Tech & AI

Alibaba Cloud Gandeng PosIND, BULOG, Agrinesia

Alibaba Cloud menggandeng PosIND, BULOG, dan Agrinesia Raya untuk memperluas adopsi cloud dan AI di Indonesia

Alibaba Cloud memperkuat bisnis cloud dan kecerdasan buatan di Indonesia melalui kemitraan strategis dengan PosIND, BULOG, dan PT Agrinesia Raya. Perusahaan mengumumkan kerja sama tersebut dalam acara media di Jakarta pada 20 Mei 2026.

Langkah ini menegaskan ambisi Alibaba Cloud untuk memperluas perannya dalam transformasi digital perusahaan nasional. Tiga mitra yang digandeng mewakili sektor berbeda, yaitu logistik, distribusi pangan, dan manufaktur makanan. Alibaba Cloud menempatkan ketiganya sebagai contoh pemanfaatan cloud dan AI untuk meningkatkan kapasitas operasional, keamanan sistem, serta efisiensi bisnis.

Country Manager Alibaba Cloud untuk Indonesia, Sean Yuan, mengatakan semakin banyak perusahaan di Indonesia mulai mengeksplorasi agentic AI untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Ia menyebut Alibaba Cloud ingin menjadi mitra transformasi digital yang menggabungkan teknologi, kemitraan lokal, dan pengembangan talenta digital.

“Seiring semakin banyaknya perusahaan di Indonesia yang mulai mengeksplorasi agentic AI untuk mendorong pertumbuhan bisnis mereka, Alibaba Cloud bangga dapat menjadi mitra transformasi terpercaya,” ujar Sean Yuan.

Sean menambahkan, Alibaba Cloud tidak hanya membawa kapabilitas cloud dan AI ke Indonesia. Perusahaan juga ingin mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam ekosistem lokal agar setiap industri dapat berinovasi secara aman dan dalam skala besar.

aca Juga

PosIND Bangun Platform Logistik Berbasis Cloud

PosIND menjadi salah satu mitra utama dalam pengumuman ini. Perusahaan pos dan logistik milik negara itu bekerja sama dengan Alibaba Cloud untuk mengembangkan platform logistik modern berbasis cloud-native.

PosIND menggunakan layanan Alibaba Cloud seperti Container Service for Kubernetes atau ACK, kemampuan pengolahan data berskala besar, dan sistem keamanan berstandar global. Solusi ini menyasar kebutuhan PosIND dalam mengelola peningkatan volume pengiriman dan kompleksitas rantai pasok modern di Indonesia.

Alibaba Cloud mengklaim implementasi tersebut meningkatkan kapasitas pemrosesan transaksi puncak hingga tiga kali lipat. Sistem baru itu juga mempercepat waktu respons aplikasi, meningkatkan skor kepuasan pelanggan, dan mengurangi pemborosan sumber daya saat periode non-peak.

Modernisasi ini penting bagi PosIND karena industri logistik bergerak semakin cepat. Pertumbuhan e-commerce, kebutuhan pelacakan barang, dan distribusi lintas wilayah menuntut sistem digital yang stabil dan mudah diskalakan. Cloud memberi ruang bagi perusahaan logistik untuk menambah kapasitas sesuai beban kerja tanpa harus membangun seluruh infrastruktur sendiri.

BULOG Pakai Cloud untuk Distribusi Bantuan Pangan

Alibaba Cloud juga mendukung BULOG dalam meningkatkan layanan distribusi bantuan pangan nasional. BULOG menggunakan infrastruktur digital berbasis cloud untuk memperkuat keandalan, skalabilitas, perlindungan layanan, dan pemantauan operasional distribusi di seluruh Indonesia.

Bagi BULOG, sistem digital yang aman dan stabil menjadi kebutuhan penting. Distribusi bantuan pangan melibatkan wilayah luas, jumlah penerima besar, serta koordinasi dengan banyak pihak. Cloud dapat membantu pengelolaan data dan pemantauan layanan dalam skala besar.

Meski begitu, keberhasilan implementasi tetap bergantung pada kualitas integrasi sistem dan kesiapan operasional di lapangan. Teknologi cloud dapat memperkuat fondasi digital, tetapi dampaknya baru terlihat ketika data, proses distribusi, dan pengawasan berjalan lebih rapi.

Agrinesia Raya Konsolidasikan Sistem TI

PT Agrinesia Raya juga masuk dalam daftar mitra strategis Alibaba Cloud. Perusahaan manufaktur makanan ini mengoperasikan lima fasilitas produksi utama, mengelola delapan merek konsumen, dan memiliki lebih dari 1.000 karyawan di Indonesia.

Agrinesia menghadapi tantangan infrastruktur TI yang terpisah-pisah dan keterbatasan dalam pengembangan kapasitas sistem. Untuk menjawab tantangan itu, perusahaan memusatkan seluruh sistem TI ke Alibaba Cloud.

Agrinesia memanfaatkan layanan komputasi, pengelolaan data, model AI Qwen, dan platform pengembangan AI Model Studio. Kolaborasi ini bertujuan mengoptimalkan biaya infrastruktur, menjaga proses migrasi data tetap aman, dan membangun fondasi teknologi yang lebih fleksibel.

