STB dan Traveloka Siapkan Promosi Singapura Berbasis AI
Ringkasan Cepat
- STB dan Traveloka memperpanjang kemitraan yang berjalan sejak 2019.
- Kerja sama mencakup Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Australia.
- Kedua pihak akan mengeksplorasi AI untuk promosi dan konten wisata.
- Traveloka akan membagikan wawasan perjalanan berbasis data agregat.
- STB dan Traveloka belum mengumumkan fitur AI atau jadwal peluncurannya.
Singapore Tourism Board (STB) dan Traveloka memperpanjang kemitraan strategis untuk mengembangkan promosi wisata Singapura berbasis data dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kedua pihak menandatangani nota kesepahaman terbaru di Jakarta pada 16 Juli 2026. Kerja sama ini menyasar wisatawan dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Australia. Kesepakatan tersebut menjadi kolaborasi keempat sejak STB dan Traveloka memulai kemitraan pada 2019.
STB dan Traveloka Eksplorasi AI untuk Promosi Wisata
STB dan Traveloka akan menjalankan kampanye bersama, membuat konten perjalanan, mempromosikan agenda acara Singapura, serta berbagi wawasan perjalanan berbasis data.
Kedua pihak juga akan mengeksplorasi penggunaan AI untuk menyampaikan cerita destinasi dan membantu wisatawan menemukan konten yang relevan. Namun, STB dan Traveloka belum mengumumkan fitur AI tertentu, model yang akan digunakan, atau jadwal peluncurannya.
Artinya, kerja sama tersebut masih berada pada tahap pengembangan dan eksplorasi. Kedua pihak belum meluncurkan layanan AI baru yang dapat langsung digunakan konsumen.
Chief Executive Singapore Tourism Board Melissa Ow mengatakan jangkauan Traveloka dan pemahamannya terhadap perilaku wisatawan menjadikan perusahaan tersebut mitra strategis bagi Singapura.
“Jangkauan Traveloka yang luas serta pemahamannya terhadap perilaku wisatawan di kawasan ini menjadikannya mitra strategis dalam upaya kami meningkatkan kunjungan wisatawan berkualitas,” kata Melissa.
Data Traveloka Bantu STB Membaca Minat Wisatawan
Traveloka akan menggunakan wawasan perilaku konsumen dalam bentuk agregat untuk membantu STB merancang promosi yang lebih sesuai dengan karakter setiap pasar.
Kedua pihak menyatakan akan menjaga privasi pengguna dan mengikuti prinsip tata kelola data yang mereka sepakati. Mereka belum merinci jenis data yang akan digunakan dalam kerja sama tersebut.
Pendekatan berbasis data memungkinkan STB menyesuaikan promosi berdasarkan minat perjalanan, periode liburan, dan agenda acara. Traveloka juga dapat menghubungkan inspirasi perjalanan dengan pemesanan penerbangan, hotel, aktivitas, asuransi perjalanan, dan eSIM dalam satu platform.
Indonesia memegang peran penting dalam strategi ini. Sepanjang 2025, Singapura menerima 2,4 juta wisatawan asal Indonesia. Angka itu menempatkan Indonesia sebagai pasar wisatawan terbesar kedua setelah China daratan. Total kunjungan internasional ke Singapura mencapai 16,9 juta pada tahun yang sama.
AI Masuk Strategi Pariwisata Singapura
Rencana bersama Traveloka memperkuat strategi AI yang sudah STB jalankan. Pada Juli 2025, STB menandatangani kerja sama dengan OpenAI untuk mengeksplorasi rekomendasi personal, bantuan multibahasa, analisis data, dan pengalaman bercerita yang lebih interaktif.
STB juga memperkenalkan AI Playbook for Tourism dan Tcube Centre of Excellence pada 2026. Dua inisiatif tersebut membantu pelaku industri pariwisata menggunakan data dan AI untuk meningkatkan produktivitas serta pengalaman wisatawan.
Kemitraan dengan Traveloka menunjukkan bahwa STB ingin membawa AI lebih dekat ke proses pencarian dan pemesanan perjalanan. Namun, manfaatnya akan bergantung pada transparansi pengelolaan data, ketepatan rekomendasi, dan kendali pengguna atas personalisasi.
Promosi berbasis AI dapat mempermudah wisatawan menemukan agenda yang sesuai. STB dan Traveloka tetap perlu menjelaskan cara teknologi itu bekerja agar personalisasi tidak mengorbankan privasi dan kepercayaan pengguna.