BagusTech – Maybank Indonesia terus mengencangkan langkah transformasi digital untuk menghadirkan layanan finansial yang lebih sederhana dan relevan bagi pengguna. Bank ini memilih untuk tidak hanya mengikuti tren digitalisasi, tetapi mendorong standar baru melalui modernisasi teknologi dan pengembangan menyeluruh pada M2U ID App, aplikasi mobile banking andalan mereka.
Baca Juga
- Jenius Mantapkan Posisi Lewat AI di Layanan Perbankan Digital
- Meta Hadirkan Lebih Banyak AI Ke Publikasi Video Facebook
- Hadirkan 19.000 Pekerjaan, Jobstreet Express Jadi Pilihan Industri
Maybank memulai transformasi ini dengan memperbarui sistem inti perbankan agar lebih cepat dan stabil. Peningkatan keamanan siber juga menjadi prioritas karena tingginya ancaman digital yang bergerak cepat. Tim TI mereka memperkuat kemampuan backend supaya aplikasi dan layanan digital mampu menangani pertumbuhan transaksi yang terus meningkat setiap tahun. Dengan fondasi ini, Maybank ingin memastikan setiap nasabah merasakan pengalaman digital yang mulus dan konsisten.

Bambang Irawan, Direktur TI dan Digital Maybank Indonesia, menyebut bahwa teknologi hanya menjadi alat jika bank tidak memberikan pengalaman yang berpengaruh bagi kehidupan finansial nasabah. Ia menekankan pentingnya inovasi yang berorientasi pada kebutuhan pengguna, bukan sekadar menambah fitur baru.
Transformasi paling terasa hadir melalui M2U ID App. Maybank mengembangkan aplikasi ini untuk menjadi mitra finansial yang membantu nasabah mengatur keuangan secara lebih terstruktur. Aplikasi ini kini menawarkan layanan wealth management, fitur pembiayaan, hingga alat pengelolaan transaksi harian yang lebih intuitif. Seluruh pengembangan ini mengacu pada insight pengguna yang menginginkan pengalaman perbankan yang simpel, terhubung, dan personal.

Charles Budiman, Head of Digital Banking, menjelaskan bahwa timnya terus mendorong inovasi berdasarkan pola penggunaan nasabah. Ia menargetkan M2U ID App sebagai aplikasi finansial yang mampu membantu pengguna membuat keputusan keuangan yang lebih baik. Tahun 2026, Maybank berencana memperkuat aplikasi ini dengan teknologi data analytics, automasi, hingga Generative AI untuk menghadirkan layanan digital yang lebih pintar dan responsif.
Selain pengembangan aplikasi, Maybank juga memperluas akses digital banking agar semakin banyak masyarakat dapat terhubung dengan layanan keuangan yang aman dan nyaman. Bank ini terus memperkuat kanal M2U untuk ritel dan M2E untuk korporasi guna membangun ekosistem finansial digital yang inklusif.
Per September 2025, Maybank mengoperasikan ratusan jaringan cabang, KCP mobile, dan ATM yang terhubung dengan jaringan nasional dan internasional. Jaringan ini memperkuat langkah digitalisasi yang mereka bangun.
Maybank memasuki 2026 dengan visi menghadirkan layanan finansial digital yang lebih relevan dan humanis. Dengan teknologi yang semakin matang dan pendekatan yang berfokus pada kebutuhan nasabah, bank ini menempatkan dirinya di garis depan transformasi digital perbankan Indonesia.

