Acer Bangkitkan Packard Bell untuk Segmen Terjangkau
Ringkasan Cepat
- Acer Group menghidupkan kembali Packard Bell saat merek tersebut memasuki usia 100 tahun.
- Packard Bell kembali dengan laptop, ponsel 4G, perangkat audio, dan aksesori kreator.
- Acer menempatkan lini baru ini pada segmen teknologi terjangkau untuk kebutuhan harian.
- Acer belum mengumumkan harga dan jadwal penjualan produk Packard Bell di Indonesia.
Acer Group membangkitkan kembali Packard Bell, merek PC yang meraih popularitas pada era 1990-an, melalui peluncuran ulang di IFA 2026, Berlin, pada 2 September 2026. Acer membawa identitas baru dan rangkaian produk yang menyasar segmen teknologi terjangkau untuk kebutuhan sehari-hari.
Peluncuran ulang ini bertepatan dengan usia ke-100 Packard Bell. Perusahaan tersebut memulai bisnisnya di Los Angeles pada 1926 melalui produk radio, lalu memperluas usahanya ke televisi dan komputer pribadi.
Acer kini mengusung filosofi “Tech it easy” untuk Packard Bell. Strategi tersebut menekankan perangkat sederhana, fungsional, dan memiliki harga yang dapat menjangkau lebih banyak konsumen.
“Orang membutuhkan teknologi yang membantu mereka belajar, bekerja, dan tetap terhubung dengan harga yang wajar,” kata Valerie Piau, Vice President EMEA Acer Europe, dalam keterangan resmi Acer.
Packard Bell Kembali, Kini Tidak Hanya Menjual Laptop
Acer tidak hanya menghidupkan Packard Bell sebagai merek komputer. Gelombang produk pertamanya mencakup laptop DotBook, ponsel fitur 4G DotLine, speaker DotTune, headphone DotBass, kacamata audio DotLook, ring light DotShine, serta paket keyboard dan mouse DotCombo.
Packard Bell juga menawarkan pemutar piringan hitam portabel DotLoop. Selain itu, Acer menggandeng Steasy untuk menghadirkan alat pengukus makanan pintar. Langkah tersebut mengubah Packard Bell dari merek PC lawas menjadi merek elektronik gaya hidup dengan cakupan produk yang lebih luas.
Acer memakai warna oranye, ungu, hijau, dan kuning untuk membedakan Packard Bell dari lini produknya sendiri. Perusahaan juga akan mengutamakan kanal digital untuk menjangkau generasi konsumen yang lebih muda.
DotBook Jadi Produk Utama Packard Bell
Packard Bell DotBook menjadi produk utama dalam peluncuran ini. Laptop 14,5 inci tersebut memakai prosesor Intel Core 3 N355, RAM DDR4 hingga 16 GB, penyimpanan 512 GB, serta layar IPS beresolusi 1.920 x 1.200 piksel.

Acer menargetkan DotBook untuk menjelajah internet, menonton video, belajar, dan mengerjakan tugas kantor ringan. Perusahaan menetapkan harga mulai 499 euro untuk kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.
Namun, posisi “terjangkau” tetap memerlukan konteks. Tom’s Hardware menilai harga DotBook cukup tinggi jika melihat spesifikasinya. Media tersebut juga melihat desain berwarna sebagai daya tarik utama laptop ini.
Acer Bidik Pasar Perangkat Harian Berharga Terjangkau
Acer menetapkan harga mulai 29 euro untuk headphone DotBass, 34,99 euro untuk speaker DotTune, dan 39 euro untuk DotCombo serta DotShine. Ponsel 4G DotLine mulai dari 69 euro, sedangkan kacamata audio DotLook mulai dari 99 euro.
Secara strategi, Packard Bell memberi Acer ruang untuk menjangkau pasar perangkat harian tanpa mengubah citra lini laptop Acer dan Predator. Packard Bell membawa pendekatan yang lebih berwarna, sederhana, dan berorientasi gaya hidup, sementara Acer menyediakan jaringan logistik, pusat layanan, dan dukungan multibahasa di 28 negara kawasan EMEA.
Acer menyebut penjualan Eropa mulai kuartal IV 2026, meski tabel ketersediaan resminya mencantumkan beberapa produk mulai September. Perusahaan belum menjelaskan perbedaan jadwal tersebut dan belum mengumumkan ekspansi ke Indonesia.
Kebangkitan Packard Bell membuka pilihan baru di pasar teknologi terjangkau, tetapi nostalgia saja tidak cukup. Harga akhir, kualitas produk, dan layanan purnajual akan menentukan apakah merek berusia satu abad ini mampu kembali relevan bagi generasi pengguna baru.