Editorial Topic
Audio

Sennheiser Spectera Ringkas 32 Receiver di TIM

3 menit baca
AdvertisementResponsive Banner

Ringkasan Cepat

  • Teater Besar TIM memakai satu Sennheiser Spectera Base Station untuk menyederhanakan sistem audio 32 kanal.
  • Sistem lama membutuhkan satu receiver untuk setiap kanal mikrofon wireless.
  • Instalasi saat ini mencakup dua antena DAD dan 15 bodypack bidirectional.
  • Spectera mendukung maksimal 32 input dan 32 output audio.
  • Sekitar 70 persen produksi TIM yang membutuhkan wireless kini memakai Spectera.

Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM) memakai Sennheiser Spectera untuk meringkas sistem audio yang sebelumnya membutuhkan hingga 32 receiver terpisah menjadi satu base station.

Sennheiser mengumumkan penerapan tersebut pada 31 Agustus 2026. Menurut perusahaan, langkah ini menjadikan Teater Besar TIM sebagai venue pertunjukan pertama di Indonesia yang mengadopsi Spectera.

Teater Besar memiliki kapasitas 1.200 penonton dan menampung berbagai produksi berskala besar, mulai dari teater, musikal, konser, hingga pertunjukan budaya. Perbedaan format acara membuat tim teknis harus menyesuaikan konfigurasi audio untuk setiap produksi.

Satu Base Station Kelola Puluhan Kanal

Tim teknis Teater Besar sebelumnya mengandalkan arsitektur konvensional yang memasangkan satu receiver dengan satu kanal mikrofon. Produksi dengan 32 kanal wireless pun memerlukan puluhan receiver, perangkat pendukung, dan rak berukuran besar.

“Dulu, saat menggunakan 32 unit terpisah, kami harus menyiapkan rak yang sangat besar untuk menampung seluruh peralatan,” ujar Technical Audio Specialist Teater Besar, Dwi Winarno.

Sennheiser Spectera memusatkan pengelolaan kanal tersebut melalui base station berukuran 19 inci dengan tinggi 1RU. Desain ini mengurangi jumlah perangkat yang harus tim pindahkan, pasang, dan periksa sebelum pertunjukan.

Berdasarkan spesifikasi resmi Sennheiser, Spectera Base Station mengelola hingga 64 kanal yang terdiri dari 32 input dan 32 output. Angka tersebut tidak berarti satu perangkat mendukung 64 mikrofon, melainkan menggabungkan kanal input dan output audio.

Sennheiser Spectera Kurangi Kerumitan Frekuensi

Peningkatan jumlah mikrofon wireless sebelumnya memunculkan masalah koordinasi frekuensi. Menurut Dwi, penggunaan 40 sampai 50 mikrofon secara bersamaan kerap memicu benturan frekuensi, noise, dan interferensi.

Spectera memakai teknologi Wireless Multichannel Audio Systems atau WMAS. Teknologi ini menempatkan sejumlah audio link dan data kontrol dalam kanal RF wideband berukuran 6 MHz atau 8 MHz, sesuai regulasi setiap negara.

AdvertisementIn-Article Banner

Arsitektur tersebut berbeda dari sistem narrowband yang memberikan carrier tersendiri untuk setiap perangkat. Spectera juga memakai bodypack bidirectional yang dapat mengirim suara mikrofon atau instrumen sekaligus menerima audio untuk in-ear monitor maupun interruptible foldback.

Tim teknis dapat mengawasi kondisi frekuensi melalui Spectera WebUI. Antarmuka ini menampilkan kualitas sinyal, status perangkat, volume, latensi, level baterai, dan kondisi RF secara real-time.

TIM Pasang 15 Bodypack Spectera

Konfigurasi di Teater Besar saat ini mencakup satu Spectera Base Station, dua antena DAD, 15 bodypack bidirectional, dan mikrofon headset Sennheiser HSP 4.

TIM memakai sistem tersebut untuk produksi teater, musikal, acara korporasi, talk show, dan diskusi panel. Sennheiser menyebut Spectera kini menangani sekitar 70 persen produksi Teater Besar yang membutuhkan perangkat wireless, dengan konfigurasi tipikal sekitar 15 kanal.

Spectera juga telah mendukung sekitar delapan sampai sepuluh produksi. Namun, Sennheiser belum mengungkap nilai investasi, durasi pemasangan, maupun penghematan waktu setup secara terukur.

Sennheiser memperkenalkan Spectera pada IBC 2024 dan memulai pengiriman komersialnya pada April 2025. Karena itu, berita terbaru ini berpusat pada penerapan pertama di venue Indonesia, bukan peluncuran produk baru.

Penyederhanaan 32 receiver menjadi satu base station menunjukkan perubahan besar dalam pengelolaan audio pertunjukan. Efektivitasnya tetap bergantung pada kemampuan sistem menjaga stabilitas sinyal saat Teater Besar menjalankan produksi dengan jumlah mikrofon yang mendekati kapasitas puncak.