Editorial Topic
E-Vehicle

Acer Predator ES Thunder Pro Meluncur, Tenaga 1.600 W

3 menit baca
AdvertisementResponsive Banner

Ringkasan Cepat

  • Predator ES Thunder Pro mengusung motor belakang 500 W dengan daya puncak 1.600 W.
  • Torsi mencapai 32 Nm dengan kemampuan menanjak hingga 28 persen.
  • Baterai 624 Wh menawarkan jarak tempuh maksimum hingga 70 km.
  • Acer menambahkan TCS, ban off-road 10 inci, IPX6, Find My, dan Find Hub.
  • Harga dan ketersediaan untuk Indonesia belum diumumkan.

Acer memperkenalkan Predator ES Thunder Pro, e-scooter terbaru dengan daya puncak mencapai 1.600 W dan jarak tempuh maksimum hingga 70 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Acer memperkenalkan perangkat tersebut dalam konferensi global next@acer di Berlin, Jerman. Perusahaan menempatkan Thunder Pro sebagai model e-scooter Predator paling bertenaga dengan fokus pada perjalanan harian, penggunaan intensif, hingga medan yang lebih menantang.

Predator ES Thunder Pro menggunakan motor DC penggerak roda belakang dengan daya nominal 500 W. Motor tersebut dapat menghasilkan daya maksimum 1.600 W dan torsi hingga 32 Nm.

Acer mengklaim kombinasi tersebut membuat e-scooter mampu menghadapi tanjakan hingga kemiringan 28 persen.

Baterai 624 Wh, Jarak Tempuh hingga 70 Km

Acer membekali Predator ES Thunder Pro dengan baterai 48 V 13 Ah atau 624 Wh. Dalam spesifikasi resminya, perusahaan mengklaim perangkat dapat menempuh jarak maksimum hingga 70 km dalam sekali pengisian daya.

Angka tersebut menjadi salah satu fitur utama Thunder Pro karena Acer menargetkan perangkat untuk penggunaan berdurasi panjang sekaligus perjalanan jarak jauh.

Namun, jarak 70 km merupakan angka maksimum yang diklaim produsen. Jarak aktual dapat berubah tergantung bobot pengguna, kecepatan, mode berkendara, kondisi jalan, tanjakan, hingga pola akselerasi.

Thunder Pro menyediakan beberapa mode berkendara, mulai dari Pedestrian, ECO, D, S hingga Cruise Control, meski ketersediaan beberapa fungsi dapat menyesuaikan regulasi di masing-masing wilayah.

TCS dan Ban Off-Road 10 Inci

Acer tidak hanya meningkatkan tenaga. Predator ES Thunder Pro juga mendapat Traction Control System (TCS) yang dapat menyesuaikan output tenaga secara real-time berdasarkan kondisi permukaan jalan.

Sistem tersebut membantu menjaga traksi dan kestabilan ketika pengguna melintasi permukaan basah atau jalan dengan daya cengkeram rendah.

Thunder Pro menggunakan ban tubeless pneumatic off-road 10 inci yang dipadukan dengan suspensi depan dan belakang. Sistem pengeremannya terdiri dari cakram pada roda depan serta cakram dan eABS pada roda belakang.

Acer juga meningkatkan ketahanan terhadap air menjadi IPX6, sehingga perangkat mendapat perlindungan lebih tinggi terhadap paparan air saat penggunaan sehari-hari.

AdvertisementIn-Article Banner

Bobot keseluruhan Thunder Pro mencapai 26,5 kg, sedangkan kapasitas beban maksimum mencapai 120 kg.

Bisa Dilacak lewat Find My dan Find Hub

Aspek konektivitas menjadi pembeda lain Predator ES Thunder Pro. Acer menyematkan dukungan Find My dan Find Hub untuk membantu pengguna melacak lokasi e-scooter.

Melalui aplikasi Acer eMobility, pengguna juga dapat memeriksa sisa baterai dan data berkendara, mengontrol lampu, mengatur perangkat, hingga mengaktifkan penguncian elektronik.

Acer turut menyediakan AI Voice Command untuk menjalankan sejumlah fungsi melalui smartphone atau smartwatch, termasuk mengecek baterai, mengontrol pencahayaan, serta mengunci atau membuka e-scooter.

Predator ES Thunder Pro juga memiliki daytime running light serta pencahayaan RGB pada bagian samping.

Acer belum mengumumkan harga maupun jadwal penjualan Predator ES Thunder Pro di Indonesia. Perusahaan menyebut spesifikasi, harga, dan ketersediaan produk dapat berbeda pada setiap wilayah.