Schneider Bawa Switchgear Bebas SF₆ ke Indonesia
Ringkasan Cepat
- Schneider membawa SM AirSeT dan RM AirSeT ke Enlit Asia 2026.
- AirSeT mengganti gas SF₆ dengan udara murni dan teknologi vakum.
- SF₆ memiliki potensi pemanasan global 24.300 kali CO₂.
- Schneider belum mengumumkan harga atau proyek AirSeT di Indonesia.
Schneider Electric membawa teknologi switchgear tegangan menengah bebas sulfur heksafluorida atau SF₆ ke Indonesia. Perusahaan akan memamerkan SM AirSeT dan RM AirSeT dalam Enlit Asia 2026 pada 22-24 September 2026 di ICE BSD City, Tangerang.
Kedua perangkat tersebut mengganti SF₆ dengan udara sebagai media isolasi dan teknologi vakum untuk memutus arus. Schneider mengarahkan solusi ini untuk jaringan distribusi listrik yang membutuhkan perlindungan, pemantauan, dan pengelolaan gangguan.
Schneider mengusung tema “Powering the Intelligent Grid” selama pameran. Selain AirSeT, perusahaan akan menunjukkan teknologi untuk pembangkitan, transmisi, dan distribusi yang menggabungkan elektrifikasi, digitalisasi, serta kecerdasan buatan.
Mengapa Switchgear Perlu Meninggalkan SF₆?
Switchgear berisi sakelar, pemutus sirkuit, dan perangkat pengaman yang mengontrol serta mengisolasi bagian tertentu dalam sistem kelistrikan. Perangkat ini memutus aliran listrik ketika mendeteksi gangguan agar kerusakan tidak menjalar ke bagian jaringan lain.
Produsen peralatan listrik telah memakai SF₆ selama puluhan tahun karena gas tersebut mampu mengisolasi listrik dan memadamkan busur api secara efektif. Namun, sifat yang stabil itu juga membuat SF₆ bertahan sangat lama ketika terlepas ke atmosfer.
Laporan IPCC mencatat Global Warming Potential 100 tahun SF₆ mencapai 24.300. Artinya, satu kilogram SF₆ memberikan dampak pemanasan setara sekitar 24.300 kilogram CO₂ dalam periode perhitungan tersebut. Gas ini juga dapat bertahan di atmosfer selama lebih dari 3.000 tahun.
AirSeT Pakai Udara Murni dan Teknologi Vakum
Schneider menggunakan udara murni untuk menggantikan fungsi SF₆ sebagai isolator. Perusahaan memadukannya dengan teknologi Shunt Vacuum Interruption untuk memutus arus listrik.
RM AirSeT hadir sebagai gas-insulated switchgear atau GIS untuk distribusi sekunder hingga 24 kV. Sementara itu, SM AirSeT menggunakan desain modular untuk sistem tegangan menengah hingga 24 kV.
Schneider juga menambahkan sensor, pemantauan kondisi, dan dukungan analitik prediktif pada lini AirSeT. Fitur tersebut memberi operator visibilitas terhadap kondisi perangkat serta membantu tim teknis menentukan waktu perawatan berdasarkan data.
Pendekatan itu dapat mengurangi ketergantungan terhadap pemeriksaan berkala berbasis jadwal. Meski demikian, manfaat nyata seperti pengurangan waktu pemadaman, biaya perawatan, dan emisi tetap membutuhkan data dari penerapan di lapangan.
Belum Ada Informasi Harga dan Proyek di Indonesia
Kehadiran AirSeT di Enlit Asia tidak otomatis berarti Schneider telah meluncurkan produk tersebut secara komersial di Indonesia. Media alert perusahaan belum memuat harga, jadwal ketersediaan, target penjualan, maupun nama pelanggan lokal.
Schneider juga belum mengumumkan kerja sama atau proyek pemasangan AirSeT bersama PLN. Karena itu, perusahaan baru mengonfirmasi demonstrasi teknologi di Indonesia, bukan penerapan pada jaringan listrik nasional.
Teknologi ini tetap relevan dengan rencana pengembangan kelistrikan Indonesia. RUPTL PLN 2025-2034 menargetkan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 GW, termasuk 42,6 GW energi baru terbarukan dan 10,3 GW sistem penyimpanan energi. Pertumbuhan sumber listrik tersebut menuntut jaringan distribusi yang mampu merespons perubahan pasokan dan gangguan secara cepat.
Regulasi Global Mulai Membatasi Gas Berfluorinasi
Uni Eropa telah melarang pengoperasian switchgear baru yang bergantung pada gas berfluorinasi untuk distribusi primer dan sekunder hingga 24 kV mulai 1 Januari 2026, meski Regulasi Uni Eropa 2024/573 menyediakan beberapa pengecualian.
Aturan tersebut tidak berlaku secara langsung di Indonesia. Namun, pembatasan di pasar besar seperti Uni Eropa menunjukkan perubahan standar industri dan memperkuat permintaan terhadap teknologi tanpa SF₆.
Schneider akan menampilkan teknologi AirSeT di Hall 5, booth 501, selama Enlit Asia 2026. Pameran itu menjadi kesempatan untuk menguji apakah solusi bebas SF₆ hanya menjawab tuntutan regulasi global atau juga menawarkan manfaat operasional yang cukup kuat bagi pengelola jaringan listrik Indonesia.