Editorial Topic
AI & Data Center

Huawei Upgrade Xinghe AI Fabric 2.0 di Asia Pasifik

3 menit baca
AdvertisementResponsive Banner

Ringkasan Cepat

  • Huawei meningkatkan kemampuan Xinghe AI Fabric 2.0 untuk pasar Asia Pasifik.
  • Pembaruan berfokus pada kecerdasan, kinerja, dan keandalan jaringan data center.
  • Huawei membawa pendekatan NET4AI dan AI4NET untuk workload AI dan otomatisasi jaringan.
  • DANA Indonesia dan CJ Group Korea Selatan sudah menggunakan solusi tersebut.
  • Huawei menyasar kebutuhan perusahaan yang mulai beralih dari pelatihan model ke inference dan AI agent.

Huawei meningkatkan kemampuan Xinghe AI Fabric 2.0 untuk pasar Asia Pasifik guna memenuhi kebutuhan jaringan data center yang semakin besar seiring pertumbuhan aplikasi kecerdasan buatan atau AI.

Huawei mengumumkan peningkatan tersebut dalam rangkaian Huawei Network Summit 2026 Asia Pacific di Bali. Perusahaan memfokuskan pembaruan pada tiga aspek utama, yakni kecerdasan, kinerja, dan keandalan jaringan pusat data.

Huawei menilai perkembangan AI membuat perusahaan membutuhkan infrastruktur jaringan yang mampu menangani komputasi dan konektivitas dalam skala lebih besar. Perusahaan juga melihat fokus industri mulai bergerak dari sekadar melatih model dasar menuju menjalankan aplikasi inference dan AI agent.

Huawei Bawa NET4AI dan AI4NET

Xinghe AI Fabric 2.0 mengandalkan dua pendekatan utama, yakni NET4AI dan AI4NET.

NET4AI berfokus pada optimalisasi jaringan untuk mempercepat proses pelatihan dan inference AI. Sementara itu, AI4NET menggunakan kemampuan AI untuk membantu mengotomatisasi pengelolaan jaringan.
Johnny Cheng, Vice President, Data Center Network Domain, Huawei Data Communication Product Line, mengatakan perkembangan model AI ikut mengubah kebutuhan dasar infrastruktur digital.

“Saat ini teknologi AI telah memasuki fase aplikasi, dan model multimodal kini mendominasi industri,” kata Cheng.

AdvertisementIn-Article Banner

Menurut Cheng, jaringan tradisional tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan konkurensi, throughput, dan keandalan tinggi yang muncul pada era AI.

Huawei kemudian membangun Xinghe AI Fabric 2.0 dengan arsitektur tiga lapis yang terdiri dari AI Brain, AI Connectivity, dan AI Network Elements.

Solusi tersebut juga mengintegrasikan Rock-Solid Architecture 2.0, StarryWing Digital Map 2.0, Hyper-Converged Fabric, serta Network Packet Load Balancing.

DANA dan CJ Group Sudah Gunakan Xinghe AI Fabric 2.0

Huawei menyebut sejumlah perusahaan di Asia Pasifik sudah menggunakan Xinghe AI Fabric 2.0, termasuk DANA dari Indonesia dan CJ Group dari Korea Selatan. Namun, Huawei belum mengungkap detail teknis maupun skala penggunaan solusi tersebut oleh DANA.

Huawei memberikan gambaran implementasi yang lebih lengkap melalui CJ OliveNetworks. Perusahaan asal Korea Selatan tersebut menjalankan platform O’Cloud menggunakan switch data center Huawei CloudEngine yang terintegrasi dengan iMaster NCE.

Integrasi tersebut membantu CJ OliveNetworks mengotomatisasi proses dari jaringan sampai lapisan layanan. StarryWing Digital Map juga memberikan visibilitas real-time terhadap topologi jaringan di beberapa lokasi sehingga tim dapat menemukan gangguan lebih cepat.

Huawei Bidik Jaringan Data Center yang Lebih Tangguh

Huawei menilai perusahaan tidak lagi cukup mengandalkan keandalan pada satu data center. Infrastruktur modern perlu menjaga layanan tetap berjalan ketika perusahaan mengoperasikan sistem di beberapa pusat data sekaligus.

Karena itu, Huawei mendorong peningkatan keandalan lintas data center, otomatisasi operasi dan pemeliharaan, serta penerapan layanan yang lebih cepat.

Peningkatan Xinghe AI Fabric 2.0 menunjukkan fokus Huawei untuk memperkuat lapisan jaringan di tengah pertumbuhan workload AI. Ketika perusahaan semakin banyak menjalankan inference dan AI agent, kemampuan jaringan dalam menjaga konektivitas, performa, serta ketersediaan layanan akan menjadi bagian penting dari infrastruktur AI.