Huawei Pura 90s Pro Series Kembali Bawa 5G ke Pasar Global
Ringkasan Cepat
- Huawei Pura 90s Pro dan Pro Max resmi mendukung jaringan 5G global.
- Kedua ponsel memakai chipset Kirin 9030S dan menjalankan EMUI 16.
- Huawei mendukung banyak pita 5G, termasuk n1, n3, n28, n77, dan n78.
- Kehadiran 5G tidak menandakan pencabutan pembatasan AS terhadap Huawei.
- Huawei belum mengumumkan peluncuran Pura 90s Series di Indonesia.
Huawei resmi membawa kembali koneksi 5G ke lini ponsel flagship global melalui Pura 90s Pro dan Pura 90s Pro Max. Kedua ponsel tersebut mendukung jaringan 5G NR, eSIM, serta berbagai pita frekuensi yang umum digunakan operator di banyak negara.
Kehadiran 5G menjadi peningkatan penting bagi bisnis ponsel global Huawei. Generasi sebelumnya, termasuk Pura 80 Pro dan Pura 80 Ultra versi internasional, hanya mencantumkan dukungan jaringan hingga 4G LTE.
Huawei Pura 90s Pro Series Mendukung Banyak Pita 5G
Huawei mencantumkan dukungan 5G pada kedua slot SIM Pura 90s Pro Max. Daftar frekuensinya mencakup n1, n3, n5, n7, n8, n28, n38, n40, n41, n77, n78, dan n79, beserta sejumlah pita tambahan untuk pasar tertentu.
Dukungan tersebut membuat Pura 90s tidak hanya mengandalkan jaringan 5G yang beroperasi di China. Huawei menyiapkan konfigurasi radionya untuk berbagai operator global, termasuk operator yang memakai pita n1, n3, n28, n77, dan n78.
Namun, ketersediaan jaringan tetap bergantung pada operator, wilayah pemasaran, serta sertifikasi perangkat di setiap negara. Dukungan eSIM juga mengikuti kebijakan operator lokal.
Kirin 9030S Menjadi Otak Pura 90s Pro Series
Huawei membekali Pura 90s Pro dan Pro Max dengan chipset Kirin 9030S berkonfigurasi octa-core. Chip tersebut menggantikan Kirin 9020 yang terdapat pada Pura 80 Pro dan Pura 80 Ultra versi global.
Huawei belum mengungkap proses fabrikasi, konfigurasi CPU secara lengkap, maupun nama modem 5G yang terintegrasi di Kirin 9030S. Halaman spesifikasi resmi hanya mencantumkan nama chipset, sistem operasi EMUI 16, serta daftar jaringan yang didukung.
Karena itu, pengujian dan pembongkaran independen masih diperlukan untuk mengetahui performa, efisiensi daya, serta asal komponen modem dan radio frequency front-end pada perangkat tersebut.
Koneksi 5G Kembali di Tengah Pembatasan AS
Kembalinya 5G tidak berarti Amerika Serikat telah mencabut pembatasan terhadap Huawei. Biro Industri dan Keamanan AS atau BIS masih memasukkan Huawei dan sejumlah afiliasinya ke dalam Entity List.
Aturan Foreign-Produced Direct Product juga mewajibkan perusahaan meminta lisensi untuk memasok produk tertentu yang dibuat memakai teknologi atau peralatan asal AS kepada entitas yang masuk daftar tersebut. BIS menerapkan peninjauan kasus per kasus untuk teknologi di bawah level 5G, sedangkan transaksi lain umumnya menghadapi asumsi penolakan.
Kondisi tersebut sebelumnya membatasi akses Huawei terhadap chipset dan teknologi produksi semikonduktor. Pura 90s memperlihatkan bahwa Huawei kini memiliki jalur teknologi yang cukup untuk menawarkan chipset Kirin dan koneksi 5G pada perangkat yang dijual di luar China.
5G Jadi Peningkatan Strategis Pura 90s Pro Series
Huawei juga membekali Pura 90s Series dengan Wi-Fi 7, Bluetooth 6.0, NFC, dan NearLink E2.0. Pura 90s Pro Max menawarkan kamera telefoto 200 MP, sedangkan Pura 90s Pro membawa kamera telefoto makro 50 MP.
Meski kamera tetap menjadi fitur unggulan, dukungan 5G membawa dampak lebih besar bagi posisi Huawei di pasar global. Perusahaan tidak lagi meminta konsumen flagship menerima keterbatasan jaringan 4G seperti pada Pura 80 Series versi internasional.
Huawei belum mengumumkan harga dan jadwal pemasaran Pura 90s Pro serta Pura 90s Pro Max di Indonesia.