Editorial Topic
Gadget

Snapdragon Dukung Seluruh Lini Gadget Terbaru Samsung

3 menit baca
AdvertisementResponsive Banner

Ringkasan Cepat

  • Qualcomm memasok tiga platform Snapdragon untuk perangkat terbaru Samsung.
  • Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy mendukung ponsel lipat Galaxy Z terbaru.
  • Galaxy Watch9 dan Watch Ultra2 memakai Snapdragon Wear Elite.
  • Kacamata pintar Samsung mengandalkan Snapdragon AR1 Gen 1.
  • Samsung ingin menyatukan pengalaman AI di ponsel, jam tangan, dan kacamata.

Qualcomm Technologies memperluas penggunaan platform Snapdragon ke seluruh kategori perangkat terbaru Samsung. Snapdragon kini tidak hanya mendukung ponsel lipat Galaxy, tetapi juga hadir di jam tangan pintar dan kacamata pintar Samsung.

Qualcomm mengumumkan kolaborasi tersebut dalam rangkaian Galaxy Unpacked di London pada Juli 2026. Perangkat yang memakai platform Snapdragon meliputi Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, Galaxy Z Flip8, Galaxy Watch9, Galaxy Watch Ultra2, serta intelligent eyewear terbaru Samsung.

Setiap kategori menggunakan platform berbeda. Samsung memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy pada ponsel lipat, Snapdragon Wear Elite pada smartwatch, dan Snapdragon AR1 Gen 1 pada kacamata pintar.

Menurut Qualcomm, Samsung memakai Snapdragon secara global pada Galaxy Z Fold8 Ultra, Fold8, Watch9, dan Watch Ultra2. Namun, Galaxy Z Flip8 hanya menggunakan Snapdragon di wilayah tertentu.

Snapdragon 8 Elite Gen 5 Perkuat Galaxy Z Terbaru

Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy menjadi pusat pemrosesan Galaxy AI pada Galaxy Z Fold8 Ultra, Fold8, dan Flip8. Platform ini menggabungkan CPU Qualcomm Oryon, GPU Adreno, dan NPU Hexagon untuk menjalankan fitur AI secara langsung di perangkat.

Kemampuannya mencakup pemrosesan kamera berbasis AI, peningkatan performa gaming, konektivitas cerdas, dan fitur agentic AI yang dapat memahami konteks pengguna.

AdvertisementIn-Article Banner

Chip ini bukan platform yang sepenuhnya baru. Qualcomm lebih dahulu memperkenalkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy untuk Galaxy S26 Series pada Februari 2026. Kolaborasi terbaru memperluas penggunaannya ke ponsel lipat Samsung.

“Kami mengoptimalkan platform Snapdragon untuk setiap tipe perangkat Galaxy guna memastikan performa dan efisiensi yang menjadi fondasi utama dari pengalaman Galaxy AI,” kata Presiden dan COO Mobile eXperience Samsung Won-joon Choi.

Galaxy Watch9 Tinggalkan Exynos W1000

Samsung membawa perubahan besar pada Galaxy Watch9 dan Watch Ultra2. Kedua smartwatch tersebut memakai Snapdragon Wear Elite setelah Galaxy Watch8 mengandalkan Exynos W1000 buatan Samsung.

Qualcomm merancang Snapdragon Wear Elite dengan proses manufaktur 3 nanometer dan NPU berperforma hingga 12 TOPS. Platform tersebut mendukung model AI hingga dua miliar parameter dan dapat mengolah data dari lebih dari 50 sensor.

Kemampuan itu membantu Galaxy Watch menganalisis data kesehatan, aktivitas, tidur, dan kebiasaan pengguna. Samsung kemudian mengubah data tersebut menjadi rekomendasi kesehatan yang lebih personal dan proaktif.

Meski demikian, Samsung sebelumnya pernah menggunakan Snapdragon pada Gear Live dan Gear S pada 2014. Kehadiran Wear Elite menandai kembalinya Snapdragon ke smartwatch Samsung setelah lebih dari satu dekade, bukan debut pertama Qualcomm pada jam tangan Samsung.

Snapdragon AR1 Gen 1 Masuk Kacamata Samsung

Qualcomm juga memasok Snapdragon AR1 Gen 1 untuk kacamata pintar yang Samsung kembangkan bersama Google, Gentle Monster, dan Warby Parker.

Platform tersebut memproses input kamera, suara, konektivitas, dan interaksi sentuh. Dukungan Android XR dan Gemini memungkinkan pengguna meminta navigasi, menerjemahkan percakapan, merangkum pesan, membagikan sudut pandang, hingga menyimpan informasi ke Samsung Notes.

Samsung mengeklaim kacamata ini mampu bertahan hingga sembilan jam. Casing pengisi dayanya menawarkan hingga tujuh kali pengisian tambahan.

Samsung belum mengumumkan harga, spesifikasi kamera, bobot, dan ketersediaannya di Indonesia. Perusahaan menargetkan peluncuran di pasar tertentu pada semester kedua 2026.

Ekspansi ini menempatkan Snapdragon sebagai fondasi komputasi utama di berbagai perangkat Galaxy. Tantangan berikutnya terletak pada kemampuan Samsung dan Qualcomm mengubah koneksi antarperangkat tersebut menjadi pengalaman AI yang benar-benar berguna, bukan sekadar menambah daftar fitur.