BagusTech – Vivo resmi memperkenalkan Watch GT 2 sebagai smartwatch persegi dengan layar AMOLED tinggi, baterai tahan lama, dan fitur AI yang agresif di kelasnya.
‘Perangkat ini meluncur bersamaan dengan X300 Series dan TWS 5, menargetkan mereka yang ingin gaya “Ultra” tanpa banderol premium, plus ekosistem BlueOS 3 terbaru.
Baca Juga
- vivo X300 Pro Penuhi Standar CIPA 5.5, Ini Artinya
- Mengenal Teknologi Lensa Extender 200mm vivo X300 Pro
- Mengenal Chipset MediaTek Dimensity 9500 di vivo X300 Pro
Fitur Unggulan Vivo Watch GT 2
Watch GT 2 memakai layar AMOLED 2.07 inci 2.5D, puncak kecerahan 2.400 nits, serta resolusi 432×514. Cangkang aluminium alloy menghadirkan estetika kotak ala Apple Watch Ultra, dengan bobot sekitar 35,6 gram (tanpa strap pada spesifikasi resmi ~33 g).

Unutk baterai, Watch GT 2 memiliki kapasitas 695 mAh (Bluetooth) dan 595 mAh (eSIM), dengan klaim hingga 33 hari pada mode Bluetooth dan sekitar 8 hari saat eSIM aktif.
Namun, halaman resmi Vivo merinci skenario penggunaan yang lebih konservatif: 21 hari (hemat Bluetooth), 10 hari (pemakaian normal Bluetooth), 9 hari (hemat eSIM), dan 3 hari (intensif eSIM).
Perbedaan ini wajar—angka 33 hari tampak sebagai kondisi ideal, sementara angka Vivo merefleksikan skenario harian yang lebih realistis.
Watch GT 2 menjalankan BlueOS 3 dengan integrasi AI DeepSeek sebagai “pelatih pintar” yang bisa menjawab pertanyaan real-time serta mengakses kursus olahraga (misalnya tenis).

Di sisi antarmuka, BlueOS menambahkan AI Speed-Notes (dikte ke catatan), AI Smart Window (kartu info kontekstual seperti jadwal/transportasi), dan AI Watch Face (membuat tampilan jam melalui foto/suara).
GT 2 membawa lebih dari 100 mode olahraga, sensor kesehatan lengkap (detak jantung, SpO₂, tidur, stres), deteksi kebisingan, hingga pelacakan siklus menstruasi.
Di situs resmi, Vivo menonjolkan algoritma olahraga—termasuk cabang olahraga raket (badminton/tenis/dll) dengan analitik ayunan, distribusi forehand/backhand, dan durasi. Untuk tidur, pemantauan inframerah mengurangi gangguan cahaya di malam hari.

Untuk komunikasi, opsi eSIM memungkinkan panggilan tanpa ponsel; ada pula skema “one-number dual terminal” (berbagi nomor dengan ponsel) di pasar yang mendukung.
Bluetooth 5.4 memastikan koneksi stabil, dan NFC mendukung pembayaran, kartu transportasi, serta kunci akses/mobil tertentu. Catatan penting: daya tahan eSIM jauh lebih pendek—pengguna perlu menimbang fungsi mandiri vs endurance.
Spesifikasi
| Kategori | Spesifikasi Utama |
|---|---|
| Warna / Varian | Zizai Blue, Shell Pink, Origin Black, Obsidian Black, Space White |
| Dimensi & Bobot | Tinggi: 47,54 mm • Lebar: 40,19 mm • Tebal: 10,97 mm (tanpa tonjolan) Bobot (tanpa tali): 35,8 g (Bluetooth) • 34,8 g (eSIM) Lingkar pergelangan: 135–205 mm |
| Harga Rilis (Tiongkok) | ¥499 (Bluetooth + strap karet) / ≈Rp1.197.600 ¥699 (eSIM + strap karet) / ≈Rp1.677.600 |
| Tanggal Rilis / Pendaftaran | Oktober 2025 |
| Baterai & Pengisian | Bluetooth: 695 mAh / eSIM: 595 mAh Pengisian: kabel / magnetic charger |
| Layar / Tampilan | 2,07 inci AMOLED • 432×514 piksel • 2.400 nits |
| Konektivitas & Komunikasi | Bluetooth 5.4 • NFC • eSIM (opsional) |
| Sensor & Hardware | Sensor detak jantung & SpO₂, akselerometer, giroskop, geomagnetik, sensor cahaya, sensor Hall |
| Sistem Operasi & Fungsi | BlueOS 3.0 • toko aplikasi, panggilan, AI DeepSeek, Smart Window, Speed-Notes |
| Fitur Utama | Pemantauan kesehatan lengkap, 100+ mode olahraga, pelacakan tidur & stres, AI coaching, kartu akses, kunci mobil |
| Model / Nomor Seri | WA2536B |
Harga & Ketersediaan
Vivo menawarkan beberapa warna (pink, biru, space white, hitam) dan mekanisme quick-release strap. Harga di Tiongkok: ¥499 / Rp1.2 juta (Bluetooth) dan ¥699/Rp1.7 juta (eSIM).
Untuk pasar global, ketersediaan bisa berbeda dan harga Indonesia pun juga tampaknya akan berbeda.