Langkah Agrinesia menunjukkan bahwa pemanfaatan cloud dan AI tidak hanya relevan bagi perusahaan digital. Industri manufaktur makanan juga mulai membutuhkan sistem TI yang lebih terintegrasi untuk mendukung operasional, pengelolaan data, dan inovasi berbasis AI.

Alibaba Cloud Perluas Ekosistem Mitra Lokal

Selain menggandeng PosIND, BULOG, dan Agrinesia Raya, Alibaba Cloud memperluas ekosistem mitra lokal di Indonesia. Perusahaan bekerja sama dengan PT Mitra Integrasi Informatika, anak perusahaan PT Metrodata Electronics Tbk, PT Universe Solusi Digital, dan PT Devoteam Cloud Services.

Kolaborasi dengan mitra lokal menjadi penting karena adopsi cloud dan AI membutuhkan lebih dari sekadar infrastruktur. Perusahaan membutuhkan konsultan, integrator sistem, dukungan migrasi, keamanan, dan penyesuaian solusi sesuai kebutuhan industri.

Alibaba Cloud juga memperluas AI Talent Development Program. Dalam setahun terakhir, perusahaan menggelar roadshow generative AI di sembilan kota, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, Makassar, Aceh, Padang, Bali, dan Papua.

Program ini melibatkan 60 komunitas dan universitas lokal, menjangkau lebih dari 500 peserta, serta menghasilkan lebih dari 500 sertifikasi cloud. Inisiatif ini menyasar kesenjangan keterampilan digital yang masih menjadi tantangan besar dalam adopsi AI di Indonesia.

Bawa Qwen, Wan, dan Solusi Keamanan Siber

Alibaba Cloud juga menyiapkan model AI terbaru untuk pasar Indonesia. Salah satu teknologi utama yang dibawa adalah seri large language model Qwen. Model ini mendukung kemampuan multimodal, mulai dari teks, gambar, audio, hingga video.

Perusahaan juga menyiapkan model generasi video Wan dan Happy Horse. Keduanya diarahkan untuk membuka peluang baru bagi industri kreatif dalam mengintegrasikan AI ke proses produksi konten.

Di luar model AI, Alibaba Cloud membawa aplikasi berbasis AI untuk bisnis, termasuk Qoder, QoderWork, dan MuleRun. Perusahaan juga menghadirkan Database Autonomous Agent untuk otomatisasi pengelolaan database, AI Safety Guardrail untuk penerapan AI yang lebih bertanggung jawab, serta Security Center untuk deteksi ancaman siber.

Aspek keamanan menjadi bagian penting dalam strategi Alibaba Cloud di Indonesia. Perusahaan mengumumkan capaian level “Inovatif” atau Level 5 dalam Instrumen Penilaian Kematangan Keamanan Siber dari Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN.

Capaian itu memberi Alibaba Cloud modal reputasi untuk mengejar pelanggan korporasi dan institusi yang membutuhkan standar keamanan tinggi. Dalam bisnis cloud, kepercayaan terhadap keamanan data menjadi faktor utama, terutama untuk sektor logistik, pangan, keuangan, manufaktur, dan layanan publik.

Cloud dan AI Masuk ke Sektor Riil

Kemitraan Alibaba Cloud dengan PosIND, BULOG, dan Agrinesia Raya memperlihatkan arah baru adopsi cloud di Indonesia. Teknologi ini mulai masuk ke sektor yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, seperti pengiriman barang, distribusi pangan, dan produksi makanan.

Bagi Alibaba Cloud, kerja sama ini memperkuat posisi mereka di pasar cloud Indonesia yang semakin kompetitif. Perusahaan tidak hanya menawarkan infrastruktur, tetapi juga membawa AI, keamanan, mitra lokal, dan program talenta sebagai satu paket ekosistem.

Bagi perusahaan nasional, cloud dan AI membuka peluang untuk mempercepat modernisasi sistem tanpa harus membangun seluruh fondasi teknologi dari awal. Namun, teknologi saja tidak cukup. Perusahaan tetap harus memastikan tata kelola data, keamanan sistem, kesiapan SDM, dan integrasi operasional berjalan matang.

Pada akhirnya, kemitraan ini menjadi sinyal bahwa transformasi digital Indonesia mulai bergerak lebih dalam ke sektor fundamental. Cloud dan AI dapat memberi dampak nyata jika perusahaan menggunakannya untuk menyelesaikan masalah operasional yang konkret, bukan hanya sebagai proyek teknologi baru.

Bagus Arthakusuma

Bagus Arthakusuma

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Untuk Kamu

FinTech & App Tech & AI

SiteMinder Luncurkan Dynamic Revenue Plus untuk Hotel

BagusTech – Industri perhotelan bergerak cepat, dan waktu sering kali menjadi faktor penentu antara peluang dan kerugian. Untuk membantu hotel
E-Vehicle Tech & AI

Strategi Pabrikan EV China Hadapi Pemangkasan Insentif Pajak

BagusTech – Mulai tahun 2026, pembelian mobil listrik di China tak lagi bebas pajak sepenuhnya. Pemerintah akan memangkas insentif untuk