Review

Review IQOO Neo 10: HP Gaming Kelas Menengah

bagustech – Pasar smartphone Rp5–6 jutaan di Indonesia sedang panas-panasnya, dengan banyak brand baru bermunculan dan brand lama menawarkan produk unggulan di segala lini. Di tengah kompetisi itu, IQOO Neo 10 menjadi perangkat yang cukup dinanti—terutama oleh pengguna yang mengenal rekam jejak IQOO sejak 2022.

Setelah sukses di kelas flagship lewat seri Number dan di kelas terjangkau lewat seri Z, IQOO kini menyasar segmen menengah atas dengan Neo 10. Perangkat ini hadir membawa performa kelas atas berkat Snapdragon 8s Gen 4 dan baterai jumbo 7.000 mAh, menjadikannya kandidat kuat untuk gamer dan pengguna berat yang menginginkan performa tinggi tanpa harus membayar seperti flagship.

Namun, dengan banyaknya pilihan di kelas ini, mampukah Neo 10 benar-benar menonjol? Artikel ini akan membahas lengkap kekuatan dan kelemahannya.

Baca Juga

Desain IQOO Neo 10

IQOO Neo 10 hadir dengan desain bodi boxy dan finishing matte modern. Meski masih memakai material plastik, bodinya terasa solid dan punya keuntungan tersendiri dalam hal disipasi panas—tidak cepat panas saat sesi gaming panjang.

Modul kamera belakang berbentuk segi empat dengan sudut membulat seperti jendela pesawat. Desain ini cukup ikonik, namun terasa mengganggu bagi gamer yang memiringkan ponsel ke kiri—lebih nyaman jika digunakan secara horizontal ke kanan.

Dengan bobot 206 gram dan ketebalan 8,4 mm, perangkat ini terbilang ringan untuk ukuran baterai jumbo 7.000 mAh—salah satu yang terbesar di pasaran resmi Indonesia.

Varian warna oranye memberi kesan ceria dan segar, meski casing bawaan berwarna hitam membuat tampilannya kurang maksimal. Di sisi bawah, tersedia dual nano SIM tray, port USB-C, dan speaker grill, tapi sayangnya tanpa jack audio 3.5mm—yang bisa jadi minus untuk pengguna earphone kabel.

Berlanjut ke sisi perangkat lunaknya, IQOO Neo 10 menggunakan Funtouch OS. Sayangnya, desain UI-nya tergolong paling outdated dibanding kompetitor di kelasnya.

Memang soal desain adalah preferensi personal, namun jika melihat tren saat ini, kami berharap developer bisa memberikan penyegaran besar—baik dengan meng-upgrade tampilan Funtouch OS secara menyeluruh, atau langsung menghadirkan Origin OS yang tampil lebih modern seperti versi yang dipakai di pasar Tiongkok.

Layar

Mengusung panel AMOLED 6,78 inci beresolusi 1,5K, IQOO Neo 10 menawarkan tampilan tajam dengan warna yang hidup. Dukungan refresh rate hingga 144Hz membuat navigasi dan gaming terasa sangat smooth, memberikan pengalaman visual yang superior dibanding layar 120Hz biasa.

Tingkat kecerahan layar juga mencukupi untuk penggunaan di luar ruangan, bahkan di bawah terik matahari. Rasio layar-ke-bodi yang tinggi serta bezel yang tipis membuat pengalaman menonton video, bermain game, maupun scrolling media sosial jadi lebih menyenangkan. Layarnya juga mendukung HDR, yang membuat konten streaming seperti Netflix dan YouTube tampil lebih hidup.

Performa & Gaming

IQOO Neo 10 diperkuat oleh Snapdragon 8s Gen 4 yang dipadukan dengan chip grafis tambahan Q1. Kombinasi ini menghasilkan skor benchmark yang mendekati smartphone flagship dan jauh mengungguli rata-rata ponsel di kelasnya.

Berikut hasil pengujian benchmark yang kami lakukan:

  • Geekbench 6:
    • Single-core: 2.155
    • Multi-core: 6.943
    • GPU OpenCL: 7.780
    • GPU Vulkan: 11.020
  • Antutu V10:
    • Total skor: 1.690.280
  • 3DMark 10:
    • Steel Nomad Light: 1.048
    • Solar Bay: 4.773
    • Wild Life Extreme: 2.793

Tersedia dalam pilihan RAM hingga 16GB dan penyimpanan internal hingga 512GB, perangkat ini mampu menangani beban kerja tinggi tanpa kendala. Ditambah dengan sistem manajemen RAM yang agresif namun cerdas, membuka banyak aplikasi secara bersamaan tidak menjadi masalah. Bahkan saat digunakan untuk rendering video ringan pun, kinerjanya tetap stabil.

