Editorial Topic
AI & Data Center

Pangkas Energi Listrik Industri, Schneider Bawa ATH600 ke Indonesia

3 menit baca
AdvertisementResponsive Banner

Ringkasan Cepat

  • Schneider Electric memperkenalkan Altivar HVAC ATH600 di Indonesia pada 13 Agustus 2026.
  • ATH600 mengatur kecepatan motor HVAC sesuai beban untuk mengurangi konsumsi listrik yang tidak diperlukan.
  • Schneider menawarkan ATH600 dengan rentang daya 0,75 hingga 250 kW untuk berbagai aplikasi HVAC.
  • Keluarga Altivar HVAC terbaru secara global menawarkan potensi penghematan energi lebih dari 30 persen menurut Schneider.
  • ATH600 mendukung integrasi BMS, pemantauan energi, serta keamanan siber IEC 62443-4-2 Security Level 1.

Schneider Electric memperkenalkan Altivar HVAC ATH600 di Indonesia pada 13 Agustus 2026. Perusahaan membawa variable speed drive (VSD) ini untuk meningkatkan efisiensi listrik sekaligus menjaga keandalan sistem heating, ventilation, and air conditioning (HVAC) pada gedung komersial hingga fasilitas kritis.

ATH600 mengendalikan kecepatan motor pada pompa, kipas, kompresor, chiller, air handling unit, heat pump, rooftop unit, serta sistem ventilasi. Sistem dapat menyesuaikan putaran motor dengan kebutuhan operasional sehingga motor tidak terus bekerja pada kapasitas penuh saat beban menurun.

Schneider menawarkan ATH600 dalam rentang daya 0,75 hingga 250 kW. Pengelola gedung dapat menempatkannya di dalam panel atau langsung pada dinding sesuai kebutuhan instalasi.

ATH600 Bidik Konsumsi Listrik Sistem HVAC

Efisiensi sistem HVAC menjadi penting karena motor listrik mengambil porsi besar dari konsumsi energi. Schneider mengutip data Electric Motor Systems Annex (EMSA) yang mencatat sistem berbasis motor mengonsumsi sekitar 53 persen listrik global. Di sektor bangunan, porsinya mencapai sekitar 36 persen.

Konteks Indonesia memperlihatkan persoalan yang lebih konkret. Studi Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI) terhadap 250 sampel bangunan di Batam menemukan bahwa sistem HVAC dapat menyerap hingga 68 persen konsumsi listrik pada bangunan non-residensial seperti fasilitas kesehatan dan perhotelan.

Karena itu, pengaturan putaran motor sesuai beban dapat membantu gedung mengurangi listrik yang terbuang saat sistem tidak membutuhkan kapasitas maksimal.

“Penerapan teknologi yang tepat pada sistem HVAC penting untuk memperkuat keandalan, keselamatan, dan keamanan operasional bangunan,” kata Tonny Hendro Kusumo, Business Vice President Industrial Automation Schneider Electric Indonesia.

AdvertisementIn-Article Banner

Schneider Klaim Penghematan Energi Lebih dari 30 Persen

Dalam pengumuman global pada Maret 2026, Schneider menyebut keluarga Altivar HVAC terbaru yang mencakup ATH200 dan ATH600 mampu menawarkan penghematan energi lebih dari 30 persen. Perusahaan juga menargetkan lini tersebut untuk gedung komersial, rumah sakit, bandara, dan pusat data.

Namun, klaim tersebut berlaku untuk keluarga Altivar HVAC secara keseluruhan. Siaran pers Schneider Electric Indonesia tidak mencantumkan angka penghematan khusus ATH600 atau menjelaskan baseline pengujiannya. Besarnya penghematan dalam penggunaan nyata akan bergantung pada desain HVAC, profil beban, jam operasi, serta kondisi sistem sebelumnya.

Terhubung ke Sistem Manajemen Gedung

Schneider tidak hanya mengandalkan pengaturan motor. ATH600 membawa fungsi pemantauan daya dan perlindungan untuk membantu operator mendeteksi potensi gangguan lebih awal.

Konektivitas perangkat mendukung integrasi dengan building management system (BMS), termasuk EcoStruxure Building Operation dan Power Monitoring Expert. Operator dapat memanfaatkan integrasi tersebut untuk memantau energi, melakukan diagnosis, dan menangani gangguan.

ATH600 juga mengantongi sertifikasi keamanan siber IEC 62443-4-2 Security Level 1 serta mendukung refrigeran generasi baru dengan Global Warming Potential lebih rendah.

Kehadiran ATH600 juga bertepatan dengan dorongan efisiensi energi gedung di Indonesia. Permen ESDM Nomor 8 Tahun 2025 mewajibkan pengguna energi sektor bangunan gedung dengan konsumsi minimal 500 setara ton minyak per tahun menjalankan manajemen energi.

Bagi pengelola gedung berskala besar, tantangannya kini bukan sekadar menyediakan daya yang cukup. Mengendalikan kapan dan seberapa besar perangkat mengonsumsi listrik dapat menjadi langkah penting untuk menekan biaya sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.