Editorial Topic
E-Vehicle

Hyundai STARIA Electric Tempuh 544 Km Sekali Cas

3 menit baca
AdvertisementResponsive Banner

Ringkasan Cepat

  • Hyundai STARIA Electric menawarkan jarak tempuh hingga 544 km berdasarkan NEDC.
  • Mobil ini memakai baterai 84 kWh dan motor listrik bertenaga 218 PS dengan torsi 350 Nm.
  • Arsitektur 800 volt mendukung pengisian cepat DC 10-80 persen sekitar 20 menit dalam kondisi ideal.
  • Hyundai memperkenalkan STARIA Electric bersama STARIA Hybrid di GIIAS 2026.
  • STARIA Electric juga membawa fitur V2L dan Hyundai SmartSense sebagai standar.

Hyundai resmi membawa STARIA Electric ke Indonesia melalui GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. MPV listrik premium ini menawarkan jarak tempuh hingga 544 km dalam sekali pengisian daya berdasarkan pengujian NEDC.

PT Hyundai Motors Indonesia memperkenalkan STARIA Electric bersama STARIA Hybrid di GIIAS 2026 yang berlangsung di ICE BSD City. Hyundai menyasar kebutuhan keluarga, mobilitas bisnis, hingga transportasi eksekutif melalui dua pilihan sistem penggerak elektrifikasi tersebut.

Hyundai STARIA Electric Punya Jarak Tempuh 544 Km

Hyundai STARIA Electric mengandalkan motor listrik yang menghasilkan tenaga maksimum 218 PS dan torsi 350 Nm. Hyundai Indonesia mengklaim mobil ini mampu menempuh jarak hingga 544 km sekali pengisian berdasarkan metode NEDC.

Hyundai membekali STARIA Electric dengan baterai lithium-ion berkapasitas 84 kWh. Spesifikasi global Hyundai mencantumkan motor listrik 160 kW atau 218 PS yang menggerakkan roda depan.

Angka 544 km tersebut perlu dibaca sesuai standar pengujiannya. Hyundai menggunakan metode NEDC untuk spesifikasi Indonesia, sedangkan Hyundai secara global sebelumnya mencantumkan estimasi hingga 400 km berdasarkan WLTP.

Perbedaan angka tersebut tidak otomatis menunjukkan baterai atau sistem penggerak yang berbeda karena NEDC dan WLTP memakai metode pengujian yang berbeda.

AdvertisementIn-Article Banner

Pakai Sistem 800 Volt dan Fast Charging

Salah satu teknologi utama STARIA Electric terletak pada arsitektur kelistrikan 800 volt, teknologi tegangan tinggi yang juga Hyundai gunakan pada jajaran mobil listrik IONIQ.

Menurut Hyundai, sistem tersebut memungkinkan baterai mengisi daya dari 10 hingga 80 persen sekitar 20 menit menggunakan DC fast charger dalam kondisi optimal. STARIA Electric juga mendukung AC charging melalui onboard charger 11 kW.

“STARIA Electric brings our EV expertise to a vehicle that many customers already know and trust,” kata President dan CEO Hyundai Motor Europe Xavier Martinet saat debut global STARIA Electric pada Januari 2026.

Hyundai juga memasang fitur Vehicle-to-Load (V2L). Pada versi Indonesia, Outdoor V2L menyediakan power outlet 220 volt sehingga pengguna dapat mengambil daya dari baterai kendaraan untuk menjalankan perangkat elektronik.

STARIA Electric Tetap Utamakan Kabin Premium

Selain sistem penggerak listrik, Hyundai mempertahankan karakter STARIA sebagai MPV premium. Kabinnya menawarkan VIP Captain Seats dengan air-contour body-care, sementara varian VIP mendapat sistem audio Bose 12 speaker.

Hyundai juga membekali STARIA Electric dengan Hyundai SmartSense sebagai standar. Fitur keselamatannya mencakup Forward Collision-Avoidance Assist dan Blind-spot View Monitor.

Kehadiran STARIA Electric menambah pilihan MPV listrik berukuran besar di Indonesia. Klaim jarak 544 km NEDC dan teknologi charging 800 volt menjadi dua nilai jual utamanya, terutama bagi pengguna yang membutuhkan MPV untuk perjalanan jarak jauh.

Namun, harga resmi akan menjadi faktor penting yang menentukan posisi STARIA Electric di pasar MPV listrik premium Indonesia, terutama ketika segmen ini semakin ramai dengan pemain baru.