Philips Screen Sync vs HDMI Sync, Apa Bedanya?
Ringkasan Cepat
- Screen Sync memakai kamera untuk membaca warna pada layar, termasuk konten aplikasi bawaan TV.
- HDMI Sync membutuhkan sumber video HDMI eksternal, seperti konsol, set-top box, atau perangkat streaming.
- HDMI Sync 2.0 mendukung 4K 60 Hz; versi 2.1 mendukung 4K 120 Hz atau 8K 60 Hz.
- Screen Sync memerlukan ruang minimal 5 cm di belakang bagian atas TV untuk pemasangan.
Signify menghadirkan Philips Smart Lighting TV Sync di Indonesia melalui Screen Sync dan HDMI Sync pada 30 September 2026 di Jakarta. Keduanya menyelaraskan pencahayaan dengan warna pada layar, tetapi memakai metode berbeda: Screen Sync membaca layar melalui kamera, sedangkan HDMI Sync membaca sinyal video dari perangkat HDMI eksternal.
Perbedaan Philips Screen Sync vs HDMI Sync menentukan sumber tontonan yang dapat disinkronkan. Dalam siaran pers yang diterima BagusTech, Signify menjelaskan bahwa Screen Sync dapat mengikuti aplikasi bawaan smart TV tanpa mengubah koneksi perangkat hiburan. HDMI Sync membutuhkan video yang melewati Sync Box sebelum diteruskan ke televisi.
Screen Sync Bisa Mengikuti Aplikasi Bawaan TV
Screen Sync menggunakan kamera di bagian atas televisi untuk menangkap warna layar, lalu menyelaraskannya dengan RGBIC TV Backlight Strip di empat sisi belakang TV. Karena membaca tampilan layar, perangkat ini dapat mengikuti aplikasi smart TV, siaran televisi, maupun perangkat yang terhubung melalui HDMI.

Metode tersebut memungkinkan pencahayaan mengikuti Netflix atau YouTube yang dijalankan langsung dari TV. Pengguna tidak perlu memindahkan aktivitas menonton ke perangkat streaming eksternal hanya untuk mengaktifkan sinkronisasi.
Signify menyediakan paket Screen Sync untuk TV 40–50 inci, 55–65 inci, dan 75–85 inci. Fitur Instant Calibration membantu pemetaan layar melalui aplikasi. Menurut penjelasan resmi perusahaan, sistem menempatkan titik pemetaan secara otomatis, tetapi pengguna tetap dapat melakukan penyesuaian manual.
HDMI Sync Memerlukan Sumber Video Eksternal
HDMI Sync membaca sinyal dari konsol, set-top box, atau perangkat streaming melalui sambungan HDMI. Sumber video dihubungkan ke Sync Box, kemudian sinyal diteruskan ke TV.

Menurut dokumentasi resmi WiZ, mekanisme ini tidak dapat menyinkronkan pencahayaan dengan Netflix, YouTube, atau Prime Video yang terpasang langsung di smart TV. Video dari aplikasi bawaan tersebut tidak melewati input HDMI Sync Box.
Batasannya terletak pada jalur video, bukan layanan streamingnya. Netflix tetap dapat menjadi sumber sinkronisasi apabila dijalankan melalui perangkat streaming eksternal yang terhubung ke Sync Box. Artinya, aplikasi yang sama dapat menghasilkan kompatibilitas berbeda bergantung pada perangkat yang menjalankannya.
HDMI Sync 2.0 dan 2.1 Berbeda Dukungan Video
HDMI Sync tersedia dalam versi 2.0 dan 2.1. Menurut dokumentasi resmi WiZ, versi 2.0 mendukung video hingga 4K 60 Hz, sedangkan versi 2.1 mendukung 4K 120 Hz atau 8K 60 Hz, serta VRR dan ALLM.

Kemampuan tersebut berkaitan dengan video yang diteruskan ke TV. Dukungan 120 Hz tidak otomatis membuat gim berjalan pada 120 FPS; hasilnya tetap bergantung pada konsol, gim, dan televisi yang digunakan.
Dokumentasi WiZ juga mencantumkan perbedaan strip: paket HDMI 2.0 mencakup tiga sisi dengan 30 LED per meter, sementara HDMI 2.1 mencakup empat sisi dengan 60 LED per meter. Rincian paket Indonesia perlu dicocokkan dengan SKU yang dijual.
Screen Sync Memiliki Syarat Pemasangan
Screen Sync membutuhkan ruang minimal 5 cm di belakang bagian atas TV. Panduan WiZ juga menetapkan kedalaman bingkai bagian atas maksimal 3 cm agar penjepit sensor dapat terpasang dengan aman. Persyaratan ini relevan untuk TV dengan bracket yang menempel rapat ke dinding.

Philips Smart Lighting menggunakan aplikasi WiZ dan koneksi Wi-Fi, dengan ekosistem berbeda dari Philips Hue. Signify menyebut Screen Sync dan HDMI Sync tersedia melalui Tokopedia, Shopee, TikTok Shop, serta Philips Lighting Store. Siaran pers Indonesia belum mencantumkan harga resmi setiap varian.