Schneider Electric Latih 1,5 Juta Anak Muda Bidang Energi
Ringkasan Cepat
- Schneider Electric melaporkan telah membekali 1,5 juta anak muda secara global dengan keterampilan elektrifikasi dan keberlanjutan sejak 2009.
- Jumlah penerima manfaat bertambah 90.000 orang dibandingkan capaian semester I 2026.
- Perusahaan menargetkan jangkauan kumulatif tiga juta anak muda pada 2030.
- Rilis terbaru belum merinci jumlah peserta Indonesia maupun hasil penempatan kerja.
Schneider Electric melaporkan telah membekali 1,5 juta anak muda secara global dengan keterampilan elektrifikasi dan keberlanjutan sejak 2009. Dalam siaran pers bertanggal 20 Oktober 2026 yang diterima BagusTech, perusahaan menyebut jumlah tersebut bertambah 90.000 orang dibandingkan capaian semester I 2026.
Pengembangan keterampilan melalui pelatihan Schneider Electric itu menjadi bagian dari peta jalan keberlanjutan Impact 2030. Perusahaan menargetkan jangkauan kumulatif tiga juta anak muda pada 2030 untuk mendukung pengembangan keterampilan di bidang teknologi energi.
Tambahan 90.000 Peserta hingga Akhir Kuartal III
Tambahan 90.000 orang merupakan perkembangan yang dilaporkan sejak akhir semester I hingga akhir kuartal III 2026. Sementara itu, angka 1,5 juta mencakup penerima manfaat selama program berjalan sejak 2009.
Pembedaan periode tersebut penting karena total 1,5 juta orang bukan jumlah anak muda yang mengikuti pelatihan pada 2026 saja. Angka itu juga tidak dapat diperlakukan sebagai jumlah lulusan yang telah memperoleh pekerjaan.
Perusahaan belum merinci dalam rilis ini pembagian peserta menurut negara, durasi pelatihan, sertifikasi, maupun hasil penempatan kerja. Karena itu, capaian yang diumumkan menggambarkan jangkauan pengembangan keterampilan, belum menunjukkan hasil ketenagakerjaan seluruh peserta.
Schneider Electric menempatkan pengembangan keterampilan dalam konteks percepatan elektrifikasi dan perkembangan kecerdasan buatan atau AI. Menurut perusahaan, perubahan tersebut membuat sistem energi dan industri semakin kompleks sehingga membutuhkan kesiapan tenaga kerja.
Target Tiga Juta Anak Muda dalam Impact 2030
Jangkauan 1,5 juta anak muda setara dengan separuh target kumulatif tiga juta orang pada 2030. Target ini berada dalam pilar Unlocking Human Potential, yang mencakup pengembangan keterampilan, peluang bagi manusia, dan akses energi.
“Kemajuan yang berkelanjutan membutuhkan kerja sama seluruh pihak, termasuk kesiapan keterampilan untuk memastikan teknologi baru dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha,” ujar Martin Setiawan, President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, dalam keterangan tertulis.
Selain pelatihan anak muda, Schneider Electric melaporkan 82% karyawannya telah mengikuti pelatihan Energy Tech yang ditetapkan untuk 2026. Indikator karyawan tersebut dicatat terpisah dari jumlah anak muda yang dibekali keterampilan.
Secara keseluruhan, Impact Score perusahaan mencapai 4,04 dari skala 10 pada akhir kuartal III, dibandingkan target 4,20 untuk akhir 2026. Skor ini merangkum indikator terpilih dalam program keberlanjutan perusahaan, bukan penilaian khusus terhadap pelatihan anak muda.
Kemitraan Pengembangan Talenta di Indonesia
Di Indonesia, Schneider Electric telah mengumumkan kemitraan dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang berfokus pada magang dan pengembangan talenta muda. Kerja sama tersebut mencakup kesempatan magang bagi mahasiswa dari sejumlah jurusan teknik.
Menurut pengumuman resminya, program itu memungkinkan konversi Satuan Kredit Semester (SKS) menjadi penilaian berbasis kinerja melalui pengalaman kerja di industri. Pada tahap awal, cakupannya berfokus pada fungsi operasional pabrik, termasuk teknik, otomasi, dan rekayasa proyek.
Kemitraan tersebut memberikan konteks mengenai kegiatan pengembangan talenta perusahaan di Indonesia. Namun, sumber yang tersedia belum memastikan apakah pesertanya termasuk dalam tambahan 90.000 orang pada laporan kuartal III.
Rilis terbaru juga belum merinci kontribusi Indonesia terhadap total penerima manfaat global atau jadwal pendaftaran pelatihan berikutnya. Target yang diumumkan tetap berupa perluasan jangkauan kumulatif menjadi tiga juta anak muda pada 2030.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Berapa anak muda yang telah mengikuti pelatihan Schneider Electric?
Schneider Electric melaporkan telah membekali 1,5 juta anak muda secara global dengan keterampilan elektrifikasi dan keberlanjutan sejak 2009 hingga akhir kuartal III 2026. Jumlah tersebut bertambah 90.000 orang dibandingkan capaian semester I 2026.
Apa target pelatihan anak muda dalam Impact 2030?
Schneider Electric menargetkan jangkauan kumulatif tiga juta anak muda pada 2030. Pengembangan keterampilan tersebut termasuk dalam pilar Unlocking Human Potential.
Apakah 1,5 juta peserta tersebut berasal dari Indonesia?
Angka 1,5 juta merupakan capaian global. Rilis kuartal III 2026 belum merinci jumlah penerima manfaat dari Indonesia.
Apakah pelatihan Schneider Electric menjamin pekerjaan?
Sumber yang tersedia tidak menyebutkan jaminan pekerjaan. Angka penerima pelatihan juga tidak menunjukkan jumlah peserta yang telah memperoleh pekerjaan.
Bagaimana cara mendaftar pelatihan Schneider Electric?
Rilis kuartal III 2026 belum mencantumkan jadwal, persyaratan, atau tautan pendaftaran pelatihan untuk masyarakat umum. Di Indonesia, perusahaan telah mengumumkan kemitraan magang dengan ITS, tetapi keterkaitannya dengan angka pelatihan global belum dijelaskan.