BagusTech – Lenovo baru saja mencetak prestasi besar dengan melompat 52 posisi ke peringkat #196 dalam daftar Fortune Global 500 tahun ini. Perusahaan teknologi asal Tiongkok ini juga menempati urutan ke-13 di antara raksasa teknologi dunia. Pencapaian ini menandai tahun ke-16 Lenovo masuk daftar bergengsi tersebut, bukti konsistensi kinerja mereka dalam menghadapi kompetisi global.
Baca Juga
- Review Lenovo Legion Pro 5 : Laptop Gaming & Buat Profesional
- Lenovo Rilis Lini Laptop Yoga & IdeaPad AMD Ryzen 300 Series
- Snapdragon Sukses Adakan Summit Southeast Asia Pertama
Sepanjang tahun fiskal 2024/25, Lenovo mencatat pendapatan sebesar US$69,1 miliar, naik 21% dibanding tahun lalu. Angka ini menjadi yang tertinggi kedua dalam sejarah perusahaan. Tidak hanya itu, laba bersih mereka juga melonjak signifikan, menegaskan kondisi finansial yang semakin sehat dan berkelanjutan.
Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi Lenovo yang jelas dan terukur. Mereka mengandalkan model manufaktur ODM+, memadukan sumber daya global dengan distribusi lokal. Dengan lebih dari 30 pabrik di 11 negara, Lenovo mampu menjaga fleksibilitas rantai pasok dan beradaptasi cepat dengan perubahan pasar. Pendekatan ini memberi keunggulan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
Lenovo juga meningkatkan investasi di bidang riset dan pengembangan (R&D) sebesar 13% dari tahun sebelumnya. Fokus utama mereka adalah strategi hybrid AI, yang menghadirkan produk dan layanan berbasis kecerdasan buatan mulai dari PC, smartphone, hingga server dan infrastruktur data center. Dengan arah ini, Lenovo mempertegas ambisi untuk menjadi pemain penting di era teknologi AI.
Kenaikan Lenovo di daftar Fortune Global 500 bukan hanya soal peringkat. Lebih dari itu, ini mencerminkan transformasi perusahaan menjadi pemain global yang siap menghadapi era AI. Dengan kombinasi keuangan yang solid, jaringan manufaktur luas, dan fokus inovasi, Lenovo berada di jalur yang tepat untuk terus berkembang sekaligus memperkuat posisinya di industri teknologi dunia.

