BagusTech – Samsung resmi memasukkan Perplexity sebagai agen kecerdasan buatan (AI) tambahan ke dalam ekosistem Galaxy AI. Langkah ini menegaskan strategi perusahaan untuk memperluas pendekatan multi-agent di perangkat flagship Galaxy mendatang.
Dalam pengumuman terbarunya, Samsung menyatakan Perplexity akan terintegrasi langsung ke sistem Galaxy AI, bukan hadir sebagai aplikasi terpisah. Pengguna dapat memanggilnya melalui perintah suara “Hey Plex” atau dengan menekan lama tombol samping. Integrasi ini memungkinkan Perplexity bekerja lintas aplikasi di dalam perangkat.
Baca Juga
- AI Kamera Samsung Berkembang Sejak Galaxy S9, Bukan Tren Instan
- Eunike Tanzil Garap Ringtone Samsung, Over The Horizon 2026
- Samsung Ubah Bixby Jadi AI Agent Teknis di One UI 8.5
Samsung menyematkan Perplexity ke sejumlah aplikasi inti seperti Samsung Notes, Clock, Gallery, Reminder, dan Calendar. Integrasi tersebut memungkinkan pengguna mencari informasi, merangkum konten, lalu langsung menyimpannya ke catatan atau mengubahnya menjadi pengingat tanpa harus berpindah aplikasi secara manual. Samsung menargetkan pengalaman yang lebih ringkas dan kontekstual dalam satu alur kerja.
Perusahaan mengusung konsep multi-agent, yakni menghadirkan lebih dari satu agen AI dalam satu ekosistem. Samsung melihat tren pengguna yang kini mengandalkan beberapa AI untuk kebutuhan berbeda. Dengan menambahkan Perplexity, Samsung memperluas opsi asisten yang bisa dipilih pengguna sesuai konteks tugas.
Strategi ini memperlihatkan upaya Samsung memperkuat posisi Galaxy sebagai platform AI terbuka di tengah persaingan ketat industri. Alih-alih mengunci pengalaman pada satu asisten, Samsung membuka ruang bagi kolaborasi dengan mitra eksternal. Perplexity dikenal sebagai mesin pencari berbasis AI yang menekankan jawaban cepat dan terstruktur, sehingga melengkapi kapabilitas AI yang sudah ada di perangkat Galaxy.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa Samsung menggeser fokus AI dari sekadar fitur promosi menjadi infrastruktur sistem. Dengan menempatkan AI di level sistem operasi, Samsung ingin memastikan agen AI memahami konteks lintas aplikasi dan mampu menjalankan perintah secara berkesinambungan.
Samsung belum merinci model perangkat yang akan lebih dulu menerima integrasi ini, namun perusahaan memastikan fitur tersebut akan hadir di lini flagship Galaxy mendatang. Detail teknis dan jadwal ketersediaan akan diumumkan dalam pengumuman produk berikutnya.
Melalui integrasi Perplexity, Samsung mempertegas ambisinya menjadikan Galaxy AI sebagai ekosistem multi-agent yang fleksibel. Persaingan AI di smartphone kini bergerak dari adu kecanggihan model ke adu integrasi dan pengalaman pengguna. Samsung memilih jalur kolaboratif untuk memperkuat daya saing Galaxy di era AI yang semakin kompetitif.

