Editorial Topic
Aplikasi

Instagram Beri Tahu Orang Tua soal Pencarian Self-Harm

3 menit baca
AdvertisementResponsive Banner

Ringkasan Cepat

  • Instagram memberi peringatan kepada orang tua jika remaja berulang kali mencari istilah terkait bunuh diri atau self-harm.
  • Fitur hanya bekerja untuk keluarga yang menggunakan fitur pengawasan atau parental supervision.
  • Instagram tetap memblokir pencarian terkait bunuh diri dan self-harm serta mengarahkan pengguna ke sumber bantuan.
  • Orang tua dapat menerima peringatan melalui Instagram, email, SMS, atau WhatsApp.
  • Meta mengakui sistem dapat sesekali memunculkan peringatan meski tidak ada risiko nyata.

Instagram kini tidak hanya memblokir pencarian yang berkaitan dengan bunuh diri dan tindakan menyakiti diri sendiri atau self-harm. Platform milik Meta tersebut juga mulai memberi tahu orang tua jika remaja berulang kali mencoba mencari istilah tersebut dalam waktu singkat.

Meta menghadirkan perlindungan ini untuk keluarga yang menggunakan fitur pengawasan orang tua atau parental supervision di Instagram. Perusahaan menyebut fitur tersebut sebagai perlindungan tambahan untuk Teen Accounts dan sistem pengawasan orang tua.

Meta mengumumkan fitur ini pertama kali pada Februari 2026 untuk sejumlah negara. Pada 13 Agustus 2026, perusahaan memperbarui pengumumannya dan menyatakan peringatan tersebut sudah tersedia bagi orang tua yang menggunakan supervision secara global.

Instagram Pantau Pencarian Self-Harm Berulang

Instagram menggunakan percobaan pencarian berulang sebagai pemicu peringatan. Meta menyebut sistem dapat mengenali pencarian frasa yang mendorong bunuh diri atau self-harm, ungkapan yang menunjukkan keinginan menyakiti diri, serta istilah eksplisit seperti “bunuh diri” dan “menyakiti diri sendiri”.

Instagram tetap memblokir pencarian yang secara jelas berkaitan dengan dua topik tersebut. Alih-alih menampilkan hasil pencarian, platform mengarahkan pengguna menuju sumber bantuan dan organisasi lokal yang dapat memberikan dukungan.

Perubahannya terletak pada keterlibatan orang tua. Ketika seorang remaja mencoba mencari istilah tersebut beberapa kali dalam waktu singkat, Instagram dapat mengirim peringatan kepada orang tua.

Meta tidak mengungkap jumlah pencarian maupun durasi pasti yang menjadi ambang peringatan.

Orang Tua Bisa Dapat Peringatan Lewat WhatsApp

Instagram dapat mengirim notifikasi melalui aplikasi, email, SMS, atau WhatsApp sesuai informasi kontak yang tersedia.

AdvertisementIn-Article Banner

Saat membuka peringatan, orang tua akan melihat penjelasan bahwa remaja telah berulang kali mencoba mencari istilah terkait bunuh diri atau self-harm. Meta juga menyediakan materi dari ahli untuk membantu orang tua memulai pembicaraan dengan anak mengenai topik tersebut.

Meta mengutip Co-Director Cyberbullying Research Center Dr Sameer Hinduja yang menilai keterlibatan orang tua dapat menjadi langkah penting.

“Empowering a parent to step in can be extremely important,” kata Hinduja dalam pengumuman Meta.

Meta Akui Peringatan Bisa Salah

Meta menegaskan sistem menggunakan pola pencarian sebagai sinyal awal, bukan sebagai diagnosis kondisi kesehatan mental.

Perusahaan mengaku telah menganalisis perilaku pencarian Instagram dan berkonsultasi dengan Suicide and Self-Harm Advisory Group untuk menentukan ambang peringatan. Namun, Meta juga mengakui orang tua terkadang dapat menerima notifikasi meski sebenarnya tidak terdapat risiko nyata.

Batasan tersebut penting karena satu pencarian tidak otomatis menunjukkan niat seseorang untuk menyakiti diri. Karena itu, Instagram memilih pola pencarian berulang sebelum melibatkan orang tua.

Langkah ini menunjukkan perubahan pendekatan keamanan Instagram terhadap pengguna muda. Platform sebelumnya berfokus membatasi akses ke konten sensitif dan mengarahkan remaja ke sumber bantuan. Kini Instagram turut menggunakan aktivitas pencarian sebagai sinyal untuk mendorong intervensi keluarga.

Namun, notifikasi tetap hanya berfungsi sebagai peringatan awal. Orang tua perlu melihatnya sebagai kesempatan membuka komunikasi dan mencari bantuan yang tepat ketika memang diperlukan, bukan sebagai kesimpulan mengenai kondisi seorang remaja.