Canva Gandeng Nassar Bikin AI Lebih Dekat ke UMKM
Ringkasan Cepat
- Canva menggandeng King Nassar untuk kampanye "NyatAIn di Canva".
- Kampanye ini menargetkan pekerja, guru, kreator, dan pelaku UMKM.
- Canva ingin membuat AI terasa lebih mudah dipahami dan dipakai.
- Kampanye hadir menjelang Hari UMKM Sedunia pada 27 Juni.
- Fokus utamanya adalah membantu pengguna memulai ide dan membuat materi visual lebih cepat.
- Canva Gandeng Nassar Bikin AI Lebih Dekat ke UMKM
Canva menggandeng King Nassar untuk mengenalkan penggunaan kecerdasan buatan atau AI kepada masyarakat Indonesia, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.
Kolaborasi ini hadir lewat kampanye “NyatAIn di Canva” yang diluncurkan pada 25 Juni 2026. Canva menyebut kampanye ini sebagai kampanye brand pertamanya di Indonesia yang secara khusus berfokus pada pemanfaatan AI. Peluncurannya juga berlangsung menjelang Hari UMKM Sedunia yang diperingati setiap 27 Juni.
Canva Pakai Nassar untuk Membumikan AI
Canva memilih King Nassar sebagai wajah kampanye untuk membawa pesan AI dengan cara yang lebih ringan dan dekat dengan publik Indonesia. Perusahaan tidak menampilkan AI sebagai teknologi yang rumit, tetapi sebagai alat bantu untuk membuat laporan, materi belajar, presentasi, konten media sosial, hingga materi promosi bisnis.
Dalam film kampanyenya, Canva menampilkan tiga situasi yang dekat dengan pengguna Indonesia. Ada pekerja kantoran yang kesulitan menyelesaikan laporan, guru yang ingin membuat materi pembelajaran lebih menarik, dan pelaku usaha kecil yang ingin tampil beda tetapi bingung harus mulai dari mana.
Canva juga memakai referensi lagu populer Nassar, “Seperti Mati Lampu”, untuk menggambarkan kondisi buntu saat seseorang ingin membuat sesuatu. Dari situ, kampanye ini membawa pesan bahwa AI dapat membantu pengguna menyalakan kembali ide dan mengubahnya menjadi karya nyata.
“Sering kali, tantangan terbesar adalah memulai. Kita punya ide, tetapi tidak selalu tahu harus mulai dari mana,” ujar King Nassar dalam keterangan resmi Canva. Ia mengatakan AI Canva dapat membantu pengguna mengurangi waktu untuk berpikir berlebihan dan lebih fokus mewujudkan ide.
AI Canva Diarahkan untuk Kebutuhan UMKM
Bagi pelaku UMKM, kebutuhan visual terus meningkat. Mereka perlu membuat poster promosi, katalog produk, konten media sosial, proposal bisnis, hingga materi pemasaran dengan cepat. Namun, tidak semua pelaku usaha kecil punya desainer, copywriter, atau tim kreatif sendiri.
Di titik ini, Canva menempatkan AI sebagai alat praktis. Pengguna bisa memulai dari ide atau prompt, lalu mengubahnya menjadi materi visual yang lebih siap pakai. Canva menyebut pelaku UMKM dapat memakai AI Canva untuk menghasilkan materi pemasaran dan konten tulisan yang menarik.
Langkah ini relevan dengan posisi UMKM di Indonesia. Data Kementerian Koperasi dan UKM yang dikutip Kementerian Keuangan menyebut UMKM berkontribusi sekitar 61,07 persen terhadap PDB dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional. Artinya, adopsi alat digital yang lebih mudah dipakai dapat memberi dampak langsung ke produktivitas pelaku usaha kecil.
Strategi Canva di Pasar Indonesia
Kampanye “NyatAIn di Canva” juga menunjukkan strategi Canva dalam memperluas penggunaan AI di luar kalangan profesional kreatif. Canva sebelumnya sudah meluncurkan kampanye lokal “Canva-in Aja” pada 2024 yang menyoroti produk seperti Dokumen, Papan Tulis, dan Presentasi. Karena itu, kampanye terbaru ini lebih tepat dilihat sebagai kampanye lokal pertama Canva di Indonesia yang berfokus pada AI, bukan kampanye lokal pertama Canva secara umum.
Secara global, Canva juga makin agresif masuk ke layanan AI produktivitas. Pada Canva Create 2026, perusahaan memperkenalkan Canva AI 2.0 yang dapat menghasilkan desain, dokumen, situs web, dan output visual berlapis yang tetap bisa diedit dari prompt pengguna.
Canva akan menjalankan kampanye Nassar ini melalui TV nasional, YouTube, Meta, Instagram, TikTok, serta media luar ruang di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Kampanye juga akan didukung kolaborasi kreator, kegiatan media, dan aktivasi komunitas.
Kolaborasi Canva dan King Nassar memperlihatkan arah baru adopsi AI di Indonesia. Tantangannya bukan lagi sekadar menghadirkan fitur canggih, tetapi membuat teknologi itu terasa relevan, mudah dipakai, dan langsung berguna bagi pekerjaan harian. Bagi UMKM, AI bisa menjadi alat bantu untuk bergerak lebih cepat, selama pengguna berani mulai mencoba.