BagusTech – Singapura menjadi saksi penting bagi Qualcomm yang menggelar Snapdragon Southeast Asia Summit 2025, ajang perdana di Asia Tenggara yang menampilkan inovasi terkini di dunia komputasi berbasis AI.
Acara ini dihadiri oleh para pemimpin industri, mitra OEM (Original Equipment Manufacturer), serta pakar teknologi yang ingin melihat langsung bagaimana Snapdragon X Series mengubah pengalaman pengguna dalam dunia PC.
Dalam sambutannya, Kedar Kondap, Senior Vice President & General Manager Compute and Gaming, Qualcomm Technologies, Inc., menegaskan bahwa Snapdragon X Series membawa revolusi AI yang tidak hanya meningkatkan efisiensi tetapi juga memperkenalkan standar baru dalam komputasi modern.
aMenurutnya, AI dalam PC kini bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan elemen inti yang akan menentukan arah masa depan industri.
Baca Juga
- Baru Rilis, Ini Perbedaan Snapdragon 6s Gen 3 Dengan 695
- Qualcomm Rilis Chipset 5G Entry Level, Snapdragon 4s Gen 2
- POCO X6 5G Segera Debut Dengan Snapdragon 7s Gen 2
Snapdragon X Series di Snapdragon Southeast Asia Summit
Acara ini memperkenalkan tiga varian utama dalam keluarga Snapdragon X Series, yakni Snapdragon X Elite (12-core), Snapdragon X Plus (10-core & 8-core), dan Snapdragon X (8-core).

Dengan arsitektur Qualcomm Oryon CPU, prosesor ini menawarkan efisiensi daya terbaik di kelasnya, sementara NPU 45 TOPS memastikan pemrosesan AI berlangsung secara real-time tanpa ketergantungan pada cloud.
Snapdragon X Series juga diklaim mampu menghemat hingga 11 miliar jam kerja per tahun di Asia Pasifik, berkat optimalisasi AI dalam tugas-tugas komputasi sehari-hari. Hal ini menjadikannya pilihan utama bagi pengguna yang membutuhkan kinerja tinggi dengan efisiensi daya maksimal.
Demo Langsung
Untuk membuktikan klaim performanya, Qualcomm menyediakan dua zona pengalaman interaktif, Creative Zone dan Beach Zone, di mana pengunjung dapat mencoba langsung kecanggihan AI dalam berbagai aplikasi.



Di Creative Zone, Snapdragon X Series diuji dalam skenario kerja profesional, termasuk produksi musik real-time, benchmark kinerja PC, dan simulasi produktivitas multitasking dengan layar resolusi 15K total.
Semua ini memperlihatkan bagaimana AI dapat mempercepat dan menyederhanakan tugas-tugas berat tanpa mengorbankan efisiensi daya.
Sementara itu, Beach Zone menampilkan aplikasi AI dalam kehidupan sehari-hari, seperti fotografi berbasis AI dengan fitur Auto-Cropping dan Match Look, serta peningkatan kualitas audio melalui aplikasi seperti Moises Live dan djay Pro.
Snapdragon X Series juga mendukung fitur Copilot+ AI, yang mempermudah live translation, image restyling, dan pengeditan foto berbasis AI.
Dukungan dari OEM Besar
Sebagai langkah strategis dalam memperkuat posisinya di industri PC, Qualcomm menggandeng sejumlah mitra besar seperti ASUS, Dell, Lenovo, HP, dan Microsoft, yang telah menyiapkan perangkat berbasis Snapdragon X.


Beberapa model yang diumumkan dalam acara ini antara lain ASUS ProArt PZ13, Lenovo Yoga Slim 7x, HP OmniBook X, Acer Swift Go 14 AI, dan Samsung Galaxy Book4 Edge.
Dalam sesi panel diskusi, Adam Owee, General Manager, Device Partner Sales Asia, Microsoft, mengungkapkan bahwa Windows semakin beradaptasi dengan teknologi ARM untuk menghadirkan pengalaman AI yang lebih canggih dan efisien. Dengan dukungan ekosistem aplikasi yang lebih luas, Snapdragon X Series diprediksi akan menjadi standar baru dalam komputasi berbasis AI.
Snapdragon Southeast Asia Summit 2025 membuktikan bahwa Qualcomm bukan hanya sekadar pemain di industri PC, tetapi juga pemimpin dalam membawa AI ke tingkat selanjutnya.
Dengan performa tinggi, efisiensi daya luar biasa, serta integrasi AI yang mendalam, Snapdragon X Series siap mendefinisikan kembali bagaimana kita bekerja dan berkreasi dengan PC.