Stress test IQOO Neo 10 di 3DMark
4x sesi delta force di IQOO Neo 10

Soal kestabilan, meskipun hasil stress test 3DMark tidak terlalu impresif, performa nyata IQOO Neo 10 justru sangat memuaskan. Kami memainkan Delta Force dalam mode 120 FPS hingga 4 match berturut-turut tanpa drop. Saat bermain Genshin Impact selama 30 menit di pengaturan tertinggi, frame rate stabil di kisaran 60 FPS dengan suhu permukaan hanya sekitar 41°C.

Kombinasi sistem pendingin grafit multilayer dan chip Q1 terbukti efektif menjaga suhu tetap terkendali dan menghindari throttling. Ini memastikan performa tetap konsisten bahkan dalam sesi gaming berat yang panjang.

Dalam pengujian gaming, IQOO Neo 10 mampu menjalankan berbagai judul populer dengan performa tinggi:

  • Delta Force bisa mencapai 120 FPS di setting “Normal”, namun turun ke 60 FPS di mode “Ultimate”.
  • Mobile Legends berjalan stabil di 120 FPS dengan pengaturan grafis ultra dan efek visual tinggi.
  • War Thunder mendukung grafis maksimal dan opsi anti-aliasing lengkap, tapi hanya mentok di 60 FPS.
  • PUBG Mobile mendukung 90 FPS di setting “Smooth”, namun terbatas di 60 FPS pada “Ultra HD”—bukan masalah performa, melainkan keterbatasan dukungan dari pengembang.
  • Genshin Impact bisa dimainkan di pengaturan tertinggi dengan rata-rata 58 FPS.

Secara umum, IQOO Neo 10 membuktikan dirinya sebagai smartphone gaming yang sangat mumpuni untuk sebagian besar gim populer saat ini.

Kamera

IQOO Neo 10 mengusung dua kamera belakang: kamera utama 50MP dengan dukungan Optical Image Stabilization (OIS), dan lensa ultra-wide 8MP. Kamera depannya memiliki resolusi 16MP.

hasil foto kamera utama IQOO Neo 10

Sensor utama 50MP ini menawarkan kualitas gambar yang solid di berbagai skenario. Berkat ukuran sensor yang besar dan bukaan lebar, hasil foto di siang hari terlihat tajam dengan warna akurat, sementara foto malam tetap detail berkat OIS yang membantu menjaga kestabilan saat pemotretan. Dalam mode default, detail yang dihasilkan sudah sangat mencukupi untuk penggunaan media sosial, cetak, maupun dokumentasi harian.

Hasil kamera ultrawide IQOO Neo 10

Sementara itu, kamera ultra-wide 8MP-nya cukup bisa diandalkan untuk kebutuhan fotografi lanskap atau arsitektur. Meski resolusinya tidak terlalu besar, hasil fotonya tetap usable dengan minim distorsi dan rentang dinamis yang baik, terutama di siang hari. Warna tidak terlalu over-saturated dan detail tetap terjaga di bagian tepi frame.

Hasil Foto Portrait IQOO Neo 10 2x zoom

Kemampuan zoom 2x digital dari sensor ini menjadi mode paling optimal—baik dari sisi ketajaman, tone warna, maupun efek depth yang natural. Foto-foto dengan zoom 2x menghasilkan karakter seperti lensa tele sungguhan, cocok untuk street photography, potret, dan food photography. Untuk foto portrait, pengguna juga bisa memilih mode 2x zoom dengan efek bokeh yang lebih rapat dan natural. Hasil fotonya tampil estetik dan layak dibagikan ke media sosial.

Untuk perekaman video, kamera belakang mendukung resolusi hingga 4K 60fps, sedangkan kamera depan mampu merekam hingga 1080p 30fps. Hal ini cukup mendukung kebutuhan dokumentasi harian maupun produksi konten yang lebih serius.

Untuk kamera depan, hasil fotonya cukup baik di kondisi cahaya ideal dengan warna natural dan exposure yang tepat. Di kondisi malam, IQOO Neo 10 tetap memberikan hasil memadai berkat penggunaan mode malam dan AI processing. Meski noise masih terlihat, detail wajah tetap terjaga, dan highlight tidak over-exposed.

Dalam mode malam, kamera IQOO Neo 10 mampu menangkap detail dengan baik meskipun berada di kondisi pencahayaan rendah. Algoritma pemrosesan gambar bekerja cukup cepat, dengan hasil yang terang, minim noise, dan tetap mempertahankan nuansa alami dari pencahayaan asli lokasi.

Mode malam juga bekerja secara otomatis ketika sistem mendeteksi cahaya redup, dengan dukungan OIS yang membantu menjaga kestabilan saat memotret handheld. Cocok untuk street photography malam hari, arsitektur malam, hingga dokumentasi suasana kota.

