Editorial Topic
Entertainment

Penyebab Verstappen Melintir di British GP 2026

3 menit baca
AdvertisementResponsive Banner

Ringkasan Cepat

  • Max Verstappen melintir di Stowe pada lap 48 British GP 2026.
  • Penyebab utama mengarah ke rear wing Red Bull yang tidak bekerja normal.
  • Mobil kehilangan downforce belakang saat masuk tikungan cepat.
  • Verstappen menyebut masalah itu "super dangerous".
  • Insiden serupa juga terjadi pada GP Austria.
  • Red Bull mempertimbangkan ulang penggunaan konsep rear wing agresif.
  • Masalah ini memperbesar tekanan terhadap reliabilitas dan keamanan mobil Red Bull.

Max Verstappen gagal finis di British Grand Prix 2026 setelah mobil Red Bull yang ia kendarai melintir di tikungan Stowe, Silverstone, pada lap 48. Insiden itu terjadi ketika Verstappen berada dalam jalur perebutan podium dan akhirnya memicu Safety Car yang membuat balapan selesai dalam kondisi netral.

Penyebab utama insiden mengarah ke masalah pada rear wing Red Bull. Verstappen menyebut sayap belakang mobilnya tidak kembali bekerja secara normal saat ia masuk tikungan cepat. Akibatnya, mobil kehilangan downforce belakang dalam jumlah besar dan langsung keluar lintasan. The Race melaporkan Verstappen mengalami insiden high-speed akibat masalah rear wing untuk dua akhir pekan beruntun, setelah sebelumnya mengalami masalah serupa di GP Austria.

Rear Wing Red Bull Tidak Bekerja Normal

Verstappen menjelaskan bahwa masalah di Silverstone berbeda dari Austria, tetapi hasil akhirnya sama. Saat mobil masuk tikungan, rear wing tidak sepenuhnya “attached” atau tidak kembali menghasilkan downforce sebagaimana mestinya. Dalam kondisi itu, bagian belakang mobil kehilangan cengkeraman aerodinamika dan Verstappen tidak punya banyak ruang untuk mengoreksi arah mobil.

Motorsport.com mengutip penjelasan Verstappen bahwa saat mobil mulai berbelok, rear wing tidak sepenuhnya bekerja sehingga mobil kehilangan banyak downforce dan langsung melintir keluar trek. Ia menyebut situasi tersebut “super dangerous” karena bisa menyebabkan cedera, apalagi masalah serupa sudah terjadi dua kali.

Tikungan Stowe menjadi lokasi yang sangat berisiko untuk masalah seperti ini. Stowe datang setelah Hangar Straight, sehingga mobil masuk dengan kecepatan tinggi dan membutuhkan kestabilan belakang yang kuat. Jika rear wing tidak kembali ke mode downforce penuh setelah mode lurusan, mobil bisa mengalami snap oversteer secara mendadak.

Masalah Berulang Setelah GP Austria

Masalah ini tidak berdiri sendiri. Pada GP Austria, Verstappen juga mengalami insiden yang dikaitkan dengan sistem rear wing aktif Red Bull. The Race menyebut Red Bull kini bisa mempertimbangkan untuk tidak memakai trick wing tersebut di Spa setelah dua insiden yang melibatkan Verstappen.

Konsep rear wing agresif Red Bull sering disebut sebagai sayap “Macarena” karena mekanismenya bergerak untuk mengurangi drag di lintasan lurus, lalu kembali ke konfigurasi downforce saat mobil masuk tikungan. Secara teori, desain ini membantu efisiensi kecepatan lurus. Namun jika transisinya tidak sempurna, risikonya besar karena mobil bisa kehilangan grip belakang pada fase tikungan cepat.

Verstappen Sudah Keluhkan Mobil Sejak Awal Weekend

Insiden di lap 48 juga mempertegas masalah Red Bull sepanjang akhir pekan. Verstappen sebelumnya mengeluhkan mobil yang tidak stabil, top speed yang kurang, serta masalah lain seperti handling balance, electrical deployment, dan gearbox. Sky Sports melaporkan Verstappen merasa frustrasi dengan masalah Red Bull dan menyebut crash di British GP terjadi saat ia sedang menuju finis ketiga.

AdvertisementIn-Article Banner

Motorsport.com juga melaporkan Verstappen tidak hanya kecewa dengan kegagalan rear wing, tetapi juga dengan keputusan tim yang tidak mengganti mesin meski ia sudah menyoroti masalah besar setelah kualifikasi. Pergantian mesin atau setup bisa membuatnya start dari pit lane, tetapi Red Bull memilih tetap memakai paket yang ada.

Red Bull Hadapi Masalah Kepercayaan

Team Principal Red Bull Laurent Mekies mengakui Verstappen wajar marah setelah mengalami masalah berbahaya dalam dua pekan beruntun. Red Bull kini harus menentukan apakah tetap mempertahankan konsep rear wing agresif atau mengambil opsi lebih aman dengan konfigurasi yang lebih konvensional.

Bagi Red Bull, masalah ini bukan hanya soal kehilangan poin di British GP. Isu rear wing menyentuh aspek keselamatan dan kepercayaan pebalap terhadap mobil. Verstappen tetap bisa memaksa mobil hingga batasnya, tetapi tim harus memastikan sistem aero aktif bekerja konsisten, terutama di sirkuit cepat seperti Silverstone dan Spa.