Strava Satukan Panduan dan Catatan Latihan Kekuatan
Ringkasan Cepat
- Strava menambahkan latihan susunan coach dengan panduan animasi.
- Pengguna dapat mencatat set dan repetisi selama mengikuti sesi.
- Hasil latihan tersimpan di aktivitas, terhubung dengan Workout Log, dan memperbarui muscle map.
- Peluncuran dilakukan bertahap untuk pelanggan, dengan contoh latihan bagi pengguna gratis.
Strava memperbarui alur latihan kekuatan dengan menggabungkan panduan gerakan dan pencatatan set serta repetisi langsung di aplikasi. Pengguna dapat mengikuti program susunan coach, mencatat latihan selama sesi, lalu menyimpan hasilnya ke aktivitas dan Workout Log.
Pembaruan yang diumumkan di San Francisco, Amerika Serikat, pada 15 Oktober 2026 ini diluncurkan bertahap kepada pelanggan dalam beberapa minggu mendatang. Pengguna gratis mendapat contoh latihan. Menurut Strava, program tersebut ditujukan untuk membantu pengguna yang belum mengetahui cara memulai latihan kekuatan.
Panduan dan Pencatatan Berjalan dalam Satu Sesi
Perubahan utama latihan kekuatan Strava terletak pada alur penggunaannya: instruksi gerakan dapat diikuti bersamaan dengan pencatatan latihan. Program baru dilengkapi animasi, panduan teknik, tips pelaksanaan, dan informasi kelompok otot sasaran.
Pengguna dapat membuka rincian setiap gerakan untuk memahami latihan yang dijalankan. Selama sesi berlangsung, mereka juga dapat mencatat set dan repetisi, sehingga hasil latihan masuk ke catatan aktivitas setelah sesi selesai.
Strava menyebut pengalaman ini sebagai native recording, yakni pencatatan yang berlangsung langsung di aplikasinya. Alur tersebut menambahkan pilihan bagi pengguna yang sebelumnya membawa data latihan dari aplikasi atau perangkat mitra.
Namun, pengumuman Strava belum menjelaskan apakah aplikasi dapat mendeteksi repetisi melalui sensor. Kemampuan yang dipastikan dalam rilis adalah pencatatan selama latihan serta penyimpanan dan sinkronisasi hasil secara otomatis.
Melengkapi Workout Log yang Sudah Ada
Workout Log dan muscle map sudah diperkenalkan Strava pada Mei 2026. Karena itu, pembaruan Oktober merupakan pengembangan dari fondasi pencatatan latihan kekuatan yang telah tersedia, dengan tambahan program coach dan panduan selama sesi.
Untuk jalur integrasi, kelengkapan catatan tetap bergantung pada data yang dikirim aplikasi mitra. Dokumentasi Strava menjelaskan bahwa data tingkat gerakan diperlukan untuk menampilkan rincian latihan secara lengkap.
Jika sumber hanya mengirim durasi, kalori, atau detak jantung, rincian gerakan belum tentu ikut muncul. Pengguna dapat menambahkan informasi tersebut saat mengedit aktivitas.
Setelah sesi tercatat, muscle map memperlihatkan kelompok otot yang dilatih. Dokumentasi resmi menyebut pewarnaannya didasarkan pada jumlah working set per kelompok otot, bukan berat beban atau jumlah repetisi.
Kelompok otot dengan set terbanyak menjadi acuan pewarnaan kelompok lainnya. Artinya, warna lebih pekat menunjukkan distribusi set dalam sesi tersebut dan tidak langsung menjelaskan seberapa berat beban yang diangkat.
Impor Screenshot Masih dalam Pengembangan
Strava juga menyiapkan cara memasukkan data set dan repetisi melalui tangkapan layar program latihan berbasis teks atau aplikasi catatan di ponsel. Perusahaan turut merencanakan fitur untuk membuat workout sendiri.
Kedua kemampuan tersebut belum diumumkan sebagai fitur yang sudah tersedia. Strava belum memberikan tanggal peluncuran spesifik untuk impor screenshot maupun pembuat workout.
Sementara itu, perusahaan menargetkan tambahan seri latihan sebelum akhir 2026 dan akan terus memperluas integrasi mitra. Pembaruan Oktober juga mencakup pilihan workout lari terpandu, sedangkan jadwal khusus distribusi program baru bagi pengguna Indonesia belum diperinci.