Baterai

Kapasitas 7.000 mAh menjadi salah satu nilai jual utama Neo 10. Dalam pengujian baterai menggunakan PCMark, perangkat ini mencatat daya tahan hingga 21 jam 50 menit. Sementara itu, screen-on time harian berkisar antara 7 hingga 9 jam, tergantung pada intensitas penggunaan dan jenis aplikasi yang dijalankan.

Pengujian konsumsi baterai di PC Mark 10 & hasil SoT

Untuk pengisian daya, teknologi FlashCharge 120W bekerja secara bertahap:

  • Dari 8% ke 71% hanya dalam 30 menit.
  • Dari 71% ke 100% membutuhkan tambahan sekitar 15 menit.
kecepatan pengisian daya 120W IQOO Neo 10

Total waktu pengisian dari hampir kosong hingga penuh sekitar 45 menit. Ini sangat membantu bagi mereka yang aktif dan mengandalkan perangkat dalam durasi panjang. Manajemen daya yang efisien juga membuat konsumsi energi tetap stabil meskipun perangkat digunakan untuk tugas berat seperti gaming atau multitasking ekstrem.

ModelIQOO Neo 10
ChipsetQualcomm Snapdragon 8s Gen 4 (4 nm)
RAM8/12/16 GB (*LPDDR5X Ultra)
ROM256/512 GB (UFS 4.1)
Baterai7000 mAh
ChargerKabel 120W
Layar6.78 inch, AMOLED, 144Hz, HDR, 4400 nits (peak), 1260 x 2800 pixels
Kamera Belakang50 MP, f/1.8, (wide), OIS
8 MP, f/2.2, (ultrawide)
Kamera Depan32 MP, f/2.5, (wide)
Video4K@30/60fps, 1080p, gyro-EIS, OIS (belakang)
4K@30/60fps, 1080p, gyro-EIS (depan)
KoneksiWi-Fi 7, Bluetooth 5.4, USB Type-C 2.0, OTG
AudioDual Speaker
Sensor Sidik JariDalam Layar
NFCAda
Dimensi163.7 x 75.9 x 8.1 mm
Berat206 gram
KetahananIP65 dust tight and water resistant (low pressure water jets)
MIL-STD-810H
Sistem OperasiAndroid 15, up to 3 major Android upgrades, Funtouch 15
WarnaHitam, Orange
HargaRp5.999.000 (8/256)
Rp6.499.000 (12/256)
Rp7.499.000 (16/512)

Kesimpulan

QOO Neo 10 bisa dibilang sebagai “smartphone serba bisa” untuk tahun 2025, apalagi kalau kamu termasuk tim performa ngebut tapi nggak mau isi dompet terkuras. Kombinasi Snapdragon 8s Gen 4 dengan chip Q1 bikin pengalaman gaming dan multitasking terasa mulus banget, bahkan buat sesi panjang sekalipun. Baterai 7.000mAh jadi jawaban buat kamu yang sehari-hari aktif dan nggak sempat colok charger berkali-kali.

Soal kamera? Kamera utama 50MP dengan OIS nggak cuma tajam tapi juga konsisten di berbagai kondisi pencahayaan. Mode 2x zoom-nya punya hasil yang bisa diandalkan, dan kamera ultra-wide 8MP meskipun bukan yang paling tajam, tetap solid buat jepretan landscape atau konten medsos. Dukungan video hingga 4K 60fps di kamera utama juga kasih nilai lebih untuk yang hobi ngonten.

Nggak cuma itu, layarnya yang AMOLED 144Hz bikin scrolling, main game, atau nonton film terasa lebih immersive. Responsif, cerah, dan smooth.

Emang ada minusnya seperti bodi plastik, antarmuka Funtouch OS yang terasa jadul, dan absennya colokan audio 3.5mm. Tapi jujur aja, kalau dilihat dari paket lengkap yang dibawa—dari performa, daya tahan, kamera, sampai display—IQOO Neo 10 tetap jadi opsi yang sangat menggoda di kelasnya.

Buat kamu yang doyan nge-game, seneng bikin konten, atau pengen HP kenceng yang nggak bikin kantong bolong, Neo 10 ini pantas banget dipertimbangkan. Bisa jadi andalan harian, tanpa harus kompromi banyak hal.

Bagus Arthakusuma

Bagus Arthakusuma

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Untuk Kamu

Review

Mencoba Upgrade SSD ROG ALLY Dengan WD Black SN770M

SSD ROG Ally bisa diganti dengan kapasitas yang lebih besar dan lebih kencang dengan menggunakan WD Black SN770M
laptop ASUS ZenBook Pro 14 OLED (UX6404) dipegang dengan satu tangan dengan pemandangan taman di belakang
Review

ASUS ZenBook Pro 14 OLED (UX6404): Laptop Premium untuk Kreator Konten

ASUS ZenBook Pro 14 OLED (UX6404) adalah laptop yang didesain bagi para pekerja visual dengan tampilan yang premium serta ringan