Editorial Topic
Gadget

Tak Hanya Layar Lipat, Samsung Galaxy Z8 Menarik Jadi Daily Driver

3 menit baca
AdvertisementResponsive Banner

Ringkasan Cepat

  • Samsung Galaxy Z8 Series resmi tersedia di Indonesia sejak 14 Agustus 2026.
  • Samsung kini tak hanya mengandalkan layar lipat, tetapi juga kenyamanan untuk penggunaan sehari-hari.
  • Galaxy Z Fold8 memiliki bobot 201 gram dan ketebalan 4,5 mm saat terbuka.
  • Smart Switch mempermudah migrasi data, sementara Samsung Care+ memberi perlindungan setelah pembelian.
  • Counterpoint melihat konsumen foldable mulai mengejar fungsi dan produktivitas, bukan sekadar bentuk unik.

Daya tarik Samsung Galaxy Z8 Series kini tidak hanya datang dari layar yang dapat dilipat. Samsung mulai menempatkan desain yang lebih ringan, kemudahan berpindah perangkat, fungsi layar besar, serta perlindungan perangkat sebagai alasan agar konsumen menggunakan foldable sebagai daily driver.

Samsung resmi menjual Galaxy Z8 Series di Indonesia mulai 14 Agustus 2026. Lini ini terdiri dari Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, dan Galaxy Z Flip8. Samsung menjual ketiganya melalui Samsung Experience Store dan Samsung.com/id.

Galaxy Z8 Series Fokus ke Penggunaan Harian

Samsung melihat pengalaman penggunaan sehari-hari sebagai faktor penting ketika konsumen memilih smartphone premium. Perusahaan tidak hanya menyoroti teknologi foldable, tetapi juga proses migrasi data dan layanan setelah pembelian.

“Hadirnya Galaxy Z8 Series dan Galaxy AI di Indonesia menjadi milestone penting bagi lanskap smartphone lipat,” kata Verry Octavianus, Head of MX Category Management Samsung Electronics Indonesia.

Samsung turut menampilkan pengalaman sejumlah pembeli awal. Tommy memilih Galaxy Z Fold8 Ultra karena layar besarnya membantu saat membaca dokumen. Oscar beralih dari Galaxy S26 Ultra ke Galaxy Z Fold8 karena menilai Fold8 lebih ringkas, tipis, dan ringan untuk aktivitas sehari-hari.

Testimoni tersebut tidak mewakili seluruh konsumen Galaxy Z8 Series, tetapi menunjukkan bagaimana Samsung ingin menggeser posisi foldable dari perangkat unik menjadi smartphone utama.

Galaxy Z Fold8 Pangkas Bobot dan Ketebalan

Bobot dan ketebalan selama ini menjadi salah satu kompromi pada ponsel lipat model buku. Galaxy Z Fold8 mencoba mengurangi kompromi tersebut.

Samsung mencatat Galaxy Z Fold8 memiliki bobot 201 gram dengan ketebalan 4,5 mm saat terbuka dan 9,7 mm saat terlipat. Perangkat ini tetap membawa layar utama 7,6 inci yang menyasar aktivitas seperti membaca, menonton konten, dan multitasking.

Dimensi tersebut membuat Samsung semakin mendekatkan pengalaman Fold8 dengan smartphone konvensional ketika pengguna membawanya sehari-hari, sambil tetap mempertahankan keuntungan layar besar saat pengguna membuka perangkat.

Smart Switch dan Care+ Kurangi Hambatan Pindah ke Foldable

Samsung juga mencoba mengurangi hambatan ketika pengguna berpindah perangkat melalui Smart Switch.

Fitur ini dapat memindahkan foto, video, kontak, aplikasi dan data aplikasi, password, eSIM, jaringan Wi-Fi, hingga berbagai pengaturan perangkat. Pengguna juga dapat memindahkan data secara wireless tanpa komputer.

AdvertisementIn-Article Banner

Samsung kemudian mengandalkan Care+ untuk menjawab kekhawatiran setelah konsumen membeli ponsel lipat. Program tersebut mencakup penggantian screen film hingga dua kali, Priority Lane, 1-Day Guaranteed Service, Pick-up & Delivery Service, serta Contact Center 24 jam.

Pasar Foldable Mulai Mengejar Fungsi

Arah Samsung tersebut sejalan dengan perubahan pasar foldable global. Counterpoint Research memperkirakan ponsel lipat tipe buku akan menyumbang sekitar 65 persen pengiriman foldable global pada 2026, naik dari 52 persen pada 2025.

Counterpoint melihat konsumen semakin mempertimbangkan fungsi dan produktivitas dibanding sekadar kebaruan bentuk. Firma riset itu menilai software, multitasking, dan kesiapan ekosistem akan semakin menentukan daya tarik foldable.

Tren premium di Indonesia juga masih menunjukkan pertumbuhan. Counterpoint mencatat segmen smartphone di atas 600 dolar AS tumbuh 30 persen secara tahunan pada kuartal I 2026 dan mencapai pangsa tertinggi sepanjang sejarah sebesar 8,3 persen, meski total pengiriman smartphone Indonesia turun 9 persen.

Galaxy Z8 Series menunjukkan bagaimana persaingan ponsel lipat mulai memasuki tahap berikutnya. Layar yang dapat dilipat tetap menjadi pembeda, tetapi konsumen kini membutuhkan alasan yang lebih praktis untuk menjadikannya perangkat utama.

Bagi Samsung, tantangannya kini bukan lagi sekadar membuat layar bisa dilipat, tetapi membuat pengguna nyaman membawa, menggunakan, dan mengandalkan foldable setiap hari.