BagusTech – Samsung kembali mengguncang pasar smartphone dengan merilis Galaxy Z TriFold, perangkat lipat tiga yang mendorong bentuk ponsel ke arah lebih fleksibel dan fungsional. Samsung menargetkan pengguna yang ingin berpindah dari ukuran ponsel ke layar besar tanpa kehilangan portabilitas. Pendekatan ini membuat TriFold tampil sebagai perangkat yang mampu melakukan lebih dari sekadar ponsel lipat generasi sebelumnya.
Baca Juga
- Naura Ayu Temukan Ruang Kreatif Baru Lewat Samsung The Frame & Music Frame
- Fitur Unggulan Samsung Galaxy A07 di Harga 1 Jutaan
- Ekosistem Samsung Galaxy Hadir di ABRACADABRA
Fitur Unggulan Samsung Galaxy Z Trifold
Galaxy Z TriFold membawa layar utama 10 inci yang langsung berubah menjadi ruang kerja luas ketika dibuka penuh. Saat dilipat dua kali, perangkat kembali terasa seperti smartphone biasa dengan layar cover 6,5 inci. Samsung merancang desain ini untuk menciptakan pengalaman multitasking yang lebih natural, bukan hanya gimmick teknologi.

Samsung melengkapi TriFold dengan dua engsel berstruktur dual-rail yang memberikan stabilitas tinggi saat perangkat dibuka dan ditutup. Lapisan pelindung layar dan penggunaan material premium seperti Titanium Hinge Housing serta Advanced Armor Aluminum membuat perangkat ini lebih tahan terhadap tekanan harian. Setiap unit juga melewati pemindaian CT dan laser untuk menjaga akurasi struktur dalamannya.

Di sisi produktivitas, TriFold menghadirkan pengalaman layar besar yang memungkinkan pengguna membuka tiga aplikasi sekaligus dan mengatur tata letaknya sesuai kebutuhan. Taskbar mempermudah perpindahan aplikasi, sementara DeX standalone memberi akses antarmuka mirip desktop langsung dari perangkat. Untuk kebutuhan lebih serius, pengguna bisa menghubungkan perangkat ke monitor eksternal melalui Extended Mode.

Galaxy AI memberikan nilai tambah besar pada perangkat ini. Fitur seperti Generative Edit, Sketch to Image, dan Browsing Assist berjalan lebih intuitif di layar besar. Gemini Live memahami konteks visual maupun perintah suara sehingga pengguna bisa meminta saran desain, merangkum halaman web, atau mencari referensi tanpa harus memindahkan aplikasi.

Untuk hiburan, layar Dynamic AMOLED 2X menghadirkan visual cerah dan tajam dengan kecerahan hingga 1600 nits pada layar utama dan 2600 nits pada layar cover. Pengguna dapat menonton video sambil membuka komentar atau aplikasi lain secara berdampingan. Minimnya garis lipatan memberi pengalaman visual yang lebih bersih.
Performa TriFold didukung chipset Snapdragon 8 Elite, RAM hingga 16GB, dan penyimpanan 1TB. Kamera 200MP, telefoto 3x, ultra-wide 12MP, serta baterai tiga sel 5.600 mAh semakin memperkuat posisinya sebagai perangkat premium yang siap menangani kebutuhan berat.
| Tipe | Samsung Galaxy Z Trifold |
| Chipset | Qualcomm Snapdragon 8 Elite (3 nm) |
| RAM | 16GB |
| ROM | 512 GB / 1 TB UFS |
| Baterai | 5.600 mAh |
| Charger | 45W kabel 15W nirkabel 4.5W nirkabel berbalik |
| Layar Cover | 6.5 inches, Dynamic LTPO AMOLED 2X, 120Hz, HDR, 2600 nits (peak), 1080 x 2520 pixels, 422 ppi, Corning Gorilla Glass Ceramic 2 |
| Layar Utama | 10.0 inch, Tri-foldable Dynamic LTPO AMOLED 2X, 120Hz, 1600 nits (peak), 1584 x 2160 pixels |
| Kamera Belakang | 200 MP, f/1.7, 24mm (wide), OIS 10 MP, f/2.4, 67mm (telephoto), OIS, 3x optical zoom 12 MP, f/2.2, 13mm, 120˚ (ultrawide) |
| Kamera Depan | 10 MP, f/2.2, 18mm (ultrawide) Cover camera: 10 MP, f/2.2, 24mm (wide) |
| Koneksi | 5G, Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac/6e/7, Bluetooth 5.4, USB‑C |
| Audio | Dual Speaker |
| Sensor Sidik Jari | Samping |
| NFC | Ada |
| Dimensi | 159.2 x 214.1 x 3.9-4.2 mm (terbuka) 159.2 x 75 x 12.9 mm (tertutup) |
| Berat | 309 g |
| Ketahanan | IP48 |
| Sistem Operasi | Android 16, One UI 8 |
| Warna | Hitam |
| Harga | KRW 3,594,000 / Rp 40.695.257 |
Ketersediaan
Samsung mulai memasarkan Galaxy Z TriFold pada 12 Desember 2025 di Korea sebelum masuk pasar global. Pembeli mendapat bonus 6 bulan Google AI Pro dan diskon 50% untuk satu kali perbaikan layar.

Galaxy Z TriFold membuka kemungkinan baru di dunia mobile. Perangkat ini menunjukkan bagaimana ponsel dapat berkembang menjadi alat kerja, alat hiburan, dan pusat komputasi personal yang fleksibel. Jika respons pasar positif, desain lipat tiga bisa menjadi salah satu arah besar berikutnya dalam evolusi smartphone modern.

