Editorial Topic
Aviasi

Riyadh Air Tambah 28 Boeing 787 Dreamliner

3 menit baca
AdvertisementResponsive Banner

Ringkasan Cepat

  • Riyadh Air berkomitmen menambah 28 Boeing 787 Dreamliner.
  • Pesanan mencakup 20 Boeing 787-10 dan delapan 787-9.
  • Total pesanan Dreamliner akan mencapai 67 unit setelah finalisasi.
  • Boeing 787-10 menawarkan sekitar 50 kursi lebih banyak.
  • Riyadh Air menargetkan lebih dari 100 destinasi pada 2030.

Riyadh Air memperkuat rencana ekspansinya dengan menambah 28 Boeing 787 Dreamliner. Maskapai asal Arab Saudi tersebut juga memilih Boeing 787-10 untuk pertama kalinya sebagai bagian dari pengembangan armada berbadan lebar.

Boeing dan Riyadh Air mengumumkan kesepakatan ini dalam Farnborough International Airshow 2026 pada 20 Juli. Riyadh Air mengambil 28 dari 33 opsi pembelian yang tercantum dalam kesepakatan awal pada 2023.

Riyadh Air Pilih 20 Boeing 787-10

Dari 28 pesawat tambahan, Riyadh Air akan mengambil 20 unit Boeing 787-10 dan delapan unit Boeing 787-9. Maskapai masih menyimpan opsi pembelian untuk lima Dreamliner lainnya.

Jika Riyadh Air merampungkan seluruh transaksi tersebut, pesanan pasti keluarga Boeing 787 miliknya akan mencapai 67 unit. Komposisinya mencakup 47 unit Boeing 787-9 dan 20 unit Boeing 787-10.

Namun, Boeing menjelaskan bahwa transaksi ini belum sepenuhnya final. Boeing sebelumnya memasukkan 11 pesawat dalam buku pesanannya tanpa mengungkap identitas pelanggan. Riyadh Air dan Boeing masih perlu merampungkan pembelian 17 pesawat lainnya.

Riyadh Air kini telah menerima enam Boeing 787-9 dan melayani enam kota. Maskapai baru milik Public Investment Fund Arab Saudi itu menargetkan jaringan lebih dari 100 destinasi internasional pada 2030.

AdvertisementIn-Article Banner

Perbedaan Boeing 787-9 dan 787-10

Boeing 787-10 memiliki badan sepanjang 68,3 meter, sekitar 5,5 meter lebih panjang daripada 787-9. Ukuran tersebut memungkinkan Riyadh Air menambah sekitar 50 kursi dibandingkan konfigurasi 787-9 miliknya.

Riyadh Air mengoperasikan 787-9 dengan total 290 kursi. Kabinnya mencakup empat kursi Business Elite, 24 Business, 39 Premium Economy, dan 223 Economy. Maskapai belum mengumumkan konfigurasi resmi untuk 787-10.

Kapasitas lebih besar pada 787-10 membawa kompromi dalam hal jangkauan. Boeing mencantumkan jangkauan maksimum 13.890 kilometer untuk 787-10, sedangkan 787-9 mampu menempuh hingga 15.370 kilometer.

Perbedaan tersebut memberikan fleksibilitas kepada Riyadh Air. Maskapai dapat memakai 787-9 untuk rute lebih jauh atau pasar yang belum terlalu padat, sementara 787-10 dapat mengangkut lebih banyak penumpang pada rute dengan permintaan tinggi.

Kedua varian juga memakai sistem kokpit, prosedur perawatan, serta pelatihan pilot yang serupa. Kesamaan tersebut membantu Riyadh Air menekan kompleksitas operasional ketika jumlah armadanya terus bertambah.

Armada Riyadh Air Menuju 158 Pesawat

Riyadh Air turut menambah enam Airbus A350-1000 dalam pameran yang sama. Tambahan tersebut meningkatkan total pesanan pasti A350-1000 miliknya menjadi 31 unit.

Maskapai sebelumnya juga memesan 60 Airbus A321neo untuk rute regional dan jarak menengah. Setelah seluruh komitmen Boeing selesai, rencana armada Riyadh Air akan mencakup 67 Dreamliner, 31 A350-1000, dan 60 A321neo atau total 158 pesawat.

Riyadh Air menyebut ekspansi armada ini sebagai bagian dari Saudi Vision 2030. Maskapai menargetkan kontribusi lebih dari 20 miliar dollar AS terhadap pertumbuhan produk domestik bruto nonmigas dan penciptaan lebih dari 200.000 pekerjaan langsung maupun tidak langsung. Angka tersebut masih berupa proyeksi perusahaan.