Sustainability & CSR Tech & AI

MODENA Pakai EV untuk Tekan Emisi Logistik

Modena EV mobil

BagusTech – MODENA mulai mengalihkan operasional logistiknya ke kendaraan listrik. Perusahaan mengumumkan langkah ini dalam momentum Hari Bumi 2026 dengan menjadikan MOLOGIZ sebagai unit utama transformasi. Keputusan ini langsung menyasar sektor logistik yang selama ini menjadi kontributor emisi dalam rantai distribusi produk elektronik.

Baca Juga

Armada EV Divisi Logistik Modena, MOLOGIZ

MODENA tidak lagi menempatkan isu keberlanjutan sebagai kampanye tambahan. Perusahaan mulai memasukkan strategi tersebut ke aktivitas operasional inti. Langkah ini terlihat dari transisi armada MOLOGIZ dari kendaraan berbasis diesel ke electric vehicle yang berjalan sejak Desember 2025.

Saat ini, lebih dari 20 persen armada logistik MODENA telah menggunakan kendaraan listrik. Perusahaan mengklaim langkah ini mampu menekan emisi logistik hingga 50 persen atau setara 2,3 ton CO2e sejak implementasi dimulai. Angka ini menunjukkan dampak langsung dari perubahan operasional, meski skala implementasinya masih dalam tahap awal.

Logistik menjadi salah satu sektor paling krusial dalam industri elektronik. Distribusi harus berjalan cepat, presisi, dan efisien. Di sisi lain, penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil selama bertahun-tahun menciptakan jejak karbon yang besar. Semakin tinggi volume distribusi, semakin besar pula emisi yang dihasilkan.

Perusahaan mencoba memutus pola tersebut dengan mengganti armada ke kendaraan listrik. Perusahaan tetap mempertahankan kecepatan distribusi, tetapi mulai mengurangi dampak lingkungan dari operasionalnya. Strategi ini menunjukkan pendekatan pragmatis: menjaga performa bisnis sambil menekan emisi.

Langkah ini juga memperlihatkan perubahan arah industri. Transformasi hijau tidak lagi berhenti pada pengembangan produk hemat energi. Perusahaan mulai membenahi rantai pasok dan sistem distribusi yang selama ini menjadi sumber emisi tersembunyi.

Perusahaan menjadikan MOLOGIZ sebagai pusat perubahan. Unit ini tidak hanya berfungsi sebagai operator distribusi, tetapi juga menjadi alat untuk mengeksekusi strategi keberlanjutan. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat mengontrol langsung dampak lingkungan dari aktivitas logistiknya.

Namun, tantangan terbesar ada pada skala implementasi. Porsi 20 persen armada listrik masih menyisakan ruang besar untuk ekspansi. Ke depan, publik akan menilai seberapa cepat Perusahaan meningkatkan adopsi EV dan bagaimana perusahaan menjaga efisiensi operasional selama proses transisi berlangsung.

Selain itu, perusahaan juga harus memastikan ketersediaan infrastruktur pendukung, seperti pengisian daya dan manajemen armada listrik. Tanpa dukungan ini, transisi berisiko melambat atau tidak optimal.

Program Berkelanjutan Lainnya

MODENA tidak hanya fokus pada logistik. Perusahaan juga menjalankan program lain untuk memperkuat agenda keberlanjutan. Salah satunya melalui MODENA Pure Hub yang menyediakan akses air minum gratis di ruang publik. Hingga 2026, program ini telah menghadirkan 15 titik di Jakarta dan sekitarnya serta menyalurkan lebih dari 1 juta liter air.

perusahaan juga bekerja sama dengan platform pengelolaan limbah Duitin. Kolaborasi ini menghasilkan pengumpulan lebih dari 1.017 kilogram limbah sejak Januari 2026. Limbah yang terkumpul didominasi kardus, plastik, kaca, dan minyak jelantah. Program ini mendorong konsumen untuk terlibat langsung dalam pengelolaan sampah.

Executive Vice President and Chief Sustainability Advisor MODENA, Nicole Jizhar, menegaskan bahwa perusahaan ingin menghadirkan solusi yang berdampak langsung. Ia menyebut MODENA tidak lagi melihat produk sebagai tujuan akhir, tetapi sebagai medium untuk menciptakan perubahan yang lebih luas.

Pernyataan ini mempertegas pergeseran strategi perusahaan yang mulai bergerak dari produsen peralatan rumah tangga menuju penyedia solusi yang terintegrasi dengan isu keberlanjutan.

Langkah perusahaan memakai kendaraan listrik di sektor logistik memang belum besar dari sisi skala. Namun, keputusan ini menyasar area yang paling berdampak dalam operasional bisnis. Ketika perusahaan mulai mengubah sistem distribusi, mereka sedang membangun fondasi baru untuk model bisnis yang lebih rendah emisi.

Jika konsisten, pendekatan ini berpotensi menjadi acuan bagi industri. Transformasi tidak harus dimulai dari inovasi besar. Perubahan pada operasional sehari-hari justru bisa memberikan dampak paling nyata. MODENA menunjukkan bahwa peralihan ke logistik berbasis EV dapat berjalan tanpa mengorbankan efisiensi distribusi.

Ke depan, keberhasilan strategi ini akan ditentukan oleh kecepatan ekspansi dan konsistensi implementasi. Industri akan melihat apakah langkah ini menjadi standar baru atau hanya berhenti sebagai inisiatif awal.

Bagus Arthakusuma

Bagus Arthakusuma

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Untuk Kamu

FinTech & App Tech & AI

SiteMinder Luncurkan Dynamic Revenue Plus untuk Hotel

BagusTech – Industri perhotelan bergerak cepat, dan waktu sering kali menjadi faktor penentu antara peluang dan kerugian. Untuk membantu hotel
E-Vehicle Tech & AI

Strategi Pabrikan EV China Hadapi Pemangkasan Insentif Pajak

BagusTech – Mulai tahun 2026, pembelian mobil listrik di China tak lagi bebas pajak sepenuhnya. Pemerintah akan memangkas insentif untuk