah pelatihan maupun uji kompetensi SKTTK dikenakan biaya. Informasi persyaratan peserta disebut akan diperbarui di laman Electrician Academy dan Instagram @schneiderelectric_id.

    Apakah semua peserta Electrician Academy mendapat SKTTK?

    Tidak. Semua peserta yang menuntaskan modul mendapat sertifikat partisipasi, tetapi jalur SKTTK hanya untuk teknisi yang memenuhi ketentuan program, dengan target sekitar 400 orang pada tahap awal. SKTTK baru terbit jika peserta dinyatakan kompeten dalam uji kompetensi.

    Apa beda sertifikat pelatihan dan SKTTK?

    Sertifikat pelatihan hanya menunjukkan seseorang telah mengikuti pelatihan. SKTTK adalah sertifikat kompetensi resmi bidang ketenagalistrikan yang diterbitkan lembaga sertifikasi setelah uji kompetensi, dan wajib dimiliki tenaga teknik dalam usaha ketenagalistrikan.

    Bagaimana cara daftar Electrician Academy?

    Unduh aplikasi MySchneider, pilih profil Electrician untuk teknisi atau Retailer untuk penjual perlengkapan listrik, lalu buka banner Electrician Academy. Seluruh modul ditargetkan selesai paling lambat Maret 2027.

    Apakah retailer toko listrik bisa ikut sertifikasi SKTTK?

    Tidak ada keterangan soal itu. Dukungan sertifikasi SKTTK dalam program ini hanya disebut untuk teknisi, sementara retailer mendapat materi pembelajaran untuk membantu edukasi pelanggan.