BagusTech – PT MODENA Indonesia secara resmi mengumumkan peluncuran MODENA Tech School, sebuah program pelatihan vokasi berbasis industri yang bertempat di SMKN 2 Surabaya, Jawa Timur.
Program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang MODENA dalam mendukung dunia pendidikan, khususnya dalam menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan industri modern.
Dengan menggandeng institusi pendidikan, MODENA berupaya memberikan solusi terhadap rendahnya daya serap lulusan SMK di pasar tenaga kerja.
Baca Juga
- Fitur Unggulan Samsung Music Frame, Speaker Estetik 8 Jutaan
- Samsung Perkenalkan Chipset AI Untuk Smart TV, NQ8 AI Gen3
- Promo Pre-Order Samsung Smart TV QLED 8K & QLED 4K

Program ini dirancang untuk berlangsung selama tiga tahun, dan dibagi menjadi enam batch pelatihan intensif.
Setiap batch akan mengikuti kurikulum yang mencakup keterampilan teknis dasar, pelatihan perawatan dan pengenalan produk-produk unggulan MODENA, serta pelatihan dalam bidang administrasi layanan pelanggan.
Selain itu, siswa juga akan mendapatkan pembinaan dalam hal komunikasi efektif, kepemimpinan, dan kemampuan bekerja dalam tim—semua hal yang relevan dengan dinamika dunia kerja saat ini.
Materi disusun oleh tim MODENA dan diajarkan langsung oleh guru-guru SMKN 2 Surabaya yang telah menjalani pelatihan khusus, serta teknisi senior MODENA yang memiliki pengalaman lapangan luas.
Salah satu keunggulan dari MODENA Tech School adalah pemberian sertifikasi resmi kepada seluruh peserta yang menyelesaikan program.
Sertifikasi ini menjadi bukti kompetensi teknis siswa, sekaligus menjadi modal penting dalam mencari pekerjaan.
Tak hanya itu, program ini juga membuka akses bagi siswa untuk mengikuti magang langsung di lingkungan kerja MODENA.
Bagi mereka yang menunjukkan performa luar biasa, tersedia kesempatan untuk bergabung sebagai bagian dari tim profesional MODENA setelah lulus.
Dengan demikian, program ini bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi juga jalur masuk menuju dunia kerja nyata.
Menurut laporan Badan Pusat Statistik per Februari 2025, tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK masih menjadi yang tertinggi, yakni mencapai 8%. Angka ini mencerminkan adanya kesenjangan antara apa yang diajarkan di sekolah dengan realitas di dunia industri.
Melalui peluncuran program ini, MODENA berharap dapat berkontribusi menekan angka pengangguran tersebut, dengan memberikan pelatihan yang aplikatif dan berbasis kebutuhan pasar.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, menyambut baik kehadiran MODENA Tech School.
Ia menilai bahwa kolaborasi seperti ini sangat penting untuk mengakselerasi reformasi pendidikan vokasi di Indonesia.
Menurutnya, dunia industri perlu lebih aktif mengambil peran dalam proses pendidikan, agar lulusan SMK tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang dibutuhkan oleh dunia kerja.
Program ini juga memiliki dimensi strategis dalam mengubah persepsi masyarakat terhadap SMK. Selama ini, lulusan SMK sering dianggap tidak siap kerja dan kurang kompetitif.
Namun dengan hadirnya program seperti MODENA Tech School, siswa mendapatkan akses terhadap pengalaman nyata, pengakuan kompetensi, dan peluang kerja langsung.
Ini membuka ruang baru bagi pendidikan vokasi untuk tumbuh sebagai jalur karier yang menjanjikan dan dihargai oleh pasar.
MODENA menegaskan bahwa Tech School ini baru langkah awal. Ke depannya, perusahaan berencana untuk memperluas program ini ke berbagai sekolah lain di Indonesia, baik melalui kemitraan dengan pemerintah daerah maupun institusi pendidikan lainnya.
Dengan langkah ini, MODENA berharap dapat mencetak lebih banyak tenaga kerja muda yang andal, profesional, dan siap bersaing dalam industri global.

