Pyung Hwa Pertahankan SAP ECC untuk Operasi 17 Perusahaan
Ringkasan Cepat
- Pyung Hwa tetap menggunakan SAP ECC 6 dan Oracle Database untuk mendukung pengelolaan 17 perusahaan.
- Sistem tersebut menangani produksi, material, keuangan, pengendalian, dan sumber daya manusia.
- Rimini Street menyediakan dukungan untuk sistem yang telah banyak dikustomisasi.
- Penghematan 50 persen merupakan klaim biaya pemeliharaan tahunan, bukan keseluruhan anggaran TI.
Pyung Hwa Holdings mempertahankan SAP ECC 6 dan Oracle Database untuk mendukung pengelolaan terpusat atas 17 perusahaan dalam grupnya. Perusahaan induk bisnis komponen otomotif asal Korea Selatan itu menggunakan dukungan pihak ketiga Rimini Street untuk menjaga operasional sistem yang telah banyak disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.
Dalam pengumuman global pada 13 Oktober 2026, Rimini Street menyebut pendekatan tersebut memungkinkan Pyung Hwa melanjutkan penggunaan sistem yang ada dan menentukan jadwal pembaruan berdasarkan kebutuhan perusahaan. Materi siaran pers Indonesia kemudian diterbitkan pada 16 Oktober 2026.
SAP ECC Menangani Produksi hingga SDM
SAP ECC 6 menjadi platform aplikasi bisnis Pyung Hwa untuk perencanaan produksi, pengelolaan material, keuangan, pengendalian, dan sumber daya manusia. Oracle Database menyediakan fondasi data bagi aplikasi tersebut.
Lingkungan sistem ini mendukung 12 perusahaan domestik dan lima afiliasi di luar negeri. Cakupannya membuat dukungan teknis perlu memahami berbagai proses bisnis serta penyesuaian yang sudah diterapkan perusahaan.
Salah satu kebutuhan khususnya berada pada SAP HR. Menurut studi kasus resmi Rimini Street, Pyung Hwa telah mengembangkan fungsi untuk penyelesaian pajak karyawan akhir tahun dan penggajian yang mengikuti ketentuan lokal Korea Selatan. Perusahaan membutuhkan bantuan teknis yang dapat menangani fungsi tersebut ketika terjadi masalah.
Dukungan Disesuaikan dengan Sistem Perusahaan
Pyung Hwa menyebut dukungan yang memahami kustomisasi menjadi salah satu alasan memilih Rimini Street. Sebelumnya, perusahaan mengaku menghadapi keterbatasan bantuan teknis meski masih memiliki kontrak pemeliharaan dengan vendor.
Sangwook Lee, Director, Head of Information Strategy Pyung Hwa Holdings, mengatakan persoalan itu menyulitkan timnya menjaga kelancaran operasional.
“Ketika muncul masalah teknis, kami kesulitan mendapatkan dukungan yang cepat dan ahli, sehingga menimbulkan tantangan berkelanjutan dalam menjaga stabilitas operasional,” ujar Lee dalam siaran pers.
Sebelum memilih Rimini Street, tim Pyung Hwa berdiskusi dengan pelanggan penyedia layanan tersebut di Korea untuk mempelajari pengalaman penggunaannya. Perusahaan kemudian menggunakan dukungan untuk aplikasi SAP dan Oracle Database melalui satu penyedia.
Dengan skema ini, platform bisnis yang digunakan tetap SAP ECC 6 dan Oracle Database. Kemitraan tersebut berfokus pada dukungan terhadap sistem yang ada, termasuk kebutuhan teknis khusus perusahaan.
Studi kasus Rimini Street mencatat penggunaan layanan dimulai pada 2020 dan kontraknya diperpanjang selama lima tahun pada 2024. Karena itu, pengumuman Oktober 2026 merupakan pemaparan kelanjutan serta hasil kemitraan; materi tersebut tidak menjelaskan adanya kontrak baru yang mulai berlaku bulan ini.
Klaim Penghematan Membuka Ruang Investasi AI
Pyung Hwa mengklaim penggunaan dukungan Rimini Street memangkas 50 persen biaya pemeliharaan tahunan SAP dan Oracle. Angka tersebut merujuk pada biaya dukungan, bukan keseluruhan belanja teknologi informasi perusahaan.
Materi yang dipublikasikan tidak menyertakan nominal biaya sebelum dan sesudah penggunaan layanan maupun rincian perhitungannya. Klaim peningkatan ketanggapan layanan juga belum dilengkapi angka pembanding waktu respons atau penyelesaian masalah.
Menurut perusahaan, efisiensi biaya dan berkurangnya beban pemeliharaan memberi ruang bagi tim TI untuk berfokus pada manufaktur cerdas, analitik data tingkat lanjut, dan manajemen kualitas berbasis AI.
Pyung Hwa selanjutnya berencana memperkenalkan pemeliharaan prediktif berbasis AI, digital twin, serta optimalisasi produksi secara bertahap. Perusahaan juga menyebut rencana peningkatan investasi riset komponen sel bahan bakar hidrogen dan kendaraan listrik, tanpa merinci jadwal penerapan maupun nilai investasinya.