BagusTech – Menjelang 2026, tren sosial dan digital tidak lagi sekadar memengaruhi cara orang berinteraksi, tetapi ikut menentukan cara bisnis beroperasi dan bertumbuh. Meta menilai perubahan ini sangat terasa di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, yang memiliki basis pengguna media sosial besar dan terus berkembang. Facebook dan Instagram tidak hanya menjadi ruang berbagi konten, tetapi sudah berubah menjadi ekosistem tempat konsumen menemukan produk, berinteraksi dengan merek, hingga melakukan transaksi.
Baca Juga
- Hadirkan 19.000 Pekerjaan, Jobstreet Express Jadi Pilihan Industri
- Meta Hadirkan Lebih Banyak AI Ke Publikasi Video Facebook
- Traveloka menghadirkan Fitur Pencarian Berbasis AI
Tren Digital di 2026 menurut Meta
Meta melihat percepatan transformasi digital di Indonesia berjalan seiring dengan semakin luasnya pemanfaatan kecerdasan buatan. AI kini hadir langsung dalam pengalaman konsumen, bukan hanya di sisi internal perusahaan. Konsumen yang melihat produk dari unggahan teman atau kreator semakin sering meminta rekomendasi dan penilaian kepada AI sebelum membeli. Pola ini mendorong bisnis untuk menata ulang cara mereka menyajikan informasi produk, karena AI akan mengandalkan data yang tersedia untuk membentuk rekomendasi.
Selain AI, Meta menyoroti pergeseran penting pada aplikasi pesan. WhatsApp dan Instagram DM berkembang menjadi kanal utama penjualan dan layanan pelanggan. Konsumen menginginkan proses yang cepat dan sederhana: bertanya, mendapat jawaban, lalu membeli dalam satu percakapan. Banyak bisnis mulai mengandalkan agen AI untuk menjawab pertanyaan dasar dan memandu konsumen, sementara tim manusia menangani kasus yang lebih kompleks. Kecepatan dan konsistensi respons kini menjadi faktor pembeda utama dalam pengalaman pelanggan.
Peran kreator juga semakin strategis. Meta menilai kreator bukan hanya pembuat konten, tetapi penghubung antara merek dan konsumen. Dengan dukungan AI, kreator dapat membaca tren lebih cepat, menyesuaikan konten dengan audiens lokal, dan menyampaikan rekomendasi yang terasa personal. Model afiliasi membuat hubungan ini lebih terukur karena konten dapat langsung dikaitkan dengan penjualan. Bagi brand, kolaborasi dengan kreator menuntut pendekatan yang lebih autentik agar kepercayaan audiens tetap terjaga.
Di sisi format, video dan live commerce muncul sebagai penggerak utama transaksi digital. Konsumen semakin percaya pada demonstrasi produk secara langsung melalui video, terutama dalam format live shopping. Meta mencatat peningkatan penggunaan AI untuk produksi konten video dan pengembangan fitur belanja langsung di platformnya. Namun, format ini menuntut kesiapan operasional karena lonjakan pesanan dapat terjadi dalam waktu singkat.
Meta juga menyoroti peluang perdagangan lintas negara, khususnya untuk produk halal. Infrastruktur digital yang semakin matang membuka jalan bagi merek lokal Indonesia untuk menembus pasar global. Pada saat yang sama, persaingan ikut meningkat karena konsumen lebih mudah mengakses produk dari luar negeri.
Kesimpulannya, Meta menilai 2026 akan menjadi milik bisnis yang cepat beradaptasi. AI, percakapan digital, kreator, dan video commerce akan saling terhubung membentuk pengalaman belanja baru. Bisnis yang mampu bergerak lincah, menata strategi sejak sekarang, dan memahami perubahan perilaku konsumen akan berada di posisi paling siap menghadapi persaingan ke depan.

