BagusTech – SiteMinder memperluas distribusi hotel ke ekosistem kecerdasan buatan (AI). Perusahaan teknologi perhotelan ini mengintegrasikan platformnya dengan layanan berbasis AI atau kecerdasan buatan untuk mendukung pencarian, perbandingan, hingga pemesanan hotel secara real-time untuk meningkatkan efektivitas dan akurasi pemesanan.
Langkah ini menandai perubahan strategi distribusi hotel. Wisatawan kini tidak lagi hanya mengandalkan mesin pencari atau online travel agency (OTA). Mereka mulai menggunakan AI untuk menemukan rekomendasi hotel yang lebih relevan dan cepat.
Baca Juga
- SiteMinder Ungkap Peran Teknologi Untuk Akomodasi Pariwisata
- SiteMinder Luncurkan Dynamic Revenue Plus untuk Hotel
- SiteMinder Borong Penghargaan HotelTechAwards 2026
Perusahaan merespons tren tersebut dengan membuka akses data hotel ke platform AI. Perusahaan yang menghubungkan 53.000 hotel di 150 negara ini ingin memastikan properti tetap muncul di titik pencarian baru yang kini dibentuk oleh teknologi berbasis percakapan.
Data internal perusahaan menunjukkan delapan dari sepuluh wisatawan ingin menggunakan AI dalam proses pemesanan. Angka ini memperlihatkan bahwa AI tidak lagi sekadar alat bantu, tetapi sudah menjadi kanal distribusi baru dalam industri perjalanan.
Layanan Ekosistem SiteMinder Dengan AI
SiteMinder memperluas dua produk utamanya, Demand Plus dan Channels Plus, untuk mengakomodasi perubahan ini.
Demand Plus kini terhubung dengan ekosistem AI selain kanal metasearch seperti Google, Trivago, dan TripAdvisor. Platform ini memungkinkan wisatawan menemukan hotel, melihat harga secara real-time, dan melanjutkan pemesanan langsung melalui situs resmi hotel.
Strategi ini mendorong peningkatan direct booking. Hotel dapat mengurangi ketergantungan pada perantara sekaligus menjaga hubungan langsung dengan tamu sejak awal proses pemesanan.
Di sisi lain, Channels Plus membuka akses inventaris hotel ke OTA dan platform berbasis AI. Pengguna dapat menyelesaikan seluruh proses pencarian hingga pemesanan di platform mitra, sementara sistem meneruskan reservasi ke properti.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada pemesanan langsung. Perusahaan juga memperkuat distribusi melalui mitra yang memanfaatkan AI sebagai kanal baru.
Gandeng DirectBooker untuk Integrasi AI
SiteMinder menunjuk DirectBooker sebagai mitra AI pertama. Platform ini menghubungkan tarif hotel ke berbagai layanan AI secara real-time.
CEO SiteMinder, Sankar Narayan, menegaskan bahwa perusahaan terus menyesuaikan strategi dengan perubahan perilaku wisatawan. Ia menyebut kemampuan untuk ditemukan di berbagai titik pencarian menjadi kunci dalam mempertahankan daya saing hotel.
CEO DirectBooker, Sanjay Vakil, menilai AI membuka jalur distribusi baru yang lebih luas. Ia menekankan bahwa setiap hotel harus memiliki peluang yang sama untuk muncul di platform berbasis AI.
Pengembangan ini didukung Model Context Protocol (MCP). Teknologi ini memungkinkan platform AI mengakses data hotel secara langsung dan real-time.
Akses data real-time menjadi faktor penting. Sistem AI membutuhkan informasi harga, ketersediaan kamar, dan detail properti yang selalu diperbarui. Tanpa data yang akurat, rekomendasi AI tidak dapat dikonversi menjadi pemesanan.
Perusahaan saat ini mengelola lebih dari 2,5 juta kamar dan memproses lebih dari 300 juta malam kamar setiap tahun. Skala ini memberi keunggulan dalam mempercepat integrasi dengan ekosistem AI.
Keharusan Bagi Hotel
Namun, peluang ini juga menuntut kesiapan hotel. Pengelola properti harus memastikan data selalu akurat, struktur konten rapi, dan sistem distribusi terintegrasi. AI akan mengutamakan hotel dengan informasi paling relevan dan terkini.
Director of Hotels and Resorts EVT, Norman Arundel, melihat perubahan ini sebagai peluang besar. Ia menilai AI sudah menjadi bagian dari cara wisatawan memilih akomodasi. Hotel harus memastikan kehadirannya di lingkungan tersebut dengan informasi yang tepat.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa distribusi hotel memasuki fase baru. AI tidak lagi menjadi pelengkap, tetapi mulai mengambil peran sebagai kanal utama dalam perjalanan konsumen.
Hotel yang mampu beradaptasi lebih cepat berpeluang meningkatkan visibilitas dan konversi pemesanan. Sebaliknya, hotel yang lambat berisiko kehilangan peluang di titik pencarian baru yang kini didominasi AI.
Perusahaan menempatkan dirinya sebagai penghubung antara hotel dan ekosistem AI. Strategi ini memperlihatkan arah baru industri travel tech yang semakin bergantung pada data real-time dan sistem rekomendasi berbasis kecerdasan buatan.

