BagusTech – Samsung akhirnya punya TWS yang harganya lebih bersahabat lewat Galaxy Buds Core. Walau dibanderol murah, fitur yang ditawarkan jauh dari kata seadanya.
Earbud ini tetap membawa teknologi yang biasa ditemukan di seri Galaxy Buds kelas atas seperti Active Noise Cancellation (ANC), Galaxy AI Interpreter & Live Translate, dan dukungan ekosistem Galaxy lewat Auto Switch serta Samsung Find.
Dengan harga Rp799.000, Buds Core jadi pilihan pas buat pengguna yang pengin merasakan pengalaman audio khas Samsung tanpa harus merogoh kantong dalam-dalam.
Baca Juga
- Fitur Unggulan Samsung Galaxy S25 FE Untuk Anak Muda
- Spesifikasi & Harga Samsung Galaxy Tab S10 Lite
- Spesifikasi Teknis Samsung Odyssey OLED G5 G50SF 27 Inci
Desain & Kenyamanan
Galaxy Buds Core mengusung desain tanpa batang (stemless) dengan bentuk kacang dan ujung in-ear yang langsung masuk ke dalam telinga. Cara pakainya sedikit unik—earbuds perlu diputar sedikit setelah dimasukkan supaya posisi terkunci sempurna. Desain ini bikin Buds Core terasa aman di telinga, enggak gampang copot, dan tetap nyaman bahkan ketika dipakai sambil pakai helm.

Di bagian atas earbuds, ada wing tip karet yang berfungsi untuk menambah kestabilan saat dipakai. Wing tip ini juga membantu menciptakan isolasi suara alami yang kuat tanpa perlu tekanan berlebih di liang telinga.


Meski begitu, efektivitasnya bisa beda-beda tergantung bentuk telinga pengguna. Material bodi earbuds-nya dari plastik ringan dengan finishing matte yang terasa halus, sedangkan wing tip-nya dari karet lembut yang tetap nyaman digunakan lama.


Casing-nya juga Glosy yang cukup mudah menempel sidik jari dan minyak, namun bobotnya cukup ringan ringan. Sedangkan bagian dalamnya matte dan anti sidik jari dengan engsel magnetik yang kokoh. Dengan sertifikasi IP54, Buds Core aman dari debu dan percikan air, jadi enggak perlu khawatir dipakai di luar ruangan atau saat cuaca agak lembap.
Suara & ANC
Untuk ukuran TWS di bawah sejuta, kualitas suara Galaxy Buds Core sudah bisa dinikmati banyak pengguna. Detail musiknya terasa jelas, soundstage-nya cukup luas, dan separation antar instrumen terbilang rapi. Karakter suaranya mengarah bass yang tebal, mid yang cukup jernih, dan treble yang sedikit tajam di volume tinggi.

Bass-nya memang dominan, dan buat sebagian orang bisa terasa menenggelamkan vokal. Tapi justru karakter seperti ini biasanya disukai banyak pendengar di Indonesia karena bikin musik terdengar lebih “berisi” dan energik.



Samsung juga sudah menyediakan beberapa preset EQ di aplikasi Galaxy Wear, seperti Bass Boost, Soft, Dynamic, dan Treble Boost. Opsi ini bisa membantu menyesuaikan karakter suara sesuai selera pengguna. Sayangnya, belum ada pengaturan EQ manual, jadi pengguna tidak bisa mengatur frekuensi secara spesifik sesuai preferensi pribadi.
Dari sisi peredaman, Buds Core tampil solid. Isolasi pasifnya aja udah bagus, bahkan tanpa ANC aktif. Saat fitur ANC diaktifkan, lingkungan sekitar langsung terasa lebih hening tanpa efek tekanan di telinga seperti beberapa TWS lain di kelas atas. Redamannya terasa natural dan nyaman dipakai lama, cocok buat kerja di kafe, naik transportasi umum, atau sekadar mendengarkan musik di ruang ramai.
Sementara itu, Mode Transparency-nya juga berfungsi baik. Suara sekitar terdengar cukup natural tanpa terlalu boosting, terutama di frekuensi menengah ke tinggi. Dengan mode ini, pengguna tetap bisa mendengar suara orang lain atau pengumuman tanpa harus melepas earbuds sepenuhnya.
Fitur AI & Konektivitas
Selain fitur audio, Galaxy Buds Core juga unggul di sisi fungsionalitas. Dukungan Galaxy AI Interpreter dan Live Translate memungkinkan percakapan dua arah dalam bahasa berbeda secara real-time, fitur yang jarang banget ada di TWS sekelasnya. Auto Switch membuat earbuds ini bisa berpindah antar perangkat Galaxy dengan mulus, sementara Samsung Find bisa bantu menemukan lokasi earbuds kalau tertinggal.
Konektivitasnya mengandalkan Bluetooth 5.3, yang menjamin koneksi cepat dan stabil dengan latensi rendah. Saat digunakan untuk nonton film atau main game ringan, delay suaranya minim. Kekurangannya, Buds Core belum mendukung multipoint connection, jadi belum bisa tersambung ke dua perangkat sekaligus.
Daya Tahan & Pengisian
Galaxy Buds Core punya daya tahan baterai yang cukup bisa diandalkan. Dengan ANC mati, total pemakaian bisa mencapai 35 jam (termasuk casing). Kalau ANC aktif, durasinya sekitar 20 jam, dan earbuds-nya sendiri bisa tahan 5 jam nonstop sebelum perlu diisi ulang. Pengisian dayanya menggunakan USB-C, dan butuh sekitar satu jam untuk penuh. Meskipun belum mendukung wireless charging, fitur ini jarang jadi keluhan untuk kelas harganya karena kecepatan isi ulangnya sudah cukup cepat.

Casing-nya juga tergolong compact dan ringan, gampang diselipin di saku atau tas kecil. Indikator baterainya terlihat jelas, dan mekanisme magnetiknya cukup kuat untuk memastikan buds tidak mudah terlepas saat dibuka-tutup.
Harga & Kesimpulan
Dengan harga Rp799.000, Galaxy Buds Core bisa dibilang paket lengkap buat pengguna yang cari TWS terjangkau tapi enggak mau kompromi soal fitur. Desainnya ergonomis, ringan, dan nyaman dipakai lama. Suaranya kuat dengan bass yang dominan, cocok buat musik pop, hip-hop, atau EDM yang energik. ANC-nya bekerja efektif tanpa bikin tekanan di telinga, dan fitur-fitur seperti Galaxy AI Interpreter bikin pengalaman pakai TWS ini terasa lebih modern.

Buds Core memang bukan TWS paling sempurna, tapi di kelas entry-level performanya di atas rata-rata. Beberapa keterbatasan seperti tidak adanya custom EQ atau fitur multipoint connection masih bisa dimaklumi. Buat pengguna yang ingin TWS andalan untuk aktivitas harian—mulai dari kerja, olahraga ringan, hingga hiburan—Galaxy Buds Core bisa jadi pilihan paling rasional dari Samsung saat ini.
Secara keseluruhan, TWS ini berhasil memadukan suara bertenaga, desain ergonomis, daya tahan solid, dan fitur pintar dalam satu paket yang sulit ditandingi di harga di bawah satu juta rupiah. Galaxy Buds Core menunjukkan bahwa inovasi Samsung kini semakin bisa diakses oleh lebih banyak orang.

