Finish P6 Dari P21, Hadjar Layak Jadi DOTD Belgian GP 2026
Ringkasan Cepat
- Penggemar memilih Charles Leclerc sebagai Driver of the Day dengan 17,7 persen suara.
- Isack Hadjar hanya meraih 13,4 persen suara dan menempati urutan ketiga.
- Hadjar memulai Belgian GP dari P21 setelah menerima penalti komponen power unit.
- Pembalap Red Bull itu finis P6 setelah memperoleh 15 posisi.
- Hadjar menahan Lando Norris hingga finis dengan selisih hanya 0,707 detik.
Isack Hadjar menyelesaikan Belgian GP 2026 sebagai pembalap dengan lonjakan posisi terbesar. Namun, penggemar Formula 1 memberikan gelar Driver of the Day kepada Charles Leclerc.
Pembalap Ferrari itu meraih 17,7 persen suara. Kimi Antonelli menempati posisi kedua dengan 13,8 persen, sedangkan Hadjar hanya tertinggal tipis di urutan ketiga dengan 13,4 persen.
Hasil pemungutan suara tersebut tetap sah karena Formula 1 menyerahkan pemilihan Driver of the Day kepada penggemar. Namun, data balapan menunjukkan Hadjar membawa argumen yang lebih kuat untuk meraih penghargaan tersebut.
Hadjar Melaju dari P21 hingga P6
Hadjar sebenarnya mencatat posisi ke-10 dalam sesi kualifikasi. Namun, Red Bull memasang mesin pembakaran internal, turbocharger, dan sistem exhaust kelima pada mobilnya.
FIA kemudian memberikan akumulasi penalti 30 posisi. Susunan grid final menempatkan Hadjar di P21, hanya satu posisi di depan Fernando Alonso.

Hadjar tidak membiarkan penalti itu menghancurkan peluangnya. Ia melewati lalu lintas dari baris belakang dan membawa mobil Red Bull hingga posisi keenam. Dengan demikian, pembalap asal Prancis itu memperoleh 15 posisi sepanjang 44 lap.
FIA mencatat Hadjar menyelesaikan balapan dengan selisih 23,307 detik dari Antonelli. Ia juga membawa pulang delapan poin untuk Red Bull.
Strategi Safety Car Buka Peluang Hadjar
Red Bull memanfaatkan Safety Car yang keluar setelah kontak Lewis Hamilton dan George Russell pada lap pertama. Tim memanggil Hadjar lebih awal untuk membuka pilihan strategi pada fase berikutnya.
Hadjar mengatakan Red Bull datang ke Spa dengan rencana yang jelas. Menurutnya, keputusan pit lebih awal saat Safety Car memberikan opsi tambahan dan membantu tim menjalankan strategi sesuai target.
“Dari P21 ke P6 tidak mudah,” kata Hadjar setelah balapan. Ia juga memuji strategi tim dan kecepatan mobil sepanjang lomba.
Keputusan tersebut membantu Hadjar keluar dari lalu lintas, menjaga kecepatan, dan naik ketika pembalap lain menjalankan siklus pit stop.
Hadjar Tahan Tekanan Lando Norris
Hadjar tidak hanya mengandalkan strategi. FIA mencatat waktu terbaiknya 1 menit 49,298 detik pada lap terakhir. Catatan tersebut menjadi putaran tercepat ketiga, hanya kalah dari Norris dan Antonelli.
Fase akhir balapan semakin memperkuat alasannya untuk meraih Driver of the Day. Norris datang dari belakang dengan mobil McLaren yang cepat dan mencetak fastest lap 1 menit 48,890 detik pada lap ke-44.
Namun, Hadjar menjaga posisi keenam hingga garis finis. Ia mengalahkan Norris dengan selisih hanya 0,707 detik.
Leclerc Menang Voting, Hadjar Unggul dalam Recovery
Leclerc memang menjalani balapan yang kuat. Ia memimpin setelah Ferrari memanfaatkan Virtual Safety Car dan akhirnya finis kedua, hanya 1,952 detik di belakang Antonelli. Performa tersebut layak mendapatkan apresiasi penggemar.
Namun, Hadjar menghasilkan balapan yang lebih menonjol jika membandingkan posisi start, tantangan strategi, dan hasil akhirnya. Ia mengatasi penalti power unit, memperoleh 15 posisi, mencatat pace kompetitif, lalu menahan Norris sampai garis finis.
Leclerc membawa Ferrari ke podium. Hadjar mengubah P21 menjadi P6. Berdasarkan besarnya recovery dan kualitas pertahanannya, Hadjar lebih layak menyandang Driver of the Day Belgian GP 2026.