BagusTech – Samsung menegaskan langkah strategis untuk memperkuat teknologi kecerdasan buatan (AI) di seluruh lini TV mereka mulai 2026. Komitmen tersebut disampaikan dalam sesi Visual Display (VD) Deep Dive yang digelar pada ajang CES 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat, 7 Januari 2026. Melalui forum ini, Samsung memaparkan arah pengembangan TV yang semakin berfokus pada pengalaman cerdas dan personal melalui Vision AI Companion.
Baca Juga
- Samsung Janjikan Update Tizen OS Selamat 7 Tahun
- Samsung Tegaskan Keamanan sebagai Fondasi Pengembangan AI
- Samsung Pamer TV Micro RGB 130 Inci Pertama di Dunia
Samsung Electronics menyatakan bahwa pasar TV global memasuki fase baru, dengan permintaan yang semakin mengarah ke produk premium, layar berukuran besar, serta fitur berbasis AI. Perusahaan melihat perubahan tersebut sebagai peluang untuk mendefinisikan ulang peran TV, dari sekadar perangkat hiburan menjadi pusat interaksi digital di rumah.

Presiden Visual Display Business Samsung, SW Yong, menegaskan bahwa perilaku konsumen telah berubah signifikan. Ia menyebut pengalaman menonton kini tidak lagi terbatas pada konsumsi konten, tetapi berkembang menjadi aktivitas yang melibatkan interaksi langsung antara pengguna dan perangkat. Samsung, menurutnya, memperkuat fondasi hardware yang telah dibangun selama bertahun-tahun untuk menopang transformasi tersebut.
Untuk tahun 2026, Samsung menempatkan AI sebagai fondasi utama inovasi TV. Perusahaan tetap mengandalkan teknologi layar premium seperti Micro RGB dan OLED untuk segmen atas, sekaligus memperluas adopsi mini LED agar teknologi kelas premium dapat menjangkau lebih banyak konsumen. Di sisi lain, Samsung mengintegrasikan AI generasi baru ke hampir seluruh lini TV mereka.

Strategi tersebut diwujudkan melalui Vision AI Companion (VAC). Platform AI ini memungkinkan TV memahami konten yang ditonton pengguna, menampilkan informasi kontekstual secara real time, serta menyesuaikan pengalaman menonton dengan kebiasaan pengguna. Samsung menilai pendekatan ini mengubah TV dari perangkat pasif menjadi perangkat yang aktif dan responsif.
Samsung juga memperluas peran AI TV ke ranah smart home. Integrasi AI memungkinkan TV berfungsi sebagai pusat informasi dan kendali di rumah pintar, tanpa menghilangkan peran utamanya sebagai perangkat hiburan. Perusahaan menilai TV memiliki posisi strategis sebagai layar utama di ruang keluarga.
Dalam sesi yang sama, Samsung menampilkan TV Micro RGB 130 inci sebagai simbol arah inovasi mereka. Produk ini mencerminkan fokus Samsung pada pengalaman imersif dan konsep lifestyle TV, seiring meningkatnya kualitas konten visual secara global.
Melalui penguatan AI di lini TV 2026, Samsung menargetkan posisi TV yang lebih cerdas, personal, dan relevan dengan kebutuhan modern. Langkah ini sekaligus menegaskan upaya Samsung mempertahankan kepemimpinan di industri TV global melalui kombinasi inovasi hardware dan teknologi AI.